Dirut BPJS Kesehatan Dukung Implementasi PTK HTA untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Peserta JKN

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 09 April 2022 | 16:31 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Dukung Implementasi PTK HTA untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Peserta JKN
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti. (Dok: BPJS Kesehatan)

Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mendukung implementasi Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) atau Health Technology Assessment (HTA) untuk meningkatkan mutu dan efisiensi biaya serta penentuan paket manfaat bagi peserta Program JKN-KIS. Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Seminar ASM 2022: Integrasi Evaluasi Ekonomi dalam Kurikulum dan Implementasi Pengambilan Kebijakan Penyakit Katastropik, Sabtu, (9/4/2022).

“Dengan semakin tingginya biaya kesehatan, semakin dituntut agar kualitas dari teknologi kesehatan juga semakin baik sebanding dengan kenaikan biayanya. Peran PTK menjadi penting di era JKN, terutama dari segi penentuan paket manfaat yang akan diterima oleh peserta, sehingga dengan sumber daya yang terbatas, peserta tetap dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” kata Ghufron.

Ghufron menjelaskan, dalam pemilihan teknologi kesehatan harus berpedoman pada PTK dan pertimbangan klinis. Menurutnya, penggunaan pendekatan analisa farmakoekonomi dirasa tepat untuk mengevaluasi obat yang cost-effective, serta analisa effektivitas dari alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dalam pelayanan kesehatan.

Selain itu, ia menyebut dengan berpedoman kepada PTK ini, memungkinkan pengambil kebijakan kesehatan membuat keputusan terkait obat dan juga untuk berbagai intervensi kesehatan lainnya yang memiliki nilai efektivitas sebanding dengan biayanya, terutama dalam perspektif kesehatan masyarakat.

“Pada dasarnya, kami mengapresiasi upaya Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang telah membentuk Komite PTK untuk bertanggung jawab dalam melakukan kajian terkiat PTK. Harapannya, hasil kajian tersebut bisa diterapkan menjadi kebijakan, sehingga selain memiliki dampak positif terhadap tercapainya kesinambungan Program JKN-KIS juga memberikan kepuasan peserta dan efektivitas program,” tambah Ghufron.

Sementara itu, Ketua Komite Penilaian Teknologi Kesehatan, Budi Wiweko menyebut penilaian teknologi kesehatan sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembiayaan kesehatan sebuah negara. Kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, memungkinkan banyaknya inovasi teknologi yang dapat diadopsi dalam layanan kesehatan.

Dengan begitu, melalui inovasi pelayanan kesehatan, diharapkan akan terjadi penurunan mortalitas dan morbiditas, meningkatnya kualitas hidup (quality of life), disertai dengan kepuasan pasien, dan meningkatnya taraf kesehatan masyarakat.

Dosen Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (FK-KMK UGM), Erna Kristin menjelaskan di era Program JKN-KIS, seluruh pihak harus memandang secara luas tentang akibat yang akan ditimbulkan. Hal tersebut perlu menjadi fokus karena berhubungan dengan bagaimana cara menghadirkan upaya pencegahan, memberikan diagnosis dan memberikan treatment.

“Saat ini kita sangat dibantu dengan adanya big data yang dimiliki BPJS Kesehatan. Dari data tersebut, kebutuhan analisis big data yang dilakukan oleh seluruh pihak akan menjadi lebih mudah. Sehingga harapannya apabila para dokter atau profesi lainnya yang mendukung, mereka harus bekerja sama untuk mengetahui bagaimana menciptakan upaya pencegahan hingga proses edukasi ke masyarakat,” kata Erna.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimalisasi JKN, BPJS Kesehatan Kerja Sama dengan Dua Universitas di Yogyakarta

Optimalisasi JKN, BPJS Kesehatan Kerja Sama dengan Dua Universitas di Yogyakarta

Bisnis | Jum'at, 08 April 2022 | 16:25 WIB

Pemkot Medan Bakal Tambah Persentase Warga Tercover BPJS Kesehatan

Pemkot Medan Bakal Tambah Persentase Warga Tercover BPJS Kesehatan

Sumut | Rabu, 06 April 2022 | 06:35 WIB

BPJS Kesehatan Jadi Syarat Wajib Bikin Paspor, Badan Usaha dan Hak CIpta

BPJS Kesehatan Jadi Syarat Wajib Bikin Paspor, Badan Usaha dan Hak CIpta

Bisnis | Selasa, 05 April 2022 | 09:44 WIB

BPJS Kesehatan Panen Prestasi di Penghujung Triwulan Pertama 2022

BPJS Kesehatan Panen Prestasi di Penghujung Triwulan Pertama 2022

Bisnis | Rabu, 30 Maret 2022 | 09:02 WIB

Terdapat 5,8 Juta Warga Jawa Tengah Belum Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Kesehatan

Terdapat 5,8 Juta Warga Jawa Tengah Belum Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Kesehatan

Jawa Tengah | Selasa, 29 Maret 2022 | 08:53 WIB

Puskesmas Berperan Penting dalam Penguatan Promotif dan Preventif Peserta JKN

Puskesmas Berperan Penting dalam Penguatan Promotif dan Preventif Peserta JKN

Bisnis | Sabtu, 26 Maret 2022 | 18:50 WIB

Terkini

Fitnah Temui Dubes Singapura, Dino Patti Djalal Duga Ada 'Tim Siluman' Penyebar Hoaks

Fitnah Temui Dubes Singapura, Dino Patti Djalal Duga Ada 'Tim Siluman' Penyebar Hoaks

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:44 WIB

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Siapkan Dana Rp1 Triliun, AMMN Gelar Buyback Saham

Siapkan Dana Rp1 Triliun, AMMN Gelar Buyback Saham

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×