Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah

Achmad Fauzi

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:49 WIB
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • CIO BPI Danantara, Pandu Sjahrir, merespons Moody's mengubah prospek utang negara dari stabil menjadi negatif.
  • Menurut Pandu, Moody's hanya menuntut transparansi terkait kebijakan pemerintah Indonesia saat ini.
  • Pandu menekankan pentingnya komunikasi terpadu pemerintah untuk menjelaskan pencapaian ekonomi Indonesia kepada lembaga pemeringkat.

Suara.com - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, merespon alarm lembaga pemeringkat Moody's yang mengubah peringkat utang negara dari stabil menjadi negatif.

Pandu menilai, keputusan itu harusnya bisa ditangani dengan komunikasi. Ia menegaskan, faktualnya lembaga pemeringkat tersebut hanya ingin keterbukaan dari kebijakan pemerintah saat ini.

"Sementara itu, yang pada dasarnya disampaikan Moody’s adalah soal komunikasi. Mereka ingin kejelasan, sebenarnya apa yang ingin kita lakukan? Sesederhana itu," ujar Pandu seusai diskusi China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026 di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Pandu yang juga mantan Bos Emiten TOBA ini menuturkan, meski klarifikasi itu tugas Kementerian Keuangan, tapi Danantara tetap punya andil untuk ikut dalam komunikasi dengan Moody's.

Moody's Rating
Moody's Rating

"Moody’s Ratings itu, kan nanti baliknya juga nanti dari Kemenkeu, mungkin juga danantara diajak ngomong. Dan ada beberapa institusi yang akan diajak berbicara, ya tentu harus di-follow up dengan baik, yang tadi saya bicarakan di dalam. Kita nih komunikasi sebagai satu, karena kita satu Indonesia," imbuhnya.

Pandu melanjutkan, fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya sudah kuat, hanya saja kurang terdengar oleh global. Maka dari itu, pemerintah harus terus pamer ke negara lain tentang pencapaian yang diraih selama ini.

"Terus terang, ini juga menjadi salah satu kelemahan kita, termasuk saya mungkin. Kita jarang keluar untuk menceritakan kisah kita sendiri. Padahal kita harus mampu menyampaikan cerita itu dengan baik," bebernya.

Pandu menegaskan, penilaian peringkat RI tidak hanya berhenti pada tiga lembaga tersebut, tetapi juga pemeringkat lainnya seperti Fitch hingga S&P.

"Hal ini juga penting karena dalam waktu dekat Fitch akan datang, kemungkinan bulan depan, begitu juga dengan S&P. Tugas kita sederhana, yakni mampu berkomunikasi dengan baik karena sebenarnya kita memiliki banyak cerita positif untuk disampaikan," pungkas Pandu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Setiap Hari Guyur Pasar Modal, Ke Saham Apa?

Danantara Setiap Hari Guyur Pasar Modal, Ke Saham Apa?

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:36 WIB

Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati

Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:58 WIB

Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!

Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:35 WIB

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

×