Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Penguatan Layanan On-Demand Dorong Peningkatan Transaksi dan Pendapatan GOTO

Iwan Supriyatna

Selasa, 28 Juni 2022 | 06:13 WIB
Penguatan Layanan On-Demand Dorong Peningkatan Transaksi dan Pendapatan GOTO
Ilustrasi GoTo.

Suara.com - Inovasi Gojek yang memberikan nilai tambah kepada konsumen akan mempercepat pertumbuhan profitabilitas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Tercermin dari kehadiran fitur GoTransit dan kepemimpinan GoFood yang berdasarkan hasil riset Tenggara Strategics menguasai layanan Online Food Delivery (OFD) di Indonesia.

"Inovasi GoTo melalui GoTransit dan kepemimpinan GoFood di online food delivery (OFD) menunjukkan potensi yang besar untuk GoTo meningkatkan GTV (Gross Transaction Value) dan pendapatannya,” ungkap CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya ditulis Selasa (28/6/2022).

GoTransit yang merupakan inovasi dari Gojek melakukan kolaborasi dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI, anak usaha BUMN PT KAI) sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli tiket KRL Commuter Line lewat aplikasi Gojek.

Melalui terobosan ini, mobilitas masyarakat dimudahkan karena bisa mengatur berbagai hal mulai dari rute perjalanan sampai dengan mekanisme pembayaran yang bisa dilakukan melalui GoPay atau LinkAja.

Melalui kerjasama dengan KCI ini GOTO melalui Gojek juga menjangkau 1,2 juta pengguna commuter line setiap harinya yang diharapkan segera meningkat menjadi 2 juta pengguna dalam waktu dekat.

Bernad mengatakan bahwa dengan kekuatan dan keunikan ekosistem yang ada, GOTO akan mampu membantu mewujudkan terintegrasinya multi-moda transportasi sehingga menciptakan efisiensi dalam mobilitas masyarakat.

Selain GoTransit, kekuatan lain yang akan mendorong peningkatan transaksi serta potensi pendapatan GOTO adalah GoFood. Bernad melihat sejak pandemi terjadi dalam dua tahun belakangan ini, transaksi OFD terus meningkat dan GoFood menjadi raja pada layanan ini.

Mengacu hasil riset “Survei Persepsi dan Perilaku Konsumsi Online Food Delivery di Indonesia" yang dipublikasikan Tenggara Strategics pada Rabu (15/6/2022) GoFood menempati urutan pertama sebagai layanan pesan antar makanan di Indonesia. Nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) layanan OFD menurut riset ini sebesar Rp 78,4 triliun pada 2021.

Dari jumlah tersebut, nilai transaksi platform GoFood diestimasi mencapai Rp 30,65 triliun atau menguasai 39 persen dari total GMV dan merupakan yang tertinggi. Sisanya adalah penyedia layanan OFD lainnya seperti Shopee Food dan GrabFood.

”Jika kita lihat di performa keuangan GOTO pada kuartal I 2022, terjadi peningkatan sebesar 58% pendapatan bruto dan segmen on-demand juga meningkat 44% secara year-on-year. Segmen on-demand adalah salah satu kontributor terbesar GTV dan pendapatan GoTo,” terangnya.

Melalui penguatan ekosistem GOTO di layanan on-demand, Bernad meyakini akan mendorong peningkatan transaksi di segmen lainnya yaitu financial technology khususnya GoPay dan e-Commerce yaitu Tokopedia.

”Jika bisnis on-demand GOTO seperti GoTransit dan GoFood dapat berinovasi dan meningkatkan transaksinya, berarti semakin banyak juga pengguna GoPay untuk melakukan pembayaran dan semakin banyak merchant GoFood yang menggunakan solusi merchant dari GOTO Financial. Jadi manfaatnya berputar lagi ke seluruh ekosistem GOTO dan inilah yang merupakan kekuatan utama dari GOTO dibanding kompetitor,” Bernad menjelaskan.

Khusus terkait layanan financial technology di bawah GoTo Financial, kata Bernad, sejauh ini pertumbuhan GTV-nya terbilang eksplosif.

”Fantastis hingga mencapai 91% atau sebesar Rp77,5 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa GoTo Financial berhasil meningkatkan adopsi GoPay dan solusi lainnya untuk merchant,” imbuhnya.

Seiring dengan penguatan layanan on-demand, lanjut Bernad, GOTO terindikasi akan berinvestasi pada mitra driver yang juga menjadi garda terdepan bisnis logistiknya. Hal ini berarti akan meningkatkan kekuatan pengiriman produk hasil transaksi di Tokopedia.

”Kita tahu bahwa kecepatan dan efisiensi adalah faktor penting dalam menarik dan mempertahankan konsumen di segmen e-commerce,” tegasnya.

Terpisah, Riset Mandiri Sekuritas pada Senin (27/06) merekomendasikan Buy (beli) untuk saham GOTO dengan target harga Rp440 per saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Termotivasi untuk Bikin Bisnis Gojek Terus Berkembang, Begini Sepak Terjang Faris Priyanto

Termotivasi untuk Bikin Bisnis Gojek Terus Berkembang, Begini Sepak Terjang Faris Priyanto

Jabar | Senin, 27 Juni 2022 | 18:39 WIB

Investasi Rp 18,4 Miliar di TitipAja, Saham GOTO Naik Tipis

Investasi Rp 18,4 Miliar di TitipAja, Saham GOTO Naik Tipis

Bisnis | Jum'at, 24 Juni 2022 | 14:56 WIB

Peduli Lingkungan, Gojek Gelar Kompetisi Akbar antar Pelajar se-Bandung Raya

Peduli Lingkungan, Gojek Gelar Kompetisi Akbar antar Pelajar se-Bandung Raya

Jabar | Kamis, 23 Juni 2022 | 18:27 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB