Alasan Militer Israel Terus Serang Palestina dan Bunuh 5.736 Warga Sipil

M Nurhadi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:39 WIB
Alasan Militer Israel Terus Serang Palestina dan Bunuh 5.736 Warga Sipil
Pelayat mengikuti penguburan komandan senior kelompok militan Jihad Islam Khaled Mansour dan warga Palestina lain yang tebunuh oleh serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza pada 7 Agustus 2022. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/rwa. (REUTERS/IBRAHEEM ABU MUSTAFA)

Suara.com - Konflik antara Israel dan Palestina terjadi selama puluhan tahun. Alasan Israel terus serang Palestina adalah karena keduanya merasa berhak atas tanah yang sama sebagai bagian dari wilayah negara. Wilayah yang diperebutkan oleh Israel dan Palestina terletak di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan.

Israel mengklaim wilayah tersebut dan memasukkannya ke dalam wilayah negara. Di wilayah itu pula terdapat Kota Yerussalem dan bangunan Masjid Al Aqsa yang dianggap suci oleh Yahudi Israel dan Arab Palestina. 

Di wilayah Al Aqsa ini pula lah konflik antara Palestina dan Israel sering terjadi. Misalnya pada April 2022 lalu di mana polisi Israel kembali menyerang warga Palestina yang sedang beribadah di kompleks masjid Al Aqsa.

Bentrokan kemudian menyebabkan ratusan warga Palestina terluka. Serangan itu pun berlanjut menjadi saling serang antara Israel dan Hamas di wilayah jalur Gaza beberapa hari kemudian. 

Kabar terakhir pada Minggu (7/8/2022) lalu Israel dan Palestina sepakan untuk memulai gencatan senjata. Israel mengumumkan gencatan senjata akan berlaku mulai pukul 23.30 waktu setempat.

Bangunan milik warga Palestina dibom oleh pasukan Israel di desa Sur Baher yang berada di antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Palestina, Senin (22/7/2019) waktu setempat. Militer Israel sering mengubah jalan dan lahan yang disitanya di wilayah pendudukan Palestina dengan dalih untuk digunakan buat tujuan militer dan pemukim Yahudi. ANTARA/REUTERS/Ammar Awad/aa
Bangunan milik warga Palestina dibom oleh pasukan Israel di desa Sur Baher yang berada di antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Palestina, Senin (22/7/2019) waktu setempat. Militer Israel sering mengubah jalan dan lahan yang disitanya di wilayah pendudukan Palestina dengan dalih untuk digunakan buat tujuan militer dan pemukim Yahudi. ANTARA/REUTERS/Ammar Awad/aa

Serangan Israel terhadap Palestina seperti tidak mau berhenti meski berkali-kali diupayakan gencatan senjata. Berdasarkan data yang disampaikan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UN OCHA), total korban tewas di Palestina sepanjang 2008-2021 mencapai 5.736. Sedangkan korban tewas di Israel diperkirakan hanya 250 orang saja.

Terbaru, di Palestina gencatan senjata yang sama juga berlaku mulai pukul 20.00. Gencatan senjata itu disetujui setelah kembali terjadi serangan di jalur Gaza beberapa hari sebelumnya yang menewaskan 31 warga Palestina, enam di antaranya adalah anak-anak. 

Aksi saling serang itu bukan pertama kali terjadi. Pada akhir April 2022 lalu sebuah roket yang berasal dari wilayah Palestina mendarat di Israel, kata pejabat kelompok Palestina Hamas dan sumber militer Israel. Dua kamp pelatihan digunakan oleh Hamas, yang menguasai kantong wilayah yang diblokade, dan tidak ada laporan mengenai korban, ungkap saksi mata.

Pesawat tempur Israel menghantam sebuah pos keamanan dan sebagian situs bawah tanah yang digunakan untuk membuat mesin roket, kata militer Israel lewat pernyataan.

baca juga

Sebelumnya sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza mendarat di Israel selatan, merusak satu rumah dengan nihil korban jiwa, kata polisi. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan kedua pada hari ini.

Terjadinya kembali kekerasan di Israel dan wilayah Palestina menimbulkan kekhawatiran bakal terjadi konflik yang lebih luas. Sejak Maret, pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 29 warga Palestina dalam penyerbuan di Tepi Barat dan sederet serangan mematikan oleh warga Arab yang menewaskan 14 orang di Israel.

Lewat pernyataan Hamas menyebutkan bahwa gempuran Israel hanya akan mendorong warga Palestina untuk melawan pendudukan dan meningkatkan dukungan mereka untuk Yerusalem dan warganya.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BKSAP Desak DK PBB Bentuk Pasukan Perdamaian untuk Palestina

BKSAP Desak DK PBB Bentuk Pasukan Perdamaian untuk Palestina

DPR | Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:01 WIB

Mesir Inisiasi Gencatan Senjata Perang Roket Israel dan Palestina

Mesir Inisiasi Gencatan Senjata Perang Roket Israel dan Palestina

Video | Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Hizbullah Memperingatkan Israel Tidak Menyerang Milisi Palestina di Lebanon

Hizbullah Memperingatkan Israel Tidak Menyerang Milisi Palestina di Lebanon

Malang | Selasa, 09 Agustus 2022 | 23:46 WIB

Sebelum Genjatan Senjata, Serangan Israel Tewaskan Belasan Anak-anak di Jalur Gaza

Sebelum Genjatan Senjata, Serangan Israel Tewaskan Belasan Anak-anak di Jalur Gaza

Batam | Selasa, 09 Agustus 2022 | 20:56 WIB

Semakin Keterlaluan, Pemukiman Yahudi Kini Menyerbut Halaman Masjid Al-Aqsa dan Buat Liga Muslim Berang

Semakin Keterlaluan, Pemukiman Yahudi Kini Menyerbut Halaman Masjid Al-Aqsa dan Buat Liga Muslim Berang

Depok | Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:49 WIB

Sudah Keterlaluan, Pemukim Yahudi Serang Masjid Al-Aqsa, Arab Saudi dan Liga Muslim Dunia Berang

Sudah Keterlaluan, Pemukim Yahudi Serang Masjid Al-Aqsa, Arab Saudi dan Liga Muslim Dunia Berang

Cianjur | Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:07 WIB

Terkini

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Shio Kambing Api Tahun Berapa? Ini Karakteristik dan Peluang Hokinya

Shio Kambing Api Tahun Berapa? Ini Karakteristik dan Peluang Hokinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Lee Jung Jae dan Mun Ka Young Dilirik untuk Film Baru Sutradara The Thieves

Lee Jung Jae dan Mun Ka Young Dilirik untuk Film Baru Sutradara The Thieves

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:30 WIB

8 Tahun Dibui, Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat Hari Ini

8 Tahun Dibui, Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat Hari Ini

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:28 WIB

36 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Bos Bakar Sopir Truk di Karangasem Diwarnai Isak Tangis

36 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Bos Bakar Sopir Truk di Karangasem Diwarnai Isak Tangis

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Menjembatani Jurang Generasi: Cara Pendidik Memahami Logika Berbahasa Gen Z

Menjembatani Jurang Generasi: Cara Pendidik Memahami Logika Berbahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:25 WIB

×