President University Ingin Ikut Bangun AHS

Iwan Supriyatna

Jum'at, 22 April 2022 | 09:29 WIB
President University Ingin Ikut Bangun AHS
Penandatanganan Perjanjian Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) antara President University dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

“Jumlah dokter masih kurang. Jadi, harus ditambah,” kata Prof. Yudi Mulyana, Dekan Fakultas Kedokteran, Unpad, dalam sambutannya pada acara tersebut.

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia memberi pelajaran bahwa standar World Health Organization (WHO) belum memadai. WHO menetapkan standar 1 dokter per 10.000 penduduk. Dalam kondisi normal, standar tersebut mungkin cukup.

Namun, jika terjadi bencana kesehatan, seperti pandemi atau wabah lainnya, jumlah tersebut sangat kurang. Ini tentu sangat merugikan, karena akan ada korban yang tidak tertolong, termasuk korban dari kalangan dokter dan tenaga kesehatan.

Itulah yang terjadi selama pandemi Covid-19 di Indonesia dan negara-negara lainnya. Pandemi Covid-19 mengingatkan bahwa menambah jumlah dokter, termasuk fasilitas pendukung, kini menjadi kebutuhan. Jangan sampai bencana kesehatan, yang menelan banyak korban akibat kurangnya jumlah dokter, berulang kembali.

Kondisi ini sangat potensial terjadi. Seiring dengan globalisasi, interaksi antarnegara dan warga dunia menjadi semakin intensif. Ini membuat penyakit dapat dengan cepat menular dari satu negara ke negara lainnya, dari satu daerah ke daerah lainnya. Itulah yang terjadi pada saat pandemi Covid-19.

Jadi, wabah atau pandemi dapat terjadi setiap saat. Sementara, di sisi lain distribusi dokter di Indonesia masih belum merata.

“Distribusi dokter memang masih menjadi masalah,” kata Prof. Yudi Mulyana.

Di kota-kota besar ada banyak dokter, tetapi di kota-kota kecil sebaliknya. Jika terjadi pandemi atau wabah, ini tentu mempersulit penanganan dan meningkatkan risiko.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2019 mengungkapkan, DKI Jakarta memiliki 6-7 dokter umum untuk setiap 10.000 penduduknya.

baca juga

Ini jauh di atas standar WHO. Namun, provinsi tetangganya, yakni Provinsi Banten dan Jawa Barat, hanya memiliki 1 dokter umum per 10.000 penduduk. Potret serupa juga terjadi di Provinsi Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Maluku.

Selain kurangnya jumlah dokter, distribusinya juga menjadi masalah. Pendirian Fakultas Kedokteran di PresUniv diharapkan bisa ikut memberikan kontribusi dalam menyelesaikan tantangan tersebut.

Fakultas Kedokteran, PresUniv, akan memiliki beberapa keunggulan. Pertama, lokasi kampusnya di kawasan industri Jababeka, kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini menjadi tempat beroperasinya 2.000-an perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai negara.

Semua perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 1 juta pegawai, termasuk ekspatriat. Untuk itu Fakultas Kedokteran, PresUniv, akan memberikan perhatian besar terhadap isu-isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan industri.

Kedua, Fakultas Kedokteran, PresUniv, akan fokus pada layanan kesehatan primer dengan meningkatkan upaya-upaya preventif dan promotif. Fakultas Kedokteran ini tak hanya akan menjalankan fungsi pendidikan, tapi juga ingin kehadirannya memberikan dampak ke masyarakat. Ini akan dicapai melalui serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penelitian.

Ketiga, kegiatan perkuliahan di PresUniv menggunakan bahasa Inggris. Ini berlaku pula untuk Fakultas Kedokteran. Saat ini kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting. Banyak jurnal, publikasi ilmiah atau event internasional yang menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, bahasa Inggris juga diperlukan bagi mahasiswa atau lulusan PresUniv yang ingin memperluas jejaringnya sampai ke tingkat internasional.

Dengan menguasai bahasa Inggris, peluang mahasiswa dan lulusan Fakultas Kedokteran, PresUniv, untuk mengembangkan diri akan menjadi lebih terbuka. Dengan kemampuannya dalam berbahasa Inggrisnya, hal itu juga membuka peluang bagi segenap lulusan Fakultas Kedokteran untuk berkarier di luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mempertemukan Garis Sampah dan Garis Pariwisata di Satu Titik

Mempertemukan Garis Sampah dan Garis Pariwisata di Satu Titik

Bisnis | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:23 WIB

President University Tanda Tangani Kerjasama Dengan UNPAD, Apa Isinya?

President University Tanda Tangani Kerjasama Dengan UNPAD, Apa Isinya?

Bisnis | Senin, 20 Desember 2021 | 15:05 WIB

PresUniv Gelar Jazz Goes to Campus 2021 di Jababeka

PresUniv Gelar Jazz Goes to Campus 2021 di Jababeka

Bisnis | Jum'at, 05 November 2021 | 05:05 WIB

Terkini

Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak

Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak

News | Senin, 14 September 2026 | 15:31 WIB

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Bola | Senin, 14 September 2026 | 15:29 WIB

Viral Maudy Ayunda Disebut Tone Deaf Gegara Konten Mindfulness, Apa Sih Artinya?

Viral Maudy Ayunda Disebut Tone Deaf Gegara Konten Mindfulness, Apa Sih Artinya?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:28 WIB

Barier Beton Digeser Demi Putaran Liar, Dishub Pasang Pengaman Tambahan di Flyover Pesing

Barier Beton Digeser Demi Putaran Liar, Dishub Pasang Pengaman Tambahan di Flyover Pesing

News | Senin, 14 September 2026 | 15:28 WIB

Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean

Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 15:26 WIB

Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro

Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro

Batam | Senin, 14 September 2026 | 15:25 WIB

Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti

Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti

News | Senin, 14 September 2026 | 15:22 WIB

15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir

15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 15:21 WIB

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?

Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

×