Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

SAKA Lunasi Utang 220 Juta Dolar AS, Berdampak Positif ke Kinerja PGN

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 01 April 2022 | 09:43 WIB
SAKA Lunasi Utang 220 Juta Dolar AS, Berdampak Positif ke Kinerja PGN
Logo PGN.

Suara.com - Keputusan PT Saka Energi Indonesia (SAKA) untuk mempercepat pelunasan utang senilai USD 220 juta dinilai positif bagi kinerja induknya yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Ditengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik saat ini, berkurangnya utang di PGN group akan menciptakan efisiensi dan mendorong fundamental bisnis perseroan menjadi lebih kuat.

“Pelunasan sebagian utang SAKA akan sangat positif bagi PGN, mengingat beban bunga yang harus dibayarkan juga cukup besar. Langkah ini paling tepat disaat likuiditas perusahaan ( cash ratio) saat ini sangat tinggi, ditambah harga minyak sedang tinggi, sehingga potensi peningkatan likuiditas kas kedepan cukup besar, ” ujar Marolop Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Capital, ditulis Jumat (1/4/2022).

SAKA merupakan anak usaha PGN yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas). Sejalan dengan membaiknya harga minyak dunia, kontribusi anak perusahaan ini terhadap pendapatan PGN juga terus meningkat.

Sebagai contoh, sesuai laporan keuangan PGN tahun 2021, pendapatan PGN dari hasil penjualan minyak dan gas bumi mencapai USD 331,30 juta. Nilai tersebut naik sekitar 60,64 persen daripada tahun 2020 sebesar USD 203,70 juta.

“Sebagai subholding gas, PGN diuntungkan dengan naiknya harga minyak dunia dari kinerja SAKA. Kemampuan SAKA memanfaatkan momentum positif ini dengan melakukan pelunasan utang obligasi juga akan mendorong efisiensi di PGN, terutama dari penurunan beban biaya bunga,” imbuhnya.

Untuk mengurangi beban utang, SAKA menawarkan pembelian kembali (buyback) surat utang senior dengan yang diterbitkan pada tahun 2017 senilai USD 625 juta. Surat utang dengan jangka waktu 7 tahun itu dicatatkan di Bursa Efek Singapura ini dengan bunga sebesar 4,45% per tahun.

Dari penawaran buyback, pada 25 Maret lalu SAKA akhirnya menetapkan pelunasan atas sebagian surat utangnya senilai USD 220 juta. Dalam surat penjelasannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti dikutip dari website Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary PGN Rachmat Hutama menyampaikan bahwa pasca bayback tersebut, nilai surat utang yang masih beredar sebesar USD 405 juta. Surat utang ini baru akan jatuh tempo pada bulan Mei tahun 2024.

“Pembelian kembali surat utang telah dikomunikasikan dengan Lembaga Jasa Pemeringkat dan tidak dikategorikan sebagai distressed debt exchange (DDE). Penggunaan kas internal tidak berdampak terhadap likuiditas perusahaan,” jelas Rachmat dalam suratnya ke Otoritas Jasa Keuangan nomor 028500.S/HM.05/COS/2022 tanggal 29 Maret 2022.

Marolop menilai ditengah gejolak perang Rusia-Ukraina dan pandemi COVID-19 yang mulai melandai, harga energi tahun ini diperkirakan akan tetap tinggi. Kondisi ini akan memberikan peluang kepada PGN, termasuk SAKA untuk mengoptimalkan kinerjanya. Apalagi di tahun 2021, volume distribusi gas dari PGN juga menunjukkan peningkatan yang positif.

Volume distribusi gas periode 2021 meningkat menjadi sebesar 871 british thermal unit per day (BBTUD) dari periode 2020 sebesar 828 BBTUD. Sementara volume transmisi PGN tercatat mengalirkan gas sebanyak 1.352 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Adapun volume lifting minyak gas adalah 24.086 barrel oil equivalent per day (BOEPD) dengan harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 68,8 per barel.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan manajemen, sepanjang tahun 2021 PGN tercatat meraih laba bersih sebesar US$ 303,82 juta. Pencapaian itu jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang masih membukukan kerugian bersih hingga US$ 264,77 juta. PGN juga mencatatkan kenaikan kas dan setara kas menjadi US$1,5 miliar di tahun 2021 dari posisi tahun 2020 sebesar US$1,18 miliar.

Lebih jauh Marolop menjelaskan, percepatan pembayaran utang akan menurunkan rasio utang PGN, sehingga neraca perseroan semakin kuat. Selain itu, penurunan utang dalam valuta asing, khususnya USD juga akan mengurangi resiko perusahaan. Termasuk resiko terhadap fluktuasi USD terhadap beban keuangan, mengingat potensi pengetatan likuiditas oleh The FED ke depan sangat besar.

“Perkembangan bisnis PGN menunjukkan tren yang sangat positif. Kemampuan manajemen mengelola dan memanfaatkan aset-aset perusahaan ditengah tren kenaikan harga dan kebutuhan energi domestik yang naik menjadikan PGN berhasil meraih kinerja yang optimal. Apalagi strategi efisiensi, termasuk penurunan utang yang dijalani perusahaan juga mulai terlihat hasil positifnya tahun 2021 lalu,” ujar Marolop.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekor! Utang Pemerintah Jokowi Tembus Rp 7.000 Triliun, Ini Daftar Utang Era Soekarno Hingga SBY

Rekor! Utang Pemerintah Jokowi Tembus Rp 7.000 Triliun, Ini Daftar Utang Era Soekarno Hingga SBY

News | Kamis, 31 Maret 2022 | 20:03 WIB

Viral Ibu Ini Ngamuk Banting Pintu Usir ke Penagih Utang 'Ditagih Ngegas'

Viral Ibu Ini Ngamuk Banting Pintu Usir ke Penagih Utang 'Ditagih Ngegas'

Your Say | Kamis, 31 Maret 2022 | 13:55 WIB

Pemerintah Kumpulkan Rp17,05 Triliun dari Lelang Tujuh Seri Surat Utang Negara

Pemerintah Kumpulkan Rp17,05 Triliun dari Lelang Tujuh Seri Surat Utang Negara

Bisnis | Rabu, 30 Maret 2022 | 10:36 WIB

Terkini

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB