Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:38 WIB
Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target
Menteri PU Dody Hanggodo mengakui adanya keterlambatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri PU Dodi Hanggodo mengakui adanya keterlambatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
  • Progres pembangunan per 20 Mei 2026 mencapai 59 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2026.
  • Menteri PU memperketat pengawasan harian dan mewajibkan laporan progres fisik untuk memastikan 88 proyek berhasil selesai.

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo mengakui pembangunan Sekolah Rakyat mengalami keterlambatan dari target yang sebelumnya diperkirakan. Meski demikian, ia tetap optimistis sebagian besar proyek dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juni 2026.

Dodi mengatakan dirinya kini memantau progres pembangunan secara harian guna memastikan percepatan di lapangan berjalan sesuai target. Berdasarkan data yang diterimanya, progres rata-rata pembangunan per 20 Mei 2026 telah mendekati 60 persen.

"Sekolah rakyat insyaallah selesai, Bu, di Juni 2026. Memang kalau melihat progres harian, saya sekarang memantaunya hari per hari. Jadi per kemarin itu 20 Mei sudah rata-rata sudah 58 persen," kata Dodi di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan progres pembangunan setiap lokasi berbeda-beda. Beberapa titik mencatat kenaikan harian sekitar 1 persen hingga 2 persen.

"Jadi per hari itu ada yang progresnya 1 persen, ada progres harian 1,5 sampai 2 persen. Dengan begitu ya kira-kira sih dan sekarang sih sudah per kemarin sore jam 4 sore sudah 59 persen. Jadi insyaallah lah di Juni selesai," ujarnya.

Meski optimistis target penyelesaian dapat tercapai, Dodi mengakui proses pembangunan saat ini berada di luar perkiraannya. Menurut dia, keterlambatan seharusnya dapat dihindari mengingat proyek tersebut ditangani Direktorat Jenderal Prasarana Strategis yang memiliki sumber daya profesional.

"Harus diakui memang pembangunannya agak di luar prakiraan saya sebetulnya, karena dengan komposisi profesional yang ada di Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, harusnya keterlambatan seperti sekarang ini seharusnya tidak boleh terjadi," kata dia.

Dodi mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya harus turun langsung melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan di berbagai daerah. Tidak hanya memantau progres, ia juga mengaku ikut mencari solusi terhadap kendala yang dihadapi di lapangan.

"Tapi ya yang sudah ya sudahlah. Berkat dari itu kemudian beberapa orang harus saya ganti dan saya harus turun tangan langsung untuk memantau. Bukan hanya memantau, tapi memberikan solusi lainnya," ucapnya.

baca juga

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Dodi mewajibkan seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di tiap lokasi melaporkan perkembangan fisik pembangunan setiap hari.

"Tiap jam 4 sore itu semua Pejabat Pembuat Komitmen di tiap titik itu harus melaporkan progres fisiknya," kata Dodi.

Ia menyebut beberapa wilayah dengan progres pembangunan terendah saat ini berada di Sintang, Cilacap, Dharmasraya, Lampung Utara, dan Brebes. Di sisi lain, terdapat sejumlah daerah yang mencatat progres pembangunan paling tinggi, seperti Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan.

Kendati menghadapi keterlambatan, Dodi tetap memperkirakan mayoritas proyek Sekolah Rakyat dapat rampung sesuai target.

"Feeling saya mengatakan sekitar 88 dari total 93 (proyek) itu, 88 sukses," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:03 WIB

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:15 WIB

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:14 WIB

Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:43 WIB

Terkini

Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa

Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!

Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Darurat Karhutla Kalimantan: Saat Jutaan Manusia dan Satwa Endemik Berebut Ruang Napas

Darurat Karhutla Kalimantan: Saat Jutaan Manusia dan Satwa Endemik Berebut Ruang Napas

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Sebut Asap Riau Kiriman dari Jambi, Menteri Jumhur Tuai Kontroversi

Sebut Asap Riau Kiriman dari Jambi, Menteri Jumhur Tuai Kontroversi

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:36 WIB

8 Contoh Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita

8 Contoh Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Review Film Glass Heart: Ketika Musik Menjadi Jalan untuk Menemukan Diri

Review Film Glass Heart: Ketika Musik Menjadi Jalan untuk Menemukan Diri

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Bangkok Rebut Posisi Puncak Destinasi 'Workcation' Global 2026

Bangkok Rebut Posisi Puncak Destinasi 'Workcation' Global 2026

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Bully Berujung Maut di Pemalang, Siswa Kelas 8 Ditetapkan Jadi ABH, 17 Saksi Diperiksa

Bully Berujung Maut di Pemalang, Siswa Kelas 8 Ditetapkan Jadi ABH, 17 Saksi Diperiksa

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Kim Sang-sik Sesumbar Usai Vietnam Hajar Thailand di Final Piala AFF 2026, Tantang Messi dan Ronaldo

Kim Sang-sik Sesumbar Usai Vietnam Hajar Thailand di Final Piala AFF 2026, Tantang Messi dan Ronaldo

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi

Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:21 WIB

×