facebook

Wujudkan Komitmen Dukungan, Bank Mandiri Berikan Bus Disabilitas ke YPAC

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Wujudkan Komitmen Dukungan, Bank Mandiri Berikan Bus Disabilitas ke YPAC
Bank Mandiri Berikan Bus Disabilitas ke YPAC. (Dok: Bank Mandiri)

Bank Mandiri juga berkolaborasi dengan Yayasan Menembus Batas dan Komisi Nasional Disabilitas Indonesia.

Suara.com - Bank Mandiri melalui program Mandiri Sahabat Difabel kembali mewujudkan dukungan terhadap komunitas disabilitas. Kali ini Bank Mandiri menyerahkan bantuan bus disabilitas sebagai sarana penunjang bagi siswa-siswi Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar mengatakan program ini merupakan inisiatif Bank Mandiri untuk mewujudkan komitmen dukungan terhadap komunitas difabel. "Bantuan ini juga menjadi semangat bagi kami untuk mewujudkan inklusivitas bagi masyarakat rentan khususnya kelompok penyandang disabilitas," terangnya di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Sebelumnya, lewat kolaborasi dengan komunitas Difa Bergerak Indonesia dan komunitas Difabike, Bank Mandiri menyalurkan bantuan berupa pemberian sembako di Jawa Barat dan Jawa Tengah kepada komunitas Difa Bergerak Indonesia dan pembangunan Disability Entrepreneurship Center untuk komunitas Difabike di Jogjakarta.

Alexandra menjelaskan, dalam mendorong pemberdayaan komunitas difabel pihaknya juga memberikan bantuan sarana dan prasarana kesehatan untuk 23 Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) dan sekolah luar biasa yang tersebar di beberapa provinsi Indonesia.

Baca Juga: Besok, Polisi Panggil Komunitas Sepatu Roda yang Melintas di Jalan Gatot Subroto

"Kami juga telah memberikan apresiasi kepada National Paralympic Comittee (NPC) berupa satu unit bus untuk menunjang kegiatan Pelatnas Atlet Paralympic Indonesia," imbuhnya.

Sebelumnya, Bank Mandiri juga berkolaborasi dengan Yayasan Menembus Batas dan Komisi Nasional Disabilitas Indonesia menggelar Program Pelatihan Call Centre dan Seminar Kewirausahaan untuk Perwujudan Ekonomi Inklusif. Program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing ini diselenggarakan di 6 kota besar, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Solo, Surabaya, dan Bali bersama lebih dari 300 masyarakat penyandang disabilitas.

Komentar