Respon Pelemahan Dolar AS, Harga Emas Dunia dan Perak Melesat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 20 Mei 2022 | 08:03 WIB
Respon Pelemahan Dolar AS, Harga Emas Dunia dan Perak Melesat
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia melambung lebih dari 1,4 persen pada perdagangan akhir Kamis, karena penurunan dolar dan imbal hasil US Treasury meningkatkan daya tarik  safe-haven logam kuning tersebut.

Selain itu data ketenagakerjaan Amerika yang lemah menambah kekhawatiran investor akan kondisi ekonomi.

Mengutip data RTI, Jumat (20/5/2022) harga emas di pasar spot melonjak 1,4 persen menjadi USD1.840,97, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melesat 1,4 persen menjadi USD1.841,2 per ounce.

Harga emas tergelincir mendekati level terendah empat bulan pada sesi Senin, dan meroket sekitar 3 persen sejak dolar mundur dari level tertinggi 20 tahun.

"Dolar jatuh dan imbal hasil secara signifikan lebih rendah, dan ini adalah kabar baik bagi emas," kata Edward Moya, analis OANDA.

Membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri, Indeks Dolar (Indeks DXY) merosot 1 persen, sementara imbal hasil US Treasury jetuh ke level terendah tiga minggu.

Meski jumlah orang Amerika yang menganggur berada di level terendah sejak 1969 pada awal Mei, klaim pengangguran mingguan secara tak terduga naik pekan lalu.

"Emas menarik aliran safe-haven  karena fokus bergeser ke pelemahan di Amerika dengan klaim pengangguran meningkat serta semua pembicaraan negatif tentang inflasi. Ada pesimisme yang cukup besar terhadap saham global," papar Moya.

Lebih lanjut membantu daya tarik logam  safe-haven itu, pasar ekuitas global merosot lebih jauh karena tanda-tanda baru perlambatan pertumbuhan membuat investor menjual saham dan beralih ke aset safe-haven.

baca juga

Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi. Namun, logam tersebut harus bertarung dengan dolar sebagai safe-haven akhir-akhir ini mengingat sikap kebijakan agresif Federal Reserve untuk melawan lonjakan harga.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tidak disukai ketika suku bunga naik.

"Penurunan harga emas baru-baru ini membantu daya tariknya di kalangan investor karena mereka terus mencari aman dari aset berisiko dan melakukan lindung nilai terhadap inflasi," ungkap Fawad Razaqzada, analis City Index.

Sementara itu harga perak di pasar spot melesat 2,5 persen menjadi USD21,92 per ounce, platinum melejit 3,1 persen menjadi USD964,23 dan paladium naik 0,1 persen menjadi USD2.018,06 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Imbas Melemahnya Imbal Hasil Treasury

Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Imbas Melemahnya Imbal Hasil Treasury

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2022 | 08:08 WIB

Kilau Emas Dunia Memudar Imbas Menguatnya Data Ritel AS

Kilau Emas Dunia Memudar Imbas Menguatnya Data Ritel AS

Bisnis | Rabu, 18 Mei 2022 | 08:04 WIB

Data Inflasi AS Bikin Harga Emas Dunia Makin Berkilau

Data Inflasi AS Bikin Harga Emas Dunia Makin Berkilau

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2022 | 08:46 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×