The Fed Bersiap Kerek Suku Bunga, Harga Minyak Dunia Melemah

Rabu, 15 Juni 2022 | 07:29 WIB
The Fed Bersiap Kerek Suku Bunga, Harga Minyak Dunia Melemah
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan hari Selasa, di tengah kekhawatiran Federal Reserve akan mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dari perkiraan.

Mengutip CNBC, Rabu (15/6/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun USD1,10, atau 0,9 persen menjadi USD121,17 per barel.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), merosot USD2, atau 1,7 persen menjadi menetap di posisi USD118,93 per barel.

Sebagian besar pengamat memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga 50 basis poin pada akhir pertemuannya, Rabu. Tetapi setelah data indeks harga konsumen (IHK) yang sangat kuat untuk periode Mei, Jumat lalu, lebih banyak yang memperkirakan kenaikan suku bunga 75 basis poin.

"Ketakutan akan kenaikan basis poin yang lebih besar ini mendorong penurunan ekuitas dan minyak," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York.

Harga minyak tertekan oleh laporan bahwa Ketua Komite Keuangan Senat Amerika, Ron Wyden, berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang menetapkan pajak tambahan 21 persen atas keuntungan perusahaan minyak yang dianggap berlebihan.

RUU itu akan menerapkan pajak tambahan 21 persen atas keuntungan berlebih dari perusahaan minyak dan gas dengan pendapatan tahunan lebih dari USD1 miliar.

Ketatnya pasokan diperparah oleh penurunan ekspor dari Libya di tengah krisis politik yang memukul output dan mengganggu aktivitas pelabuhan.

Produsen OPEC Plus lainnya berjuang untuk memenuhi kuota produksi dan Rusia menghadapi larangan ekspor minyak karena perang di Ukraina.

Baca Juga: Pasokan Kembali Mengetat, Harga Minyak Melesat Ke Level 122 Dolar Per Barel

Departemen Energi (DOE) Amerika juga mengumumkan Pemberitahuan Penjualan keempat sebesar 45 juta barel minyak mentah dari Strategic Petroleum Reserve.

UBS menaikkan proyeksi harga Brent menjadi USD130 per barel untuk akhir September dan menjadi USD125 untuk tiga kuartal berikutnya, meningkat dari estimasi sebelumnya di USD115.

"Persediaan minyak yang rendah, kapasitas cadangan yang berkurang, dan risiko pertumbuhan pasokan yang berada di bawah pertumbuhan permintaan selama beberapa bulan mendatang mendorong kami untuk menaikkan perkiraan harga minyak kami," kata bank tersebut.

Lembaga pemeringkat Fitch menaikkan asumsi harga Brent dan WTI untuk 2022 masing-masing sebesar USD5 menjadi USD105 dan USD100 per barel.

Pasar menunggu laporan mingguan dari American Petroleum Institute, Selasa, dan Badan Informasi Energi, Rabu, untuk data persediaan minyak mentah dan bahan bakar Amerika.

Di sisi permintaan, wabah Covid terkini di China yang ditelusuri ke sebuah bar di Beijing menimbulkan kekhawatiran akan fase penguncian baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI