- Indosat Business meluncurkan Solusi Manajemen Energi berbasis kecerdasan buatan dan IoT di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.
- Kementerian ESDM menyambut baik inovasi tersebut untuk membantu pelaku industri mematuhi aturan PP Nomor 33 Tahun 2023.
- Teknologi ini terbukti mampu mendeteksi anomali performa dan mengoptimalkan efisiensi energi guna menjaga keberlanjutan usaha sektor industri.
Suara.com - Tantangan pengelolaan energi di sektor industri Indonesia kini memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar menjadi bagian dari upaya efisiensi sukarela, pengelolaan energi kini bergeser menjadi sebuah kepatuhan regulasi yang ketat.
Untuk itu, Indosat Business melalui peluncuran Solusi Manajemen Energi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT).
Kehadiran solusi berbasis teknologi ini dinilai menjadi langkah penting dalam membantu pelaku industri memenuhi kewajiban hukum sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Pemerintah menyambut baik keterlibatan sektor teknologi dalam mempermudah kepatuhan terhadap aturan baru ini.
Jisman P Hutajulu, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, menjelaskan pentingnya sinergi ini.
“Konservasi energi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku industri. PP No. 33/2023 dirancang untuk mendorong pengguna energi skala besar melakukan pemantauan dan pelaporan secara real-time," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
![Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah dalam Solusi Manajemen Energi di Jakarta, Kamis (23/7/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/23/56785-director-and-chief-business-officer-indosat-ooredoo-hutchison-muhammad-danny-buldansyah.jpg)
Menurut dia, solusi yang diluncurkan oleh Indosat Business menunjukkan bagaimana sektor swasta mampu menerjemahkan tuntutan regulasi menjadi solusi praktis yang dapat langsung digunakan oleh pelaku usaha.
Mengubah Energi Menjadi Variabel Strategis
Dalam lanskap bisnis modern, efisiensi energi tidak lagi dipandang sebelah mata hanya sebagai komponen biaya tetap.
Perubahan cara pandang ini menuntut pelaku usaha untuk memperlakukan data konsumsi energi sebagai dasar pengambilan keputusan taktis.
Muhammad Danny Buldansyah, Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, memaparkan bagaimana teknologi berperan dalam transformasi ini.
“Energi kini telah berkembang dari sekadar biaya operasional menjadi variabel bisnis strategis yang berdampak langsung pada profitabilitas, keandalan, dan daya saing. Kami tidak sekadar memberikan alat pemantau kepada para pelaku usaha, melainkan bekerja sama mendampingi mereka untuk menyelesaikan masalah nyata yang mereka hadapi," jelasnya.
Danny juga menambahkan bahwa kekuatan jaringan telekomunikasi nasional memegang peran penting dalam mengintegrasikan sistem ini secara luas, mulai dari area perkotaan hingga fasilitas industri di lokasi terpencil.
Cara Kerja AI dan IoT dalam Deteksi Inefisiensi
Inti dari inovasi ini terletak pada pemanfaatan AI-driven Intelligence Layer. Berbeda dengan metode pencatatan manual atau sistem pemantauan konvensional yang bersifat reaktif, teknologi ini bekerja secara berkelanjutan untuk menganalisis data aliran daya dari sensor-sensor IoT yang terpasang.
Sistem ini dirancang untuk mengenali pola konsumsi, mendeteksi anomali performa alat sebelum terjadi kerusakan (predictive maintenance), serta memberikan rekomendasi langkah optimasi secara langsung melalui satu dasbor terpusat.
![Indosat Bussiness meluncurkan Solusi Manajemen Energi di Jakarta, Kamis (23/7/2026). [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/23/13072-solusi-manajemen-energi.jpg)
Secara teknis, solusi ini mencakup lima kapabilitas operasional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor:
- Pemantauan Daya: Melacak efisiensi penggunaan listrik pada sektor manufaktur, gedung perkantoran, ritel, dan lembaga pendidikan.
- Pemantauan Genset & Transformator: Memantau kinerja generator, konsumsi bahan bakar, serta kondisi kesehatan aset secara seketika pada sektor migas, pertambangan, dan pusat data.
- Sistem Pemantauan Baterai: Menjaga keandalan daya cadangan pada infrastruktur yang bersifat kritis.
- Sistem Penerangan Jalan Umum Pintar: Otomatisasi pencahayaan lampu publik untuk efisiensi energi di area perkotaan atau kawasan pengembang.
- Pemantauan Air & Gas: Deteksi dini kebocoran serta pemantauan aliran utilitas pada kawasan industri terpadu.
Melalui pendekatan berbasis data yang transparan ini, pelaku usaha tidak hanya dapat menekan biaya utilitas dan meminimalkan waktu henti operasional (downtime), tetapi juga lebih mudah dalam menyusun laporan konservasi energi yang akurat demi memenuhi kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.