Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Kimia Farma Genjot Vaksin Booster Jelang Mudik Lebaran

Iwan Supriyatna

Selasa, 26 April 2022 | 12:43 WIB
Kimia Farma Genjot Vaksin Booster Jelang Mudik Lebaran
Ilustrasi vaksinasi. (Antara)

Suara.com - Dalam beberapa pekan terakhir, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Jumlah harian kasus positif mulai bisa dikendalikan seiring dengan makin banyaknya warga masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin primer (1 dan 2) serta vaksin booster / pelengkap (3).

Namun dengan jumlah yang masih di angka 35.165.470 juta jiwa yang sudah mendapatkan vaksin booster (data per tanggal 25 April 2022), hal ini tentu saja masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintahan Presiden Joko Widodo, terlebih saat ini, Indonesia telah memasuki musim arus mudik Lebaran tahun 2022.

Sebagai informasi, tahun 2022 ini Pemerintah Indonesia memperbolehkan warga masyarakatnya untuk pulang kampung ke kampung halamannya untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri 2022 mendatang. Kebijakan ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat. Namun Pemerintah Indonesia juga mensyaratkan sejumlah aturan untuk para pemudik.

Diantaranya adalah, untuk warga yang baru mendapatkan 1 dosis vaksin, wajib menyertakan hasil test RT-PCR. Yang telah mendapatkan dosis ke-2, wajib menyertakan hasil rapid test Antigen, sedangkan yang telah mendapatkan vaksin booster / pelengkap, tidak harus menyertakan hasil PCR maupun antigen.

Saat menjadi pembicara dalam sebuah webinar yang mengambil tema Peran Perusahaan Bagi Karyawan Yang Mudik – Vaksinasi Booster Sebelum Mudik pada hari Selasa (26/04/2022), dr. Jose Hady Putera selaku pemilik dan penanggung jawab Klinik Hadyan di Tangerang, menjelaskan tentang vaksin booster sangat penting bagi imun setiap penerimanya. Selain itu, hadir juga perwakilan dari PT Kimia Farma Tbk., Eva Fairus selaku GM Marketing & Sales Produk Farma / VGR Acceleration Head

Menurut dr. Jose Hady Putera, vaksin booster sangat penting untuk meningkatkan imun tubuh karena kita tidak tahu dengan siapa kita akan kontak langsung. Selain itu, Jose Hady Putera juga menjelaskan bahwa setelah kita mendapatkan dosis vaksin ke-2, dalam jangka waktu kurang lebih 6 bulan pasti akan turun efektivitasnya, oleh karena itu dengan adanya booster, tubuh kita akan ingat bahwa ada penyakit Covid-19.

“Setelah kita mendapatkan dosis vaksin ke-2, dalam jangka waktu kurang lebih 3-6 bulan pasti akan turun efektivitasnya, oleh karena itu dengan adanya booster, tubuh kita akan ingat bahwa ada penyakit Covid-19 dan penyakit itu sudah bisa diatasi dengan vaksin booster,” ujar Jose Hady Putera ditulis Selasa (26/4/2022).

Jose Hady Putera juga menambahkan, vaksin booster bisa menangkal 70% dari varian baru / mutasi Covid-19. Oleh karena itu Jose Hady Putera mengingatkan agar masyarakat bisa terus menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga kebersihan, dan lain-lain.

“Masyarakat yang telah mendapatkan vaksin booster dan akan mudik ke kampung halaman, tetap harus menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan protocol kesehatan,” tambah Jose Hady Putera.

Sementara itu Eva Fairus dari PT Kimia Farma menjelaskan bahwa saat ini menurut data Kemenkes RI, baru sekitar 16% masyarakat Indonesia yang baru mendapatkan vaksin booster. PT Kimia Farma selaku BUMN di bidang farmasi juga mengungkapkan bahwa, banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menanyakan ketersedian vaksin Sinopharm di Kimia Farma.

Hal ini mengingat bahwa vaksin Sinopharm dari Kimia Farma menjadi vaksin primer dan booster bagi perusahaan-perusahaan yang mengikuti program Vaksinasi Gotong Royong (VGR).

Eva juga menambahkan ada sejumlah syarat bagi perusahaan yang ingin mengikuti program “Alur Mudik Bersama”.

“Pertama, Perusahaan dapat melakukkan pendaftaran diaplikasi yang tersedia https://labklinikkimiafarma.co.id. Kedua, Calon peserta mudik bisa melakukkan vaksinansi booster di 350 Klinik Kimia Farma Seluruh Indonesia atau lokasi-lokasi lain yang ditunjuk oleh BUMN. Ketiga, Setelah Melakukan Vaksin di Outlet Kimia Farma dan mendaftar maka akan mendapatkan konfirmasi tiket vaksin melalui Whatsapp,” ungkap Eva.

“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan vaksinasi booster dan dukungan Perusahaan untuk membantu mempercepat pencapaian pemberian vaksinasi booster baik bagi pegawai sendiri, keluarganya maupun masyarakat lain di sekitar perusahaan untuk mendapatkan akses vaksinasi booster melalui mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR),” tutup Eva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buruh Pabrik di Riau Dapatkan Vaksin Booster Jelang Libur Lebaran

Buruh Pabrik di Riau Dapatkan Vaksin Booster Jelang Libur Lebaran

Bisnis | Selasa, 26 April 2022 | 12:36 WIB

YKMI Sebut Hanya ada Tiga Vaksin yang Mempunyai Sertifikat Halal

YKMI Sebut Hanya ada Tiga Vaksin yang Mempunyai Sertifikat Halal

Surakarta | Selasa, 26 April 2022 | 10:43 WIB

Patuhi Putusan MA, Pemerintah Pakai Vaksin Sinovac Untuk Booster

Patuhi Putusan MA, Pemerintah Pakai Vaksin Sinovac Untuk Booster

News | Selasa, 26 April 2022 | 08:56 WIB

Terkini

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:06 WIB

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:57 WIB

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:35 WIB

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:37 WIB

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:19 WIB

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:10 WIB

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:02 WIB