- IHSG melemah ke level 7.167 pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 7 Mei 2026.
- Sebanyak 312 saham mengalami penurunan nilai saat frekuensi perdagangan mencapai 194.500 kali sepanjang sesi awal tersebut.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level resistance 7.200 didukung sentimen global dan penguatan nilai tukar rupiah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau di awal perdagangan, Jumat, 7 Mei 2026. IHSG melesat ke level 7.182 pada saat pembukaan pasar hari ini,
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru berbalik memerah 0,09 persen ke level 7.167.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,42 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,23 triliun, serta frekuensi sebanyak 194.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 204 saham bergerak naik, sedangkan 312 saham mengalami penurunan, dan 443 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, MORA, PIPA, DPUM, KOCI, KAEF, RONY, LRNA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya DEPO, BJBE, LPIN, NINE, ALKA, NATO, ASPI, SHIP.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, seiring membaiknya sentimen global dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan berpotensi menguji area resistance di level 7.200 pada perdagangan hari ini.
"IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 7.200-7.200 pada perdagangan Jumat (8/5). Meskipun demikian perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek menjelang akhir pekan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Pada perdagangan Kamis (7/5), IHSG ditutup menguat 1,15 persen ke level 7.174,32. Sementara rupiah turut menguat 0,3 persen ke posisi Rp17.320 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS.
Dari sisi sektoral, saham sektor keuangan mencatat penguatan terbesar sebesar 2,01 persen. Sedangkan sektor basic materials menjadi yang paling tertekan setelah turun 1,62 persen.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai indikator histogram MACD IHSG terus menyempit dan berpotensi membentuk golden cross. Selain itu, stochastic RSI juga masih bergerak menguat di area pivot.
Pelaku pasar saat ini juga mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis hari ini. Investor menunggu data cadangan devisa April 2026 yang diperkirakan menurun seiring tren pelemahan rupiah sebelumnya.
Selain itu, indeks harga properti kuartal I 2026 diproyeksikan tumbuh melambat menjadi 0,5 persen secara tahunan (year on year/YoY), dari sebelumnya 0,83 persen YoY pada kuartal IV 2025.