Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

6 Faktor Penyebab inflasi, Semakin Banyak Negara Terancam Pasca COVID-19

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 15 Juli 2022 | 14:18 WIB
6 Faktor Penyebab inflasi, Semakin Banyak Negara Terancam Pasca COVID-19
Penampakan cabai rawit merah milik dagangan salah satu pedagang di Pasar Tomang Barat, Jakbar. (suara.com/faqih faturrahman)

Suara.com - Banyak negara di dunia kini dihantui oleh inflasi. Faktor penyebab inflasi pun bermacam-macam, mulai dari kekacauan ekonomi dan politik sampai kenaikan harga produksi sebuah barang. 

Sebagai contoh, Sri Lanka, negara di kawasan Asia Selatan ini mengalami inflasi hingga 55% setelah harga produksi meroket. Inflasi banyak dialami negara di dunia setelah pandemi Covid-19

Harga-harga kebutuhan pokok di negara ini seperti BBM dan makanan melonjak tajam. Bahkan Sri Lanka membatalkan ujian sekolah karena negara tidak memiliki cadangan devisa untuk mengimpor kertas.

Kondisi diperparah dengan Presiden Gotabaya Rajapaksa saat itu disebut tidak becus memimpin. Dia dan beberapa oligarkinya dikudeta dari jabatan di kini diketahui melarikan diri ke luar negeri. 

Negara lain yang dihantam inflasi parah adalah Zimbabwe di Afrika Selatan. Inflasi yang menyentuh 192% membuat negara ini mengganti mata uang mereka dengan emas. Emas nantinya bisa digunakan untuk perdagangan domestik maupun internasional untuk menekan kenaikan harga. 

Dari ilustrasi dua tersebut, inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kebalikan dari inflasi adalah deflasi di mana harga barang turun secara terus-menerus dalam waktu tertentu.

Faktor penyebab inflasi dan dampak inflasi pun beragam. Situs resmi Kementerian Keuangan menyebutkan ada enam faktor penyebab inflasi sebagai berikut.

1. Permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa sehingga membuat harganya mengalami kenaikan.

2. Bertambahnya uang yang beredar di masyarakat.

3. Kenaikan biaya produksi terhadap suatu barang atau jasa.

4. Tidak seimbangnya jumlah penawaran pada suatu barang atau jasa dengan ketersediaan barang dan jasa tersebut.

5. Perilaku masyarakat yang seringkali memprediksi harga suatu barang atau jasa. Inflasi ini disebut pula ekspektasi inflasi, yakni inflasi yang mengarah pada ketidakpastian dan gejolak harga.

6. Kekacauan ekonomi dan politik di suatu negara seperti yang terjadi di Indonesia pada akhir masa orde baru tahun 1998 atau kekacauan ekonomi akibat pandemi Covid-19 serta kekacauan politik yang menyebabkan kudeta presiden seperti dialami Sri Lanka saat ini. 

Dampak Inflasi

Inflasi bisa menimbulkan sejumlah dampak, baik dari sisi ekonomi maupun nonekonomi. Menurut Bank Indonesia, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat terus turun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Masuk Jurang Resesi, Pengamat: Picu Pelemahan Rupiah

Amerika Serikat Masuk Jurang Resesi, Pengamat: Picu Pelemahan Rupiah

| Jum'at, 15 Juli 2022 | 11:26 WIB

Tekan Inflasi, Ganjar Pranowo Gencarkan Operasi Pasar

Tekan Inflasi, Ganjar Pranowo Gencarkan Operasi Pasar

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 11:54 WIB

Amerika Serikat Masuk Jurang Resesi, Ekonom Sumut: Picu Pelemahan Rupiah

Amerika Serikat Masuk Jurang Resesi, Ekonom Sumut: Picu Pelemahan Rupiah

| Jum'at, 15 Juli 2022 | 11:26 WIB

Sejumlah Bank Sentral di Dunia Bersiap Hadapi Inflasi Ekstrem dan Risiko Krisis

Sejumlah Bank Sentral di Dunia Bersiap Hadapi Inflasi Ekstrem dan Risiko Krisis

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 07:45 WIB

Sebut Inflasi Tinggi Tak Masalah, Mendag Zulhas: Masyarakat Kalau Punya Uang Banyak Gak Marah

Sebut Inflasi Tinggi Tak Masalah, Mendag Zulhas: Masyarakat Kalau Punya Uang Banyak Gak Marah

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2022 | 17:37 WIB

Sri Mulyani: Inflasi Menjadi Tantangan Perekonomian Global

Sri Mulyani: Inflasi Menjadi Tantangan Perekonomian Global

| Kamis, 14 Juli 2022 | 15:53 WIB

Terkini

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB