Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Dolar AS Melemah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi Tembus USD112/Barel

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 20 Mei 2022 | 07:59 WIB
Dolar AS Melemah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi Tembus USD112/Barel
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia akhirnya bangkit dari kerugian dua hari pada perdagangan yang berakhir pada Kamis.

Kenaikan ini didukung depresiasi dolar dan ekspektasi China yang bakal melonggarkan beberapa pembatasan penguncian yang dapat meningkatkan permintaan.

Mengutip CNBC, Jumat (20/5/2022) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Juli, patokan internasional, ditutup melonjak USD2,93 atau 2,7 persen menjadi USD112,04 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni melambung USD2,62, atau 2,4 persen menjadi USD112,21 per barel.

Patokan minyak mentah melanjutkan serentetan ayunan liar mereka, dengan Brent dan WTI melesat hampir USD5 per barel dalam rentang beberapa jam, pulih dari kerugian awal pekan ini.

"Pasar sangat fluktuatif. Pasar bereaksi terhadap semua jenis berita yang berbeda dari jam ke jam, dan pergerakan di pasar minyak dari hari ke hari semakin dibesar-besarkan." kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston

Di China, investor mencermati rencana untuk melonggarkan pembatasan virus korona mulai 1 Juni di kota terpadat Shanghai, yang dapat mendorong rebound permintaan minyak dari importir minyak mentah terbesar dunia itu.

Pasar minyak juga rebound karena dolar melemah. Indeks Dolar (Indeks DXY) secara luas merosot 1 persen pada Kamis, setelah kenaikan baru-baru ini.

Minyak sering bergerak terbalik terhadap dolar karena sebagian besar transaksi minyak mentah global dihargai dalam dolar, sehingga kenaikan  greenback  membuat minyak mentah lebih mahal bagi importir besar.

Namun, kenaikan minyak mentah agak tersendat, dengan Brent dan WTI diperdagangkan dalam kisaran karena jalur permintaan yang tidak pasti. Investor, khawatir tentang kenaikan inflasi dan tindakan yang lebih agresif dari bank sentral, mengurangi eksposur ke aset berisiko.

"Brent tampaknya ditempatkan di atas USD100 tetapi saya pikir risiko resesi dan semua kekhawatiran tentang permintaan China membatasi sisi atas dan akan terus melakukan itu," kata Bill Farren-Price, Kepala Riset Enverus di London.

Kemungkinan larangan Uni Eropa atas impor minyak Rusia mendukung harga. Bulan ini UE mengusulkan paket sanksi baru terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus."

Paket itu mencakup larangan total impor minyak dalam waktu enam bulan, tetapi langkah tersebut belum diadopsi, dengan Hungaria di antara penentang yang paling vokal dari rencana tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Penyulingan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Anjlok 2,5 Persen

Produksi Penyulingan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Anjlok 2,5 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2022 | 08:02 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen, Tertekan Ekspektasi Pasokan Venezuela

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen, Tertekan Ekspektasi Pasokan Venezuela

Bisnis | Rabu, 18 Mei 2022 | 07:34 WIB

Lockdown China Mulai Dibuka, Harga Minyak Dunia Naik Lagi ke Posisi USD114/Barel

Lockdown China Mulai Dibuka, Harga Minyak Dunia Naik Lagi ke Posisi USD114/Barel

Bisnis | Selasa, 17 Mei 2022 | 07:38 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB