Pengamat: Redistribusi Pupuk Bersubsidi Harus Diimbangi Perbaikan Data Petani

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 21 Juni 2022 | 21:08 WIB
Pengamat: Redistribusi Pupuk Bersubsidi Harus Diimbangi Perbaikan Data Petani
Ilustrasi pupuk bersubsidi [Foto: Suaraindonesia]

Suara.com - Rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR kepada pemerintah untuk melakukan redistribusi pupuk bersubsidi diyakini efektif menjaga ketahanan pangan dan inflasi sepanjang diiringi dengan validasi data penerima.

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian mengatakan, pemerintah perlu memperbaiki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) sehingga kebijakan tersebut lebih tepat sasaran.

"Sesungguhnya RDKK sudah bagus, tetapi tetap butuh perbaikan karena ada banyak petani yang belum tercatat. Ini yang perlu diperbaiki," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Eliza menambahkan, redistribusi pupuk bersubsidi merupakan langkah tepat agar distribusi lebih baik dan sekaligus untuk menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika geopolitik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina sehingga berdampak pada pasokan bahan baku pupuk.

Menurutnya, perang antara Rusia dan Ukraina membawa dampak buruk bagi komoditas pangan sehingga meningkatkan indeks harga konsumen.

Musababnya, Ukraina adalah negara yang menjadi pemasok utama fosfat dan kalium yang menjadi bahan baku pupuk.

Akan tetapi, kata Eliza, pemerintah juga perlu lebih fleksibel dalam mendistribusikan pupuk yakni dengan mengacu pada identitas serta komoditas yang ditanam oleh kelompok petani.

"Di Indonesia ada daerah kelebihan komoditas tertentu, tetapi di daerah lain kekurangan komoditas itu, jadi belum merata, ini yang harus ditangani," ujarnya.

Dia meyakini, apabila dikelola dengan tepat, kebijakan redistribusi pupuk akan meningkatkan output pertanian serta menjamin ketersediaan pasokan pangan sehingga terjadi keseimbangan dari sisi penawaran maupun permintaan.

baca juga

Titik keseimbangan inilah yang perlu diprioritaskan sehingga konsumsi bahan pangan stabil serta Indonesia terhindar dari stagflasi atau tingkat inflasi tinggi yang berlangsung selama periode tertentu.

Redistribusi pupuk memang menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga pasokan komoditas pangan.

Sebab, melalui kebijakan ini subsidi akan benar-benar diberikan kepada kelompok tani yang membutuhkan. Degan demikian, kebijakan ini juga akan efektif mengangkat nilai tukar petani (NTP) yang terus mencatatkan penurunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, NTP nasional pada Mei 2022 sebesar 105,41, turun sebanyak 2,81% dibandingkan dengan NTP pada bulan sebelumnya yang mencapai 108,46.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Subsidi pupuk yang diterima petani itu sebetulnya membantu kenaikan NTP," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hingga Mei 2022, Program Makmur Pupuk Indonesia Terlaksana di 140.108 HA

Hingga Mei 2022, Program Makmur Pupuk Indonesia Terlaksana di 140.108 HA

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2022 | 10:40 WIB

Pupuk Mahal, Harga Cabai di Tanjungpinang dan Sekitarnya Naik Hingga Rp120 Ribu

Pupuk Mahal, Harga Cabai di Tanjungpinang dan Sekitarnya Naik Hingga Rp120 Ribu

Bisnis | Minggu, 19 Juni 2022 | 07:18 WIB

Pupuk Indonesia Telah Salurkan 133 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di NTB

Pupuk Indonesia Telah Salurkan 133 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di NTB

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2022 | 13:01 WIB

Terkini

Bandara Kualanamu Tiadakan Penerbangan ke Jakarta hingga Senin Sore

Bandara Kualanamu Tiadakan Penerbangan ke Jakarta hingga Senin Sore

Sumut | Senin, 07 September 2026 | 12:14 WIB

Ini Cara Benar Membersihkan Baju yang Terkena Abu Vulkanik, Fatal Jika Salah Langkah!

Ini Cara Benar Membersihkan Baju yang Terkena Abu Vulkanik, Fatal Jika Salah Langkah!

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 12:11 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Bandara Notohadinegoro Jember Masih Buka

Gunung Semeru Erupsi, Bandara Notohadinegoro Jember Masih Buka

Jatim | Senin, 07 September 2026 | 12:09 WIB

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Api lewat HP, Bisa Pantau dari Mana Saja

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Api lewat HP, Bisa Pantau dari Mana Saja

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 12:09 WIB

Semburan Asap Hitam di Pasar Baru Bikin Panik, Polisi Ungkap Penyebabnya

Semburan Asap Hitam di Pasar Baru Bikin Panik, Polisi Ungkap Penyebabnya

News | Senin, 07 September 2026 | 12:08 WIB

3 Sunscreen dengan SymWhite 377 untuk Memudarkan Flek Membandel Sesuai Review

3 Sunscreen dengan SymWhite 377 untuk Memudarkan Flek Membandel Sesuai Review

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 12:06 WIB

Purbaya Akui Kelas Menengah RI Tertekan, Tapi Yakin Bisa Tumbuh 2 Tahun Lagi

Purbaya Akui Kelas Menengah RI Tertekan, Tapi Yakin Bisa Tumbuh 2 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:06 WIB

Tim Advokat Tegaskan Keterangan Saksi Tak Buktikan Pemberian Uang ke Budiman Bayu Prasojo

Tim Advokat Tegaskan Keterangan Saksi Tak Buktikan Pemberian Uang ke Budiman Bayu Prasojo

Jabar | Senin, 07 September 2026 | 12:02 WIB

The Affair Was Just the Beginning Lebih Kompleks dari Drama Perselingkuhan

The Affair Was Just the Beginning Lebih Kompleks dari Drama Perselingkuhan

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 12:00 WIB

Gila! Harga Tiket Pesawat Makassar-Jakarta Tembus Rp6 Juta

Gila! Harga Tiket Pesawat Makassar-Jakarta Tembus Rp6 Juta

Sulsel | Senin, 07 September 2026 | 11:59 WIB

×