Sejumlah Langkah Strategis Yang Menjadikan Saham PGAS Layak Dikoleksi

Iwan Supriyatna

Selasa, 12 Juli 2022 | 10:18 WIB
Sejumlah Langkah Strategis Yang Menjadikan Saham PGAS Layak Dikoleksi
PGN akan mentaati penyesuaian PPN 11% atas transaksi penjualan gas bumi. (Dok: PGN)

Suara.com - Sejumlah langkah strategis yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) akan menjadi sentiment positif bagi market. Mulai dari rencana pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk Perkeretaapian sampai dengan perluasan pasar ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) berkolaborasi dengan perusahaan trading asal Singapura.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengungkapkan secara jangka pendek, pelaku pasar akan mencermati dinamika aksi korporasi PGAS.

”Pemberitaan positif untuk memperkuat pangsa pasar PGAS, peningkatan topline (pendapatan) dan bottomline (laba bersih), ini bisa dimanfaatkan traders untuk melakukan aksi trading jangka pendek,” ungkapnya.

Dari data riset Mirae Asset Sekuritas, kata Nafan, prospek topline dan bottomline masih dalam proyeksi mengalami tren kenaikan yang progresif. Hal ini dipengaruhi oleh sederet katalis positif dari adanya rencana bisnis yang dilakukan PGAS.

”Tentu saja bila proyek-proyek yang ada ini bisa bantu topline dan bottomline, maka kinerja PGAS bisa mengalami kenaikan secara progresif,” tegasnya

Salah satunya adalah rencana konversi bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke BBG. Optimisme konversi ini meningkat setelah dilakukan uji coba menggunakan sistem Diesel Dual Fuel (DDF) pada moda kereta api pembangkit milik KAI.

Berdasarkan hasil observasi, PT PGN LNG Indonesia yang merupakan anak usaha PGAS, telah mencatat uji coba dinamis DDF pada kereta pembangkit Dharmawangsa jurusan Jakarta – Surabaya yang menunjukkan adanya efisiensi dan nilai substitusi solar oleh gas/LNG sebesar 37 persen.

Penggunaan LNG oleh perkeretaapian dinilai sangat positif di tengah kenaikan harga BBM dunia sehingga selain menciptakan efisiensi, KAI juga menjadi lebih ramah lingkungan.

”Harga komoditas minyak memang kita akui sedang naik. Di saat harga minyak naik, maka bahan bakar LNG jadi alternatif dan bisa menjadi mitigasi risiko dari kenaikan harga minyak. Ini menguntungkan PGAS bila mereka bisa memanfaatkan pasar LNG,” ucap Nafan.

baca juga

Katalis positif lainnya adalah pengembangan infrastruktur gas bumi yang dilakukan PGAS akan menyesuaikan dengan rencana pengembangan Kawasan Industri (KI). Saat ini, berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN), terdapat 7 Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Baru yang menjadi potensi pengembangan jaringan gas bumi.

Inisiatif ini dilakukan dalam upaya mendorong pemerataan infrastruktur gas bumi di lokasi-lokasi potensial KI baru.

”Pasti ini dilakukan manajemen PGAS untuk memaksimalkan potensi kawasan industri yang ada,” imbuhnya.

Nafan mengatakan, perkembangan proyek hulu yang ada di Pertamina group juga akan membawa angin segar terhadap kinerja PGAS. Salah satunya, proyek small land based-LNG Regasification Terminal di RU V Cilacap dan pembangunan Pipa Senipah-Balikpapan sepanjang sekitar 78 KM ke RU V Balikpapan. Sementara untuk regasifikasi pada pembangkit listrik, saat ini sedang dikebut untuk 10 lokasi di Nusa Tenggara dan Sulawesi Tenggara.

”Selanjutnya untuk kebutuhan pasar internasional, salah satunya di Singapura (komersial dan konsumer), kebutuhannya juga sangat tinggi. Jika PGAS bisa distribusi, maka pendapatannya nantinya juga bisa meningkatkan devisa negara,” ujar Nafan.

Potensi dimaksud bersumber dari kolaborasi PGAS yang saat ini menjalin partnership dengan Gunvor Singapore Pte. Ltd (Gunvor). Pada kerjasama ini, PGN dan Gunvor akan menjalankan jual beli LNG di pasar Internasional dan memperluas kerjasama bisnis lainnya.

Kerjasama ini telah memasuki proses Master Sales and Purchase Agreement (MSPA) and Confirmation Notice (CN) untuk supply LNG. Supply LNG dari PGN akan melengkapi portofolio LNG milik Gunvor selaku perusahaan trading independen terbesar. Langkah PGAS memerluas pasar internasional ini mendapat dukungan PT Pertamina (Persero) sebagai Holding Migas.

Dengan sederet sentiment positif tersebut, target harga saham PGAS berdasarkan hasil riset sebelumnya yakni 1.800 per saham, kata Nafan, sudah tercapai.

”Kita lihat secara teknikal dari jangka pendek, PGAS masih di bawah MA20. Sekarang saham PGAS, saya melihat major resistance di level 2.020 yang sifatnya longterm,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Gas Negara Gelar Program Undian Bedah Dapur Senilai Rp40 Juta, Segera Daftar!

BUMN Gas Negara Gelar Program Undian Bedah Dapur Senilai Rp40 Juta, Segera Daftar!

Bisnis | Jum'at, 08 Juli 2022 | 15:45 WIB

Gaet Pelanggan Baru Jargas, PGN Gelar Bedah Dapur Gas Kita

Gaet Pelanggan Baru Jargas, PGN Gelar Bedah Dapur Gas Kita

News | Jum'at, 08 Juli 2022 | 13:17 WIB

Subholding Gas Pertamina Gandeng Gunvor Singapore Perluas Perdagangan Gas Alam Cair

Subholding Gas Pertamina Gandeng Gunvor Singapore Perluas Perdagangan Gas Alam Cair

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2022 | 18:42 WIB

Terkini

Tekan Polusi Udara Jabodetabek, Integrasi Transportasi Tak Bisa Berhenti di Batas Daerah

Tekan Polusi Udara Jabodetabek, Integrasi Transportasi Tak Bisa Berhenti di Batas Daerah

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di Dukuh Atas, Massa Teriakkan Revolusi

Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di Dukuh Atas, Massa Teriakkan Revolusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Tangguh di Berbagai Kondisi Jalanan Sumatra, Mitsubishi Destinator Exceed Jamin Performa Mumpuni

Tangguh di Berbagai Kondisi Jalanan Sumatra, Mitsubishi Destinator Exceed Jamin Performa Mumpuni

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat

Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Hadapi Tantangan Global, Dewan Ascope ke-51 Sepakati Penguatan Kerja Sama Energi Regional

Hadapi Tantangan Global, Dewan Ascope ke-51 Sepakati Penguatan Kerja Sama Energi Regional

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang

Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang

Malang | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time

Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time

Bali | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Tembus Barikade Aparat, Ribuan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Bundaran HI

Tembus Barikade Aparat, Ribuan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Pelatih Persib Bongkar Penyebab Mariano Peralta Lebih Gacor di Asia ketimbang Super League

Pelatih Persib Bongkar Penyebab Mariano Peralta Lebih Gacor di Asia ketimbang Super League

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:27 WIB

BRI Luncurkan Qlola Mobile, Permudah Akses Keuangan dan Transaksi Bisnis

BRI Luncurkan Qlola Mobile, Permudah Akses Keuangan dan Transaksi Bisnis

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:26 WIB

×