- Tim SAR gabungan mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Perairan Anyer sejak Sabtu (12/9/2026).
- Petugas menemukan helm serta jerigen di perairan tersebut, namun belum dapat memastikan keterkaitannya dengan korban hilang.
- Operasi pencarian dihentikan sementara akibat kendala kabut tebal dan hasilnya masih nihil.
Suara.com - Hari kelima atau Sabtu (12/9/2026), operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung masih belum menemukan keberadaan para korban.
Namun, tim SAR menemukan sebuah jerigen dan sebuah helm di Perairan Anyer, Kabupaten Serang. Akan tetapi, belum bisa dipastikan barang-barang tersebut berasal dari kapal yang ditumpangi 5 jurnalis yang hilang.
"Betul KN SAR Tetuka menemukan jerigen, helm dan 2 life jacket (kemarin). Saat ini barang bukti sedang dibawa oleh tim menuju darat untuk diserahkan ke pihak berwenang guna identifikasi lebih lanjut, tinggal kita tunggu bersama hasilnya," kata Kepala Basarnas Banten Al Amrad, Sabtu (12/9/2026) malam.
Kabut tebal yang menyelimuti Perairan Selat Sunda disebut sebagai kendala seluruh tim SAR dalam upaya mencari keberadaan para korban, sehingga operasi pencarian akan dilakukan di esok hari.
![Prajurit TNI AL awak KRI Kerambit-627 berusaha mengangkat benda yang ditemukan mengapung saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/12/14182-pencarian-jurnalis-hilang-di-selat-sunda-5-jurnalis-hilang-di-selat-sunda.jpg)
"Hasil seluruh tim gabungan sampai saat ini untuk korban masih nihil. Kendala utama di lapangan seluruh tim SAR gabungan adalah kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang atau visibility," ungkap Al Amrad.
Sebelumnya diketahui, sebanyak 5 jurnalis dan 3 kru kapal Arupadhatu 1 dilaporkan hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Selasa (8/9/2026).
Para rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang menuju areal Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kontributor : Yandi Sofyan