Peningkatan Kesadaran Terkait Rokok Elektrik Perlu Ditingkatkan di Tengah Masyarakat

Iwan Supriyatna

Sabtu, 11 Juni 2022 | 14:20 WIB
Peningkatan Kesadaran Terkait Rokok Elektrik Perlu Ditingkatkan di Tengah Masyarakat
Ilustrasi rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - KONVO yang merupakan representasi resmi komunitas pengguna mendukung program APPNINDO sebagai komunitas industri rokok elektrik di tahun 2022 ini.

Hal itu diungkapkan Hokkop T I Situngkir, Ketua KONVO, dan Roy Lefrans, Ketua Umum APPNINDO dalam webinar yang diselenggarakan oleh RELX Indonesia bersama dengan APPNINDO dan KONVO berjudul "Cigarette VS e-Cigarette".

Dalam webinar tersebut, Roy mengatakan di tahun 2022 ini APPNINDO akan melakukan fokus pada beberapa hal yang juga akan didukung oleh KONVO. Di antaranya meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan kategori Rokok Elektrik (RE) dan Hasil Pengolahan Tembakau lainnya (termasuk memberikan advokasi perbedaan karakteristik dan profil risikonya).

“Kenapa tidak mau membuka diri bahwa sudah ada pengganti rokok konvensional yang adalah sebuah evolusi untuk masyarakat yang ingin beralih bahkan berhenti merokok. Agar terjadi penggunaan rokok elektrik yang bertanggung jawab perlu dua regulasi yang penting dan berkesinambungan, yakni mampu mencegah pengguna dibawah 18 tahun, serta menjamin akses informasi akurat dan perlindungan bagi perokok dewasa,” kata Roy ditulis Sabtu (11/6/2022).

Pernyataan Roy didukung oleh Hokkop sebagai perwakilan dari para konsumen rokok elektrik bahwa memang informasi terkait vaping sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk informasi mengenai kualitas dari rokok elektrik itu sendiri.

Dalam webinar tersebut, Yudhistira Eka Saputra, General Manager RELX Indonesia, menjelaskan bagaimana perbedaan dari rokok tembakau dengan rokok elektrik. Pembakaran rokok tembakau membutuhkan suhu diatas 650 derajat celcius, dan pada saat pembakaran tercipta banyak bahan-bahan berbahaya yang selanjutnya dapat menimbulkan penyakit.

Sedangkan rokok elektrik, memakai suhu dibawah 650. Yudhi dari RELX menyatakan bahwa produknya hanya menggunakan 220 derajat yang dinilai suhu paling tepat untuk mendapatkan sensasi merokok yang masih bisa dinikmati oleh para konsumennya.

“Setiap ada terobosan baru, pasti berhubungan dengan kualitas. Memasuki tahun keempat, RELX international sudah melakukan ekspansi yang luar biasa serta sudah menjadi market leader di dunia di luar Cina dan US, hal ini dikarenakan RELX berinvestasi yang masif dalam rangka menjamin dan memastikan bahwa produk yang dikeluarkan sudah memiliki standar dan kualitas yg baik,” tambah Yudhi.

Dalam kesempatan webinar ini Dr, Drg. Amaliya, MSc. pun turut memberikan pandangannya terkait rokok elektrik yang dinilai sebagai produk alternatif bagi para perokok dewasa yang ingin beralih atau berhenti merokok.

baca juga

“Ternyata tidak semua perokok bisa berhenti meski sudah ada warning atas resikonya, sehingga produk alternatif ini adalah sebuah solusi untuk beralih ke produk yg rendah resiko. Meskipun e-cigarette bukan bebas bahaya, namun dapat digunakan sebagai alternatif, hal ini juga berdasarkan riset dari Public Health England yang menyatakan bahwa rokok elektrik sudah 90% lebih aman dibanding rokok tembakau,” tuturnya.

Ketakutan masyarakat atas nikotin yang seringkali disebutkan sebagai penyebab kanker yang juga terkandung di dalam rokok elektrik disanggah oleh Drg. Amaliya.

“Nikotin bukan penyebab kanker, tapi memang menyebabkan adiksi. Namun jika overdosis pun akan berbahaya maka sebaiknya tetap harus berhati-hati dalam pengkonsumsiannya,” ucapnya.

Efek lainnya yang sudah biasa terjadi saat penggunaan rokok tembakau adalah perubahan warna pada gigi, hal ini disebutkan oleh Dosen dan Peneliti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran bahwa pewarnaan gigi terjadi dari tar, sementara sejauh ini berdasarkan beberapa penelitian terhadap gigi sapi, rokok elektrik tidak memberikan efek pewarnaan gigi, namun pada gigi manusia masih sedang dilakukan risetnya di Indonesia dan tentu jika sudah ada hasilnya akan segera diinformasikan ke masyarakat.

Kehadiran rokok elektrik adalah untuk memenuhi harm reduction dalam penggunaan rokok tembakau, dan bukan ingin menyaingi rokok tembakau karena rokok elektrik adalah produk alternatif bagi yang ingin beralih atau berhenti. Yudhi dan Roy sama-sama menghargai pengguna rokok tembakau yang masih belum mau beralih.

“Namun bagi yang tertarik untuk menggunakan rokok elektrik dan ingin memilih produk yang baik, tepat dan berkualitas, pilihlah produk yang bercukai dan merek yang sudah jelas,” tutup Roy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkes Dante Tegaskan Aturan Rokok Elektrik Sama dengan Rokok Konvensional

Wamenkes Dante Tegaskan Aturan Rokok Elektrik Sama dengan Rokok Konvensional

Health | Selasa, 31 Mei 2022 | 15:36 WIB

Survei RSUP Persahabatan: Sama Seperti Rokok Biasa, Vape Juga Bisa Bikin Kecanduan

Survei RSUP Persahabatan: Sama Seperti Rokok Biasa, Vape Juga Bisa Bikin Kecanduan

Health | Selasa, 31 Mei 2022 | 08:10 WIB

Ratusan Pemuda Anti-Rokok Berkumpul di IYSTC, Minta Pemerintah Lindungi Anak dari Manipulasi Industri Tembakau

Ratusan Pemuda Anti-Rokok Berkumpul di IYSTC, Minta Pemerintah Lindungi Anak dari Manipulasi Industri Tembakau

Health | Selasa, 24 Mei 2022 | 23:10 WIB

Terkini

5 Tablet Samsung dengan Stylus Pen dari yang Termurah Oktober 2026

5 Tablet Samsung dengan Stylus Pen dari yang Termurah Oktober 2026

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:29 WIB

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Jogja | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Lampung | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:20 WIB

×