Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 19:40 WIB
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
Direktur BCA Syariah, Pranata, mengungkapkan bahwa emas kini menjadi primadona di segmen konsumer. Foto Rina-Suara.com
  • Pembiayaan emas BCA Syariah melesat 238,16% yoy, capai Rp520 miliar di 2025.
  • Tingginya harga emas global justru memicu lonjakan permintaan pembiayaan nasabah.
  • Strategi ekspansi dilakukan dengan menggandeng mitra baru seperti Harta Dinata dan UBS.

Suara.com - PT Bank BCA Syariah mencatatkan lonjakan signifikan pada lini pembiayaan emas sepanjang tahun 2025. Tren kenaikan harga logam mulia di pasar global justru memacu minat masyarakat untuk melakukan investasi melalui skema pembiayaan syariah.

Direktur BCA Syariah, Pranata, mengungkapkan bahwa emas kini menjadi primadona di segmen konsumer. Menurutnya, kombinasi antara naiknya harga komoditas dan tingginya animo masyarakat menjadi motor utama pertumbuhan ini.

"Di segmen konsumer, kami fokus pada dua produk. Pertama emas, karena permintaannya tinggi, hype-nya kuat, dan harganya sedang naik,” ujar Pranata dalam Paparan Kinerja BCA Syariah 2025 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Data perusahaan menunjukkan performa yang impresif. Hingga akhir Desember 2025, pembiayaan emas BCA Syariah menyentuh angka Rp520 miliar. Angka ini meroket tajam sebesar 238,16 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp154 miliar.

"Dari tren yang kami lihat, ketika harga emas naik, permintaan atau pencairan emas juga ikut naik,” imbuhnya.

Tak ingin kehilangan momentum, BCA Syariah terus memperluas ekosistem bisnis emasnya. Selain memperkuat kolaborasi dengan pemain lama seperti Galeri24 dan Pegadaian, perseroan juga menggandeng mitra baru seperti Harta Dinata dan UBS.

“Ke depan, kerja sama dengan UBS di Surabaya juga sedang kami jajaki. Jadi kolaborasi dengan mitra emas akan terus kami tingkatkan,” tegas Pranata.

Meski tengah berada di atas angin, aspek kehati-hatian tetap menjadi prioritas. Direktur Risk Management BCA Syariah, Eduard Guntoro Purba, menekankan pentingnya mitigasi risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Kami sadar, kalau terjadi penurunan harga emas yang signifikan, itu bisa berujung ke market risk dan credit risk,” tutur Eduard.

Ia menambahkan, BCA Syariah berkomitmen memberikan edukasi kepada nasabah agar investasi yang dilakukan tetap sesuai dengan prinsip syariah dalam menjaga harta (hifzhul maal).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Muda Wajib Tahu! 5 Tips Investasi Emas Jaminan Masa Depan Berkelas

Anak Muda Wajib Tahu! 5 Tips Investasi Emas Jaminan Masa Depan Berkelas

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 18:30 WIB

Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029, Pengamat Ingatkan Prabowo Potensi 'SBY Jilid II'

Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029, Pengamat Ingatkan Prabowo Potensi 'SBY Jilid II'

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:50 WIB

Harga Emas Antam Nyaris Rp 3 Juta/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Nyaris Rp 3 Juta/Gram Hari Ini

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:34 WIB

Terkini

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:40 WIB

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:30 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB