Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Singapura Terancam Krisis Daging Ayam Pasca Kebijakan Larangan Ekspor Malaysia

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 03 Juni 2022 | 10:44 WIB
Singapura Terancam Krisis Daging Ayam Pasca Kebijakan Larangan Ekspor Malaysia
Ilustrasi ternak ayam [ANTARA]

Suara.com - Keputusan Malaysia yang menghentikan semua ekspor ayam ke luar negeri memberi dampak signifikan pada Singapura.

Pasalnya, negara tetangga Kota Batam itu 34 persen kebutuhan daging ayam mereka diperoleh dari Malaysia.

Kebijakan yang diberlakukan sejak 1 Juni 2022 itu, merupakan buntut dari krisis daging ayam yang terjadi Malaysia. 
Channel News Asia (CNA) melaporkan, Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob memutuskan untuk menghentikan ekspor guna memenuhi kebutuhan dalam negeri pada akhir Mei lalu.

Bersamaan dengan itu, pemerintah negeri jiran itu juga tengah menyelidiki dugaan penyebab kelangkaan pasokan daging ayam mulai dari kenaikan biaya produksi ayam, infeksi penyakit, cuaca ekstrem hingga kartel ayam.

Penutupan pasokan ayam dari Malaysia diprediksi akan membuat harga daging ayam di Singapura naik signifikan.

"Pengumuman mendadak oleh Malaysia kemungkinan akan berdampak buruk pada harga ayam dan produk terkait di Singapura," kata Presiden Asosiasi Konsumen Singapura (CASE) Melvin Yong.

Kelangkaan pasokan juga akan berdampak pada pedagang yang membutuhkan pasokan daging untuk usaha mereka.

"Larangan itu berarti kami tidak bisa lagi menjual. Ini seperti McDonald's tanpa burger," kata salah seorang pengusaha restoran OK Chicken Rice, Daniel Tan, dikutip dari Reuters.

Hingga kini, Badan Pangan Singapura (SFA) menegaskan, stok daging ayam beku masih aman meski pihaknya sudah bersiap mengantisipasi kelangkaan daging ayam dengan mencari pemasok ayam dari negara lain.

"Misalnya, mereka akan mengaktifkan rantai pasokan mereka untuk meningkatkan impor ayam dingin dari sumber alternatif, meningkatkan impor ayam beku dari pemasok non-Malaysia yang ada, atau menarik dari stok unggas mereka," tulis SFA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Mei 2022 0,40 Persen, Mahalnya Telur Ayam Hingga Ikan Jadi Pemicunya

Inflasi Mei 2022 0,40 Persen, Mahalnya Telur Ayam Hingga Ikan Jadi Pemicunya

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2022 | 14:11 WIB

Harga Makin Meroket, Telur Ayam Hingga Bawang Merah Jadi Pemicu Inflasi

Harga Makin Meroket, Telur Ayam Hingga Bawang Merah Jadi Pemicu Inflasi

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2022 | 14:03 WIB

Malaysia Larang Ekspor Ayam, Ini Alasannya

Malaysia Larang Ekspor Ayam, Ini Alasannya

Sumbar | Kamis, 02 Juni 2022 | 12:04 WIB

5 Kuliner Tasikmalaya yang Melegenda Ada Bubur Ayam sampai Pecel Oranye

5 Kuliner Tasikmalaya yang Melegenda Ada Bubur Ayam sampai Pecel Oranye

Lifestyle | Kamis, 02 Juni 2022 | 08:54 WIB

Malaysia Sedang Ribut Gara-gara Persoalan Ayam

Malaysia Sedang Ribut Gara-gara Persoalan Ayam

Malang | Kamis, 02 Juni 2022 | 08:37 WIB

Terjadi Kelangkaan Hingga Harga Naik Rp36.000 Per Ekor, Malaysia Stop Ekspor Ayam dan Produk Olahannya

Terjadi Kelangkaan Hingga Harga Naik Rp36.000 Per Ekor, Malaysia Stop Ekspor Ayam dan Produk Olahannya

Sumsel | Kamis, 02 Juni 2022 | 08:34 WIB

Terkini

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:16 WIB

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:05 WIB

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:59 WIB

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:41 WIB

Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target

Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:38 WIB