facebook

Jurus Mendag Zulhas Buat Harga Tandan Buah Segar Sawit Kembali Tinggi, Ekspor Minyak Sawit Dipercepat

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Jurus Mendag Zulhas Buat Harga Tandan Buah Segar Sawit Kembali Tinggi, Ekspor Minyak Sawit Dipercepat
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengaku telah mendapatkan jurus untuk membuat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi tinggi. [Dok. Biro Humas Kemendag]

"Sekarang masalahnya TBS yang murah."

Suara.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengaku telah mendapatkan jurus untuk membuat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi tinggi. Saat ini, para petani mengeluh harga TBS masih rendah di kisaran Rp1.200 - Rp1.600/kg.

Salah satunya dengan, mempercepat ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Menurut dia, murahnya harga TBS, karena produsen masih memiliki stok CPO yang begitu besar.

"Sekarang masalahnya TBS yang murah. Karena tanki-tanki penuh. Tangki penuh karena kemarin sempat di-stop (ekspornya), penyesuaian angkutan logistik nya, kapal kerja sama yang lain, perlu waktu," ujar Mendag Zulhas seusai sidak di Pasar Ciracas, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Mantan Ketua MPR ini kemudian merasa yakin, dengan makin stabilnya harga minyak goreng curah di Rp14.000/liter, maka permintaannya akan tinggi.

Baca Juga: Rapat Perdana Bersama DPR, Mendag Zulhas: Besok Solusi untuk Minyak Goreng Diluncurkan

Petani di Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit, Jumat (27/8/2021). [ANTARA/Ferr]
Petani di Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit, Jumat (27/8/2021). [ANTARA/Ferr]

Selanjutnya, jelas Mendag, produsen akan menggunakan stok CPO-nya untuk kembali memproduksi minyak goreng curah. Dengan begitu, produsen akan kembali membutuhkan TBS untuk memproduksi CPO.

"Mudah-mudahan sekarang logistik angkutan sudah siap, pasar sudah siap, tinggal kemarin yang kita fasilitas ekspor," ucap dia.

Berdasarkan data Kemendag hingga 4 Juli, tercatat ekspor CPO dan produk turunannya melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) SIMIRAH yang belum terealisasi sebesar 434.067 ton.

Sedangkan, volume ekspor CPO dan produk turunannya yang sudah mendapatkan Persetujuan Ekspor (PE) sebesar 1.319.567 ton, di mana 44 perusahaan pemilik PE tersebut.
Dari volume itu, yang sudah terealisasi ekspornya baru 885.500 ton atau 65,91 persen. Sementara yang belum terealisasi mencapai 434.067 ton.

Kemudian, ekspor CPO dan produk turunannya melalui skema Flush Out (FO) sebanyak 447.563 ton belum terealisasi dari 1.092.890 ton CPO yang mendapat PE dengan jumlah perusahaan pemilik PE sebesar 60 perusahaan.

Baca Juga: Mendag Zulhas Klaim Telah Penuhi Janji Harga Minyak Goreng Curah Stabil di Rp14.000/Liter

Komentar