Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

PKT Dukung Tomohon Jadi Sentra Industri Florikultura

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:05 WIB
PKT Dukung Tomohon Jadi Sentra Industri Florikultura
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) meriahkan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2022 di Kota Tomohon Sulawesi Utara.

Suara.com - Tingkatkan nilai produk di masyarakat, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) meriahkan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2022 di Kota Tomohon Sulawesi Utara.

Pada kegiatan bertema 'Tomohon Greets The World' tersebut, PKT menampilkan berbagai produk andalan yang dikemas dalam parade bunga pada kendaraan hias. Mulai dari Urea Daun Buah, NPK Pelangi, hingga pupuk hayati dan NPK Pelangi JOS yang merupakan produk terbaru PKT.

VP Marketing Business Partner Korporasi PKT Indah Febrianty, mengatakan keikutsertaan PKT sebagai salah satu upaya meningkatkan awareness terhadap produk perusahaan dalam mendukung sektor pertanian Nasional.

Terlebih salah satu tujuan TIFF 2022 menjadikan Tomohon sebagai sentra industri florikultura di kawasan timur Indonesia, produk PKT pun diharap bisa lebih dikenal petani Kota Bunga maupun Sulawesi Utara, sehingga kedepan dapat menjadi pilihan dalam mendorong produktivitas pertanian daerah.

"Melalui ajang ini, berbagai produk PKT diharap lebih dikenal dan menjadi brand awareness di masyarakat, sehingga potensi tanaman pangan maupun hortikultura di Sulawesi Utara bisa kita tingkatkan secara maksimal," ujar Indah.

Dijelaskannya, dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian Indonesia, PKT terus berupaya menghadirkan produk berkualitas yang cocok untuk beragam jenis tanaman sesuai karakteristik lahan. Salah satunya NPK Pelangi JOS, sebagai pupuk majemuk makro yang mampu memberi hasil terbaik bagi komoditas pertanian.

Pupuk ini merupakan inovasi pertama di Indonesia, yang menggabungkan pupuk hayati dan pupuk kimia dalam satu kemasan. Dari keunggulan itu, NPK Pelangi JOS dapat menjadikan tanah makin kaya nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani lebih efisien dalam pemakaian.

"Tak hanya untuk tanaman pangan, NPK Pelangi JOS juga cocok untuk jenis hortikultura. Ini bisa jadi pilihan bagi petani Tomohon dan Sulawesi Utara dalam meningkatkan produktivitas tanaman," tambah Indah.

Kedepan, PKT akan terus mengedukasi dan mengenalkan keunggulan produk pada berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan petani, sebagai langkah aktif perusahaan mendorong produktivitas pertanian dalam negeri. Hal ini pun diselaraskan dengan program pendampingan tata kelola pertanian, yang dilaksanakan PKT pada Demonstration Plot (Demplot) komoditas maupun program Makmur untuk memfasilitasi petani beragam kemudahan agri input agar mencapai hasil maksimal.

"PKT akan terus hadir bagi masyarakat dan petani, guna mengoptimalkan sektor pertanian dalam negeri melalui produk berkualitas," tutur Indah.

Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam mensukseskan TIFF 2022, yang dinilai dapat menjadi titik balik bagi masyarakat dalam hal pemulihan ekonomi, sekaligus mendorong potensi lokal dari pertanian bunga yang dikembangkan para petani.

"Hal ini mengingat seluruh bunga pada TIFF 2022 merupakan hasil petani Tomohon, sebagai salah satu komoditas unggulan daerah," kata Caroll.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, pun berharap kegiatan ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara, khususnya sektor pertanian yang diharap makin berkembang dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan petani. Menurut dia, peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Utara menjadi salah satu perhatian pemerintah kedepan, karena kontribusinya terbilang signifikan terhadap perekonomian daerah.

Dari sebelumnya ditopang oleh sektor pariwisata, komoditas hasil pertanian saat ini turut mendorong laju ekonomi Sulawesi Utara yang mencapai 5,93 persen pada Triwulan II 2022, diatas target rata-rata nasional sebesar 5,44 persen. Jika dua sektor ini bisa terus dioptimalkan dalam jangka panjang, dirinya yakin tingkat kesejahteraan masyarakat akan tercapai dengan baik.

"Contohnya, dari kegiatan ini bisa kita hitung potensinya. Jika satu bunga dihargai Rp5.000 dan satu kendaraan hias butuh 5.000 bunga, berapa nilai ekonomi yang bisa diserap petani dari puluhan kendaraan yang berpartisipasi. Hal ini perlu kita dorong, agar sektor pertanian Sulawesi Utara makin tumbuh dan berkembang," ungkap Olly Dondokambey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKT Berhasil Tekan Emisi Lebih Dari 435 ribu Ton di Tahun 2022

PKT Berhasil Tekan Emisi Lebih Dari 435 ribu Ton di Tahun 2022

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2022 | 10:52 WIB

Wujudkan Profesionalitas Kearsipan, PKT Tingkatkan Kompetensi Pengelola Dokumen

Wujudkan Profesionalitas Kearsipan, PKT Tingkatkan Kompetensi Pengelola Dokumen

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 19:30 WIB

Wakil Ketua KPK Minta Agar Pupuk Tidak Dijadikan Bahan Bancakan Korupsi

Wakil Ketua KPK Minta Agar Pupuk Tidak Dijadikan Bahan Bancakan Korupsi

News | Selasa, 02 Agustus 2022 | 19:53 WIB

Terkini

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:00 WIB

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:39 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:18 WIB