Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Harga Minyak Dunia Rebound Setelah Anjlok Cukup Dalam

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:57 WIB
Harga Minyak Dunia Rebound Setelah Anjlok Cukup Dalam
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia melesat pada perdagangan hari Rabu, rebound dari kerugian di awal sesi.

Penguatan harga minyak ini dibantu angka permintaan bensin Amerika yang menggembirakan, dan ketika data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mendorong investor ke aset berisiko.

Mengutip CNBC, Kamis (11/8/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,09, atau 1,1 persen menjadi USD97,40 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melesat USD1,43, atau 1,6 persen menjadi USD91,93 per barel.

Stok minyak mentah Amerika meningkat 5,5 juta barel dalam minggu terakhir, tutur Badan Informasi Energi AS, lebih dari kenaikan yang diperkirakan 73.000 barel.

Namun, stok bensin AS turun tajam karena permintaan tersirat naik setelah berminggu-minggu aktivitas yang lesu selama apa yang seharusnya menjadi puncak driving season musim panas.

"Semua orang sangat fokus pada potensi kehancuran permintaan, jadi melihat permintaan tersirat menunjukkan rebound besar untuk minggu lalu mungkin memberikan kenyamanan bagi mereka yang benar-benar khawatir tentang itu," kata Matt Smith, analis Kpler.

Produk bensin yang dipasok melejit dalam pekan terakhir menjadi 9,1 juta barel per hari, meski angka itu masih menunjukkan permintaan merosot 6 persen selama empat minggu terakhir dibandingkan periode tahun lalu.

Indeks harga konsumen Amerika tidak berubah pada Juli karena penurunan tajam dalam biaya bensin, memberikan tanda kelegaan pertama bagi rakyat Amerika yang menyaksikan kenaikan inflasi selama dua tahun terakhir.

Itu berkontribusi pada lonjakan aset berisiko termasuk ekuitas, sementara dolar AS tersungkur lebih dari 1 persen terhadap sekeranjang mata uang. Dengan sebagian besar penjualan minyak di seluruh dunia ditransaksikan dalam dolar, pelemahan greenback mendukung minyak. Namun, kenaikan minyak mentah relatif moderat.

"Tidak banyak kekuatan bullish di pasar. Dengan pelemahan dolar seperti ini, kita seharusnya melihat kenaikan minyak mentah USD2-3 dan kita tidak melihat itu," kata Eli Tesfaye, analis RJO Futures, di Chicago.

Pasar sebelumnya tergelincir karena aliran pipa Druzhba Rusia-ke-Eropa dilanjutkan.

Transneft, BUMN Rusia, memulai kembali aliran minyak melalui selatan pipa minyak Druzhba. Ukraina menangguhkan aliran pipa minyak Rusia ke beberapa bagian Eropa tengah sejak awal bulan ini karena sanksi Barat mencegahnya menerima biaya transit dari Moskow, kata Transneft, Selasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Melonjak Tinggi, Harga Minyak Dunia Makin Murah Kini USD90/Barel

Usai Melonjak Tinggi, Harga Minyak Dunia Makin Murah Kini USD90/Barel

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:04 WIB

Harga Minyak Dunia Bergerak Naik Lagi Setelah Anjlok Dalam

Harga Minyak Dunia Bergerak Naik Lagi Setelah Anjlok Dalam

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2022 | 08:20 WIB

Minggu Lalu Jadi Pekan yang Buruk Bagi Harga Minyak Dunia

Minggu Lalu Jadi Pekan yang Buruk Bagi Harga Minyak Dunia

Bisnis | Senin, 08 Agustus 2022 | 08:19 WIB

Terkini

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:23 WIB

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:21 WIB

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:20 WIB

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:16 WIB

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:48 WIB

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB