Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Arab Saudi dan OPEC+ Setuju Tambah Produksi Minyak Demi Tekan Harga dan Inflasi

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 03 Juni 2022 | 07:51 WIB
Arab Saudi dan OPEC+ Setuju Tambah Produksi Minyak Demi Tekan Harga dan Inflasi
Logo OPEC. (Shutterstock)

Suara.com - Arab Saudi dan negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC+ sepakat menambah produksi minyak untuk mengimbangi pengurangan pasokan akibat sanksi Rusia demi meredakan lonjakan harga minyak dan inflasi.

Hal ini dilakukan jelang kunjungan Presiden Amerika Serikat joe Biden ke Riyadh. OPEC+ mengatakan telah setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari (bph) pada Juli atau 0,7 persen dari permintaan global dan jumlah yang sama pada Agustus versus rencana awal untuk menambah 432.000 barel per hari selama tiga bulan hingga September.

Hal ini jadi tanda kesediaan Arab Saudi dan negara-negara Teluk OPEC lainnya untuk memompa lebih banyak minyak setelah sebelumnya Barat 'merengek' untuk meminta pasokan lebih demi mengatasi kekurangan energi global yang diperburuk oleh sanksi Barat terhadap Rusia.

Harga minyak naik di tengah berita tersebut menuju 117 per barel karena para analis mengatakan peningkatan produksi riil tidak akan signifikan karena sebagian besar anggota OPEC kecuali Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sudah memompa pada kapasitasnya.

Awal tahun ini, harga minyak mendekati puncak sepanjang masa 147 dolar AS yang dicapai pada 2008.

OPEC+, aliansi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan negara-negara produsen lainnya, termasuk Rusia, produksinya turun sekitar satu juta barel per hari menyusul sanksi Barat terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Amerika Serikat memang sudah lama menunggu hal ini jelang unjungan pertama Biden ke Riyadh setelah dua tahun hubungan tegang karena ketidaksepakatan mengenai hak asasi manusia, perang di Yaman dan pasokan senjata AS ke kerajaan itu.

Intelijen AS menuduh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, yang dikenal sebagai MBS, menyetujui pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018, sebuah tuduhan yang dibantah sang pangeran.

Arab Saudi dan tetangganya Uni Emirat Arab dikabarkan frustrasi pada penentangan pemerintahan Biden terhadap operasi militer mereka di Yaman dan kegagalan untuk mengatasi kekhawatiran Teluk tentang program rudal Iran dan proksi regionalnya.

Konflik Rusia dan Ukraina semakin menekan harga minyak, sementara pemerintah AS telah mencari lebih banyak pasokan dari sekutu Teluk seperti Arab Saudi dan Iran yang juga mereka sanksi tanpa alasan jelas.

Harga bensin yang meroket telah mendorong inflasi AS ke level tertinggi 40 tahun, memukul peringkat persetujuan Biden saat ia mendekati pemilihan paruh waktu. Biden sejauh ini menolak untuk berurusan dengan MBS sebagai penguasa de-facto Arab Saudi.

Sebuah sumber yang diberi pengarahan tentang masalah itu mengatakan Washington menginginkan kejelasan tentang rencana produksi minyak sebelum kunjungan Biden yang potensial untuk pertemuan puncak dengan para pemimpin Teluk Arab, termasuk MBS, di Riyadh.

Sumber kedua yang akrab dengan diskusi tentang kunjungan Biden mengatakan masalah itu tidak hanya terkait dengan produksi minyak, tetapi juga dengan masalah keamanan Teluk dan hak asasi manusia. Sumber itu mengatakan baik Riyadh maupun Washington telah menunjukkan lebih banyak kesiapan untuk mendengarkan kekhawatiran satu sama lain.

Gedung Putih mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan Kamis (2/6/2022) dan mengakui peran Arab Saudi dalam mencapai konsensus OPEC+.

Sanksi Barat dapat mengurangi produksi dari Rusia, pengekspor minyak terbesar kedua di dunia, sebanyak 2 juta hingga 3 juta barel per hari, menurut berbagai perkiraan industri.

Melansir Antara, Rusia sudah berproduksi di bawah target OPEC+ sebesar 10,44 juta barel per hari pada April dengan produksi berjalan sekitar 9,3 juta barel per hari.

Seorang diplomat Barat mengatakan Rusia mungkin siap untuk menyetujui anggota OPEC+ lainnya untuk mengisi kesenjangan dalam produksinya guna menjaga persatuan dalam kelompok dan mempertahankan dukungan dari Teluk, yang cenderung mengambil sikap netral atas perang Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curangi Timbangan Minyak Goreng Curah, Bos Sembako di Jakut Raup Untung Rp 6 Miliar

Curangi Timbangan Minyak Goreng Curah, Bos Sembako di Jakut Raup Untung Rp 6 Miliar

Jakarta | Jum'at, 03 Juni 2022 | 07:30 WIB

Kenaikan Suhu Panas di Arab Saudi Harus Diantisipasi, Kemenag Jogja Ingatkan Dua Hal Ini yang Mengancam Jamaah Haji

Kenaikan Suhu Panas di Arab Saudi Harus Diantisipasi, Kemenag Jogja Ingatkan Dua Hal Ini yang Mengancam Jamaah Haji

Jogja | Kamis, 02 Juni 2022 | 22:15 WIB

Marak Insiden Penembakan di AS, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Marak Insiden Penembakan di AS, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Jogja | Kamis, 02 Juni 2022 | 19:20 WIB

Anwar Abbas Puji Jenderal Dudung yang Sidak Harga Minyak Goreng ke Pasar

Anwar Abbas Puji Jenderal Dudung yang Sidak Harga Minyak Goreng ke Pasar

Riau | Kamis, 02 Juni 2022 | 19:35 WIB

Fakta Terkini Perang Ukraina-Rusia, Perlu Anda Ketahui

Fakta Terkini Perang Ukraina-Rusia, Perlu Anda Ketahui

Sulsel | Kamis, 02 Juni 2022 | 18:20 WIB

Harga Minyak Goreng Curah di Sumsel Masih Mahal, di Atas HET Rp14.000 Per Kilogram

Harga Minyak Goreng Curah di Sumsel Masih Mahal, di Atas HET Rp14.000 Per Kilogram

Sumsel | Kamis, 02 Juni 2022 | 15:28 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB