Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

The Fed Bakal Lebih Agresif Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Langsung Merosot

Iwan Supriyatna

Jum'at, 22 April 2022 | 08:45 WIB
The Fed Bakal Lebih Agresif Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Langsung Merosot
Ilustrasi emas batang [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia merosot sebesar 1 persen ke level terendahnya dalam dua minggu terakhir pada perdagangan Kamis, penurunan ini tertekan peningkatan imbal hasil US Treasury dan selera risiko yang lebih kuat, dengan investor memperkirakan pengetatan kebijakan Federal Reserve yang lebih agresif.

Mengutip CNBC, Jumat (22/4/2022) harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD1.946,73 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 8 April.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,4 persen menjadi USD1.948,20 per ounce.

Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, Rabu, mengatakan dia yakin kenaikan suku bunga setengah poin bulan depan merupakan level "lengkap" dan "solid," dengan jalur kenaikan suku bunga Fed tahun ini secara luas dilihat sebagai hal yang tepat dalam menghadapi lonjakan inflasi.

"Emas melihat koreksi sejak pasar memperkirakan Fed lebih agresif dalam menaikkan suku bunga, sementara imbal hasil juga bergerak ke atas," kata Bart Melek, Head of Commodity Strategies TD Securities.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun bergerak menuju puncak lebih dari tiga tahun yang disentuh pada sesi Rabu, ketika pasar obligasi mengalami aksi jual yang tajam di tengah spekulasi untuk kenaikan suku bunga yang agresif.

Emas reli ke level USD2.000 pada sesi Senin karena kekhawatiran seputar konflik Rusia-Ukraina dan kenaikan inflasi mendorong permintaan safe-haven. 

Di sisi teknikal, emas berkonsolidasi di kisaran USD1.940-1.960 per ounce, dan di luar itu, emas dapat menemukan support di rentang USD1.915-1.930, kata Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central.

Sementara itu harga perak di pasar spot anjlok 2,5 persen menjadi USD24,54 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level terendah dua minggu. Platinum merosot 1,9 persen menjadi USD968,15, dan paladium menyusut 1,9 persen menjadi USD2.404,62. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas di Aceh Timur Turun Jadi Segini

Harga Emas di Aceh Timur Turun Jadi Segini

Sumut | Kamis, 21 April 2022 | 18:14 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 998.000/Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 998.000/Gram

Bisnis | Kamis, 21 April 2022 | 10:12 WIB

Pelemahan Dolar AS Serta Kenaikan Inflasi Bikin Harga Emas Dunia Bangkit Lagi

Pelemahan Dolar AS Serta Kenaikan Inflasi Bikin Harga Emas Dunia Bangkit Lagi

Bisnis | Kamis, 21 April 2022 | 07:59 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB