Pertanian Organik Bantu Petani Tingkatkan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Kebun

Iwan Supriyatna

Rabu, 06 April 2022 | 15:06 WIB
Pertanian Organik Bantu Petani Tingkatkan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Kebun
Pertanian organik, salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) diakui mempunyai manfaat yang signifikan.

Suara.com - Pertanian organik, salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) diakui mempunyai manfaat yang signifikan, karena dipercaya mampu memperbaiki mutu, menghindarkan dampak kesehatan dan ekologis dari residu pestisida kimiawi sehingga dapat menghasilkan komoditas maupun hasil olahan produk pertanian termasuk perkebunan yang aman, berkualitas baik, ramah lingkungan serta menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat.

“Kami sangat mengapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah memberikan bantuan program berupa pengembangan desa pertanian organik di Jawa Barat, salah satunya dilaksanakan di Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tahun 2018 hingga saat ini, berupa bantuan sarana dan prasarana serta bimbingan pertanian organik, berkat bantuan ini mampu meningkatkan produksi, produktivitas, mutu hasil tanaman perkebunan yaitu tanaman kopi sebesar 20 %, dan dari kotoran ternak yang dihasilkan digunakan oleh para petani, sehingga mampu mengefisiensi penggunaan pupuk bagi para petani,” ujar Dani Dayawiguna, Kepala Balai Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan Jawa Barat ditulis Rabu (6/4/2022).

Program ini memberikan dampak manfaat positif bagi para petani contohnya, Acep Karna, selaku anggota Kelompok Tani Desa Organik Giri Senang, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung.

“Kelompok tani kami bersyukur sekali dengan adanya bantuan dari Kementan, alhamdulillah untuk produktivitas kopi organiknya sudah meningkat menjadi 20 %, sertifikasi pun sudah ada diantaranya SNI, EU, IFOAM. Petani di kelompok tani kami yang awalnya tidak tahu cara pengolahan pupuk organik, sekarang sudah mengelola kebun organik secara mandiri. Pengendalian hama pun sudah secara hayati. Semoga kedepannya petani Indonesia semakin sejahtera,” kata Acep.

Acep menambahkan, untuk jumlah anggota organik di kelompok tani kami sebanyak 31 orang, dimana kebun organik seluas 22,86 ha, dengan konversi seluas 2,78 ha, dan jumlah produksi chery kopi organik sebanyak 31,3 ton, konversi 3 ton, sedangkan untuk jenis kopi yang ditanam yaitu arabika buhun dan sigararutang.

“Yang mendorong kami terjun mengembangkan komoditas kopi hingga saat ini, awal mulanya keprihatinan akan kerusakan lingkungan pada tahun 2005, kebakaran hutan, sehingga berinisiatif untuk mengelola hutan dengan komoditas yang ramah lingkungan, yang tidak membuka lahan dengan cara dibakar, salah satunya yaitu komoditas kopi,” tambahnya.

Untuk produksi kopi tidak terkena dampak covid, Lanjut Acep, namun saat awal terjadi pandemi tak dapat dipungkiri mempengaruhi pemasaran karena beberapa buyer yang biasa melakukan ekspor terhenti, dan beberapa cafe banyak yang tutup.

“Dalam mengembangkan kopi ini, kelompok tani tentunya juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Tentunya kami tidak menyerah, kami berupaya agar tetap berjalan dengan baik ditengah pandemik ini dengan cara mengatur stok dan penyimpanan, juga melakukan penjualan online. Alhamdulilah, kopi ini cukup dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sudah terjual ke daerah Jabodetabek, Medan, Jawa Tengah, Jawa Timur dengan jumlahnya sekitar 400 ton (total dalam 1 tahun), sedangkan untuk ekspor baru kirim sampel ke athena (greenbeans),” ujarnya.

Harapan kami semoga kedepannya, Lanjut Acep, mudah-mudahan dengan adanya produk kopi organik dapat meningkatkan nilai jual sehingga diharapkan kesejahteraan petani dapat semakin meningkat,” ujar Acep.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahan Bakar Solar Langka di Sumsel: Panen Padi di OKU Timur Terhambat

Bahan Bakar Solar Langka di Sumsel: Panen Padi di OKU Timur Terhambat

Sumsel | Rabu, 06 April 2022 | 10:07 WIB

Detik-detik Petani Berusia 73 Tahun di Garut Selamat Usai Terseret Longsor

Detik-detik Petani Berusia 73 Tahun di Garut Selamat Usai Terseret Longsor

Jabar | Selasa, 05 April 2022 | 18:56 WIB

Jaga Ketersediaan Pangan, Pengamat: Kementan Telah Lakukan Bagiannya dengan Benahi Sarana Pertanian

Jaga Ketersediaan Pangan, Pengamat: Kementan Telah Lakukan Bagiannya dengan Benahi Sarana Pertanian

Bisnis | Selasa, 05 April 2022 | 10:30 WIB

Terkini

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

×