Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gaji Tukang Las Bawah Laut Ternyata Fantastis, Ini Nominalnya

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 06 Juni 2022 | 18:56 WIB
Gaji Tukang Las Bawah Laut Ternyata Fantastis, Ini Nominalnya
Ilustrasi tukang las bawah laut (pinterest)

Suara.com - Tukang las bawah laut menjadi profesi yang masih asing di Indonesia. Padahal, gaji tukang las bawah laut ternyata fantastis. Nominalnya bisa mencapai Rp1 miliar setiap tahun.

Kamu bisa membayangkan profesi ini ketika beberapa waktu lalu beredar konten di Twitter bahwa jaringan Telkomsel yang lambat salah satunya disebabkan oleh kabel bawah laut mereka yang bermasalah. Nah, untuk memperbaikinya, butuh keahlian seorang tukang las bawah laut. 

Di Amerika Serikat, tukang las bawah laut rata-rata digaji 34 dolar per jam atau sekitar Rp488.000. Jika mereka bekerja delapan jam sehari, gajinya bisa menyentuh Rp78 juta per bulan dan Rp1 miliar per tahun. Penasaran bagaimana bisa berkarier di profesi ini?

Situs Konsultan Ketenagakerjaan Amerika Serikat, TWI menjelaskan tukang las bawah laut biasanya melakukan pengelasan basah atau wet welding dan pengelasan kering atau dry welding.

Ada pula istilah hyperbaric welding yang biasanya digunakan ketika mengacu pada pengelasan kering namun untuk pengelasan bawah air untuk lingkungan basah.

Keduanya adalah hal yang perlu dikuasai oleh tukang las bawah laut. Hyperbaric welding ditemukan pada tahun 1932 oleh ahli metalurgi Rusia, Konstantin Krenov dan sejak itu telah diaplikasikan di seluruh dunia, termasuk memperbaiki kapal, jaringan pipa, dan anjungan minyak lepas pantai. 

Seperti disebutkan di atas, ada dua jenis dasar pengelasan bawah air yakni pengelasan kering dan pengelasan basah. Dalam pengelasan kering, ruang hiperbarik disegel di sekitar struktur yang akan dilas.

Ruang kemudian diisi dengan gas (biasanya campuran oksigen dan helium) untuk mengeluarkan air dan menciptakan atmosfer kering untuk pengelasan yang akan dilakukan. Ruang perlu ditekan ke tingkat yang tepat untuk mencegah tukang las menderita penyakit dekompresi saat bekerja.

Pengelasan basah bergantung pada pelepasan gelembung gas di sekitar busur listrik untuk melindungi lasan dan mencegah listrik yang dihantarkan melalui air.

Lapisan isolasi gelembung ini melindungi penyelam tetapi juga mengaburkan area pengelasan, sehingga lebih sulit untuk menyelesaikan pengelasan dengan benar.

Gelembung juga dapat mengganggu kolam las dan sambungan yang dilas mungkin mendingin terlalu cepat karena panas yang menghilang melalui air di sekitarnya. Ini meningkatkan risiko cacat seperti retak.

Pengelasan bawah air menggunakan pengaturan arus searah daripada arus bolak-balik, karena lebih aman bagi tukang las bawah air atau laut untuk bekerja.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pilu Guru di Sragen: Niat Minta SK Pensiun, Malah Diminta Kembalikan Gaji Mengajar Rp 160 Juta

Kisah Pilu Guru di Sragen: Niat Minta SK Pensiun, Malah Diminta Kembalikan Gaji Mengajar Rp 160 Juta

Surakarta | Senin, 06 Juni 2022 | 18:44 WIB

Jadi Trending, 4 Fakta Lelaki Curhat Biaya Pacaran Rp 2 Juta sampai Dianggap Malin Kundang

Jadi Trending, 4 Fakta Lelaki Curhat Biaya Pacaran Rp 2 Juta sampai Dianggap Malin Kundang

News | Senin, 06 Juni 2022 | 17:19 WIB

Batalkan Pengurangan Tenaga Kerja di Tesla Incorporation, Elon Musk Sebut Soal Gaji

Batalkan Pengurangan Tenaga Kerja di Tesla Incorporation, Elon Musk Sebut Soal Gaji

Otomotif | Senin, 06 Juni 2022 | 14:39 WIB

Pengusaha Minta Kenaikan UMP Buruh Tiap Tahun Menyesuaikan Kondisi Ekonomi

Pengusaha Minta Kenaikan UMP Buruh Tiap Tahun Menyesuaikan Kondisi Ekonomi

Bisnis | Senin, 06 Juni 2022 | 11:18 WIB

Kocak! Baru Juga Diresmikan, Kaesang Pangarep 'Ancam' Potong Gaji Gerard Artigas Gara-gara Ini

Kocak! Baru Juga Diresmikan, Kaesang Pangarep 'Ancam' Potong Gaji Gerard Artigas Gara-gara Ini

Surakarta | Minggu, 05 Juni 2022 | 20:01 WIB

UMR Jogja Trending, Warganet Menangis Hitung Gaji Buat Masuk Candi Borobudur

UMR Jogja Trending, Warganet Menangis Hitung Gaji Buat Masuk Candi Borobudur

News | Minggu, 05 Juni 2022 | 17:51 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB