Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru

Achmad Fauzi

Rabu, 29 Juli 2026 | 08:50 WIB
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
Ilustrasi Kereta Api. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • PT KAI bersama BRIN mengembangkan sistem keselamatan ATP untuk mencegah kecelakaan kereta api di Indonesia.
  • Roadmap pengembangan teknologi ATP ditargetkan memasuki tahap uji lapangan hingga triwulan kedua tahun 2027.
  • Sistem ATP berfungsi mencegah pelanggaran sinyal, mengawasi kecepatan, dan menyampaikan informasi operasional kepada masinis.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menyiapkan pengembangan teknologi Automatic Train Protection (ATP) sebagai sistem keselamatan untuk mencegah kecelakaan kereta api. Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

KAI telah menyusun roadmap pengembangan ATP yang ditargetkan memasuki tahap uji lapangan hingga triwulan II 2027.

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan, pengembangan ATP membutuhkan proses yang panjang karena harus disesuaikan dengan karakteristik operasional perkeretaapian di Indonesia.

"Keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap proses adopsi teknologi di KAI. Kolaborasi bersama BRIN memberi ruang bagi kami untuk menguji berbagai alternatif teknologi berbasis riset sehingga keputusan implementasinya memiliki landasan teknis, operasional, dan keselamatan yang kuat," ujar I Gede di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Perjalanan KA Argo Bromo Anggrek terhambat setelah menabrak mobil di perlintasan sebidang di Grobogan, Sabtu (17/8/2024). [ANTARA/HO-KAI Daop Semarang]
Perjalanan KA Argo Bromo Anggrek terhambat setelah menabrak mobil di perlintasan sebidang di Grobogan. [ANTARA/HO-KAI Daop Semarang]

ATP merupakan sistem proteksi perjalanan kereta api yang memiliki tiga fungsi utama, yakni mencegah kereta melintasi sinyal berhenti atau Signal Passed at Danger (SPAD), mengawasi kecepatan perjalanan kereta, serta menyampaikan informasi operasional kepada masinis.

Teknologi tersebut bekerja melalui integrasi perangkat yang dipasang pada infrastruktur jalur dengan perangkat onboard di lokomotif maupun kereta berpenggerak. Pengembangannya juga mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tahun 2014 mengenai kewajiban implementasi Sistem Kendali Kereta Otomatis.

Dalam proses pengembangannya, KAI bersama BRIN akan menggunakan pendekatan Proof of Product sebagai tahapan validasi sebelum menentukan teknologi ATP yang akan diimplementasikan.

Melalui pendekatan tersebut, KAI akan menguji fungsi, integrasi, hingga kinerja teknologi dalam kondisi yang menyerupai operasional sebenarnya. Langkah ini juga bertujuan mengidentifikasi potensi risiko, kebutuhan penyesuaian, serta kesiapan sistem sebelum diterapkan secara luas.

"Proof of Product memungkinkan teknologi dinilai dalam situasi operasional yang relevan. KAI dapat memahami sejak awal fungsi, antarmuka, kebutuhan integrasi, potensi risiko, serta kemampuan pemeliharaannya sebelum teknologi tersebut diterapkan dalam skala yang lebih luas," kata I Gede.

baca juga

Roadmap pengembangan ATP dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama dimulai pada triwulan III 2026 melalui pembentukan ATP Working Group yang melibatkan KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Bersamaan dengan itu, KAI juga akan bekerja sama dengan BRIN untuk mengkaji berbagai aspek lokal, mulai dari standardisasi, kondisi cuaca, dampak sambaran petir, hingga keberlanjutan pemeliharaan sistem.

Tim tersebut akan menyusun konsep adopsi ATP, kebutuhan fungsional, roadmap implementasi, kerangka kerja konsultan, kajian keberagaman sarana dan prasarana, analisis kesenjangan, hingga rekomendasi teknologi yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

Tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada triwulan IV 2026 dengan fokus pada penyusunan desain Proof of Product, penetapan kebutuhan teknis, operasional, dan keselamatan, serta pelaksanaan market sounding kepada penyedia teknologi.

Sementara itu, tahap ketiga akan berlangsung mulai triwulan IV 2026 hingga paling lambat triwulan II 2027. Pada fase ini, teknologi ATP akan memasuki tahapan validasi melalui uji lapangan, evaluasi, serta safety assessment terhadap aspek operasional maupun perangkat yang digunakan pada sarana dan prasarana.

Kajian tersebut mencakup teknologi ATP berbasis perangkat onboard, balise atau transponder di jalur rel, hingga integrasi dengan sistem persinyalan yang sudah ada. Selain itu, KAI juga mengeksplorasi pemanfaatan teknologi berbasis satelit dan komunikasi nirkabel yang masih memerlukan kajian lebih lanjut terkait regulasi serta kesiapan jaringan komunikasi khusus perkeretaapian.

Menurut I Gede, keberhasilan kolaborasi ini tidak hanya diukur dari keberhasilan riset, tetapi juga kemampuan menghasilkan teknologi yang dapat diintegrasikan dengan sistem perkeretaapian nasional secara aman dan berkelanjutan.

"Arah akhirnya adalah membangun ekosistem inovasi perkeretaapian Indonesia yang semakin mandiri, adaptif, serta mampu mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan dalam jangka panjang," pungkas I Gede.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!

Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:10 WIB

Perhatian Penumpang KRL Bogor, Jalur Naik-Turun Berubah Tapi Jadwal Tetap Normal

Perhatian Penumpang KRL Bogor, Jalur Naik-Turun Berubah Tapi Jadwal Tetap Normal

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:31 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

Terkini

Tips Nutrisi Terbaik bagi Profesional dengan Aktivitas Padat, Jaga Energi dan Fokus Sepanjang Hari

Tips Nutrisi Terbaik bagi Profesional dengan Aktivitas Padat, Jaga Energi dan Fokus Sepanjang Hari

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Bantu Warga Dapatkan Kerja, Pemprov DKI Tebus Ribuan Ijazah Tertahan Senilai Rp4,67 Miliar

Bantu Warga Dapatkan Kerja, Pemprov DKI Tebus Ribuan Ijazah Tertahan Senilai Rp4,67 Miliar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Jelang Hadapi Persib, Pelatih Melbourne Victory Soroti Kebakaran Hutan dan Kualitas Udara Indonesia

Jelang Hadapi Persib, Pelatih Melbourne Victory Soroti Kebakaran Hutan dan Kualitas Udara Indonesia

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:19 WIB

HP Android Jadul Punya Kesempatan Hidup Kedua Berkat iOS 26

HP Android Jadul Punya Kesempatan Hidup Kedua Berkat iOS 26

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos

Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bagaimana Cara Daftar Antrean Paspor Online 2026?

Bagaimana Cara Daftar Antrean Paspor Online 2026?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Takut Jadi Perawan Tua Jadi Pemicu Perkawinan Anak di Lombok

Takut Jadi Perawan Tua Jadi Pemicu Perkawinan Anak di Lombok

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Kapolda Riau Ungkap Polisi Idap Skizofrenia Masih Dinas, Kini Diduga Bunuh Ibu Kandung

Kapolda Riau Ungkap Polisi Idap Skizofrenia Masih Dinas, Kini Diduga Bunuh Ibu Kandung

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:12 WIB

RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah

RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:10 WIB

×