facebook

Tren Kenaikan Harga Bawang, Komoditas Impor Laku Keras Karena Lebih Murah

M Nurhadi
Tren Kenaikan Harga Bawang, Komoditas Impor Laku Keras Karena Lebih Murah
Ilustrasi bawang merah. (Dok: Kementan)

Lantaran harga bawang lokal mahal akibat pasokan minim, pembeli lantas memilih beli bawang merah impor karena stoknya banyak dan harga terjangkau.

Suara.com - Pembeli di pasar tradisional di sejumlah titik Sumatera Utara kini tengah mengeluhkan kenaikan harga bawang yang makin mahal. Sementara, harga bawang impor dari India hanya diharga setengah dari harga produk lokal.

"Harga bawang lokal semakin mahal atau paling murah Rp58.000 per kg. Jadi terpaksa beralih ke bawang impor yang hanya Rp20.000 - Rp30.000 per kg," ujar Lina, warga Tirta Deli, Deli Serdang, Senin (28/6/2022).

Bawang impor dari India memiliki karakter berbeda dengan bawang lokal atau asal Jawa yang memiliki rasa khas. Bawang impor berukuran lebih besar dengan rasa yang kurang enak.

Lantaran harga bawang lokal mahal akibat pasokan minim, pembeli lantas memilih beli bawang merah impor karena stoknya banyak dan harga terjangkau.

Baca Juga: Toyota dan Suzuki Kolaborasi Kembangkan Kendaraan Hybrid

"Apa boleh buat, belanja diirit, karena semua mahal. Cabai merah aja udah Rp130. 000 per kg," ujar Lina kepada Antara.

Disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Barita Sihite, saat ini ada tren kenaikan harga bawang merah. 

"Harga bawang merah di pasar sebesar Rp58ribuan. Ada kenaikan terus dari harga biasanya yang berkisar Rp35ribuan hingga Rp40ribuan per kg," katanya.

Kenaikan harga, katanya dipicu kenaikan permintaan. "Yang pasti, stok cukup aman untuk kebutuhan yang rata-rata 4.598 ton per bulan,"katanya.

Sumut masih mengandalkan pasokan bawang dari Jawa dan impor karena produksi lokal belum mencukupi kebutuhan daerah itu.

Baca Juga: Naik Helikopter Militer Jerman, Begini Gaya Jokowi dan PM India Berangkat ke KTT G7

Komentar