Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Kilang Pertamina Terbesar di Asia Tenggara Ada di Cilacap, Segini Kapasitasnya

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 29 April 2022 | 15:47 WIB
Kilang Pertamina Terbesar di Asia Tenggara Ada di Cilacap, Segini Kapasitasnya
Ilustrasi kawasan Pertamina Cilacap (Dok. Pertamina)

Suara.com - Pertamina merupakan perusahaan negara yang berwenang dalam pengelolaan minyak dan gas di Indonesia. Unit Pertamina terbesar di Asia Tenggara terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Dilansir dari website resmi Pertamina, Refinery Unit IV Cilacap merupakan salah satu dari tujuh jajaran unit pengolahan di tanah air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari, dengan fasilitas lengkap. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

Selain itu kilang ini merupakan satu-satunya kilang di Indonesia yang saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional. Kilang di Pertamina Refinery Unit IV Cilacap terdiri atas:

Kilang Minyak I

Kilang Minyak I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100.000 barrel/hari. Kilang Minyak I ini beroperasi sejak diresmikan Presiden RI tanggal 24 Agustus 1976.

Sejalan dengan peningkatan kebutuhan konsumen, tahun 1998/1999 ditingkatkan kapasitasnya melalui Debottlenecking project sehingga menjadi 118.000 barrel/hari.

Kilang ini dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah, dengan maksud selain mendapatkan BBM sekaligus untuk mendapatkan produk NBM yaitu bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal.

Mengolah minyak dari Timur tengah bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal, mengingat karakter minyak dari dalam negeri tidak cukup ekonomis untuk produksi dimaksud.

Kilang Minyak II

Kilang Minyak II ini dibangun tahun 1981, dengan pertimbangan untuk pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri yang terus meningkat. Kilang yang mulai beroperasi 4 Agustus 1983 setelah diresmikan Presiden RI, memiliki kapasitas awal 200.000 barrel/hari.

Kemudian mengingat laju peningkatan kebutuhan BBM ditanah air, sejalan dengan proyek peningkatan kapasitas (debottlenecking) pada tahun 1998/1999, kapasitasnya juga ditingkatkan menjadi 230.000 barrel/hari. Kilang ini mengolah minyak "cocktail" yaitu minyak campuran, tidak saja dari dalam negeri juga di impor dari luar negeri.

Kilang Paraxylene

Kilang Paraxylene Cilacap dibangun tahun 1988 dan beropersi setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Desember 1990. Kilang ini menghasilkan produk NBM dan Petrokimia.

Pertimbangan pembangunan Kilang ini didasarkan atas tersedianya bahan baku Naptha yang cukup dari Kilang Minyak II Cilacap, adanya sarana pendukung berupa dermaga tangki dan utilitas, serta terbukanya peluang pasar di dalam maupun luar negeri. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Implementasikan ESG Terintegrasi, Pertamina Raih 3 Penghargaan Emisi Transparansi Korporasi 2022

Implementasikan ESG Terintegrasi, Pertamina Raih 3 Penghargaan Emisi Transparansi Korporasi 2022

News | Jum'at, 29 April 2022 | 14:07 WIB

Konsumsi BBM di Sumut Diprediksi Meningkat saat Mudik Lebaran

Konsumsi BBM di Sumut Diprediksi Meningkat saat Mudik Lebaran

Sumut | Jum'at, 29 April 2022 | 03:35 WIB

Parah! Penampakan Teluk Bima NTB Berwarna Coklat di Sekitar Pertamina

Parah! Penampakan Teluk Bima NTB Berwarna Coklat di Sekitar Pertamina

Kaltim | Kamis, 28 April 2022 | 21:00 WIB

PGN Subholding Gas Pertamina Lanjutkan Tren Positif dengan Mencatat Laba bersih Rp 1,7 Triliun di Triwulan I 2022

PGN Subholding Gas Pertamina Lanjutkan Tren Positif dengan Mencatat Laba bersih Rp 1,7 Triliun di Triwulan I 2022

News | Kamis, 28 April 2022 | 16:27 WIB

Konsumsi BBM dan LPG Diprediksi Meningkat di Aceh

Konsumsi BBM dan LPG Diprediksi Meningkat di Aceh

Sumut | Kamis, 28 April 2022 | 15:40 WIB

Subholding Pertamina Salurkan Kebutuhan Gas Buat Gerai UMKM di Rest Area Tol Purbaleunyi

Subholding Pertamina Salurkan Kebutuhan Gas Buat Gerai UMKM di Rest Area Tol Purbaleunyi

Bisnis | Kamis, 28 April 2022 | 00:15 WIB

Terkini

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:47 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:31 WIB

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:29 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:41 WIB

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:06 WIB

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:01 WIB

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:51 WIB