facebook

BI: Investor Masih Optimis dengan Pemulihan Ekonomi dan Iklim Investasi Indonesia

M Nurhadi
BI: Investor Masih Optimis dengan Pemulihan Ekonomi dan Iklim Investasi Indonesia
Sejumlah pekerja melewati spanduk sosialisasi COVID-19 di Kota Batam Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. (ANTARANaim)

Ketidakpastian pasar keuangan global karena meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana percepatan normalisasi kebijakan moneter negara maju bisa jadi penentu

Suara.com - Bank Indonesia meyakini, investor optimis dengan prospek pemulihan ekonomi domestik dan iklim investasi di Indonesia. Hal ini ditandai netto investasi langsung pada kuartal I 2022 sebesar 4,5 miliar dolar AS.

Meski demikian, ketidakpastian pasar keuangan global karena meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana percepatan normalisasi kebijakan moneter negara maju mungkin masih jadi faktor penentu.

Transaksi modal dan finansial pada kuartal I 2022 ini defisit 1,7 miliar dolar AS, lebih rendah dibanding defisit 2,2 miliar dolar AS pada kuartal IV 2021.

Dalam laporan terbaru, Bank Indonesia menyebut, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I 2022 mengalami defisit 1,8 miliar dolar AS.

Baca Juga: Bank Indonesia: Utang Luar Negeri Indonesia Lebih 6 Ribu Triliun Rupiah

Salah satu penyebabnya yaitu defisit pada transaksi modal dan finansial meskipun di sisi lain transaksi berjalan menikmati surplus.

Jumlah defisit transaksi modal dan finansial sebesar 1,7 miliar dolar AS pada kuartal I 2022 lebih tinggi dibanding capaian surplus pada neraca transaksi berjalan yang sebesar 0,2 miliar dolar AS, sehingga NPI kembali defisit seperti kuartal IV 2021.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam publikasi Laporan NPI di Jakarta menyebut, NPI pada kuartal I 2022 tetap baik dan mampu menopang ketahanan eksternal.

“Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” kata Erwin, Jumat (20/5/2022).

Sedangkan cadangan devisa hingga akhir Maret 2022 tercatat sebesar 139,1 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi 411,5 Miliar Dolar AS

Dalam komponen NPI, neraca transaksi berjalan berlanjut mencetak surplus sebesar 0,2 miliar dolar AS. Surplus pada transaksi berjalan karena meningkatnya nilai ekspor pada neraca perdagangan nonmigas seiring dengan harga ekspor komoditas global yang masih tinggi, seperti batu bara dan minyak sawit mentah.

Komentar