Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Bayer Tandatangani MoU dengan Kementan, Dorong Penguatan Sektor Pertanian Indonesia

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:38 WIB
Bayer Tandatangani MoU dengan Kementan, Dorong Penguatan Sektor Pertanian Indonesia
Penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Bayer Indonesia, Patrick Gerlich dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.

Suara.com - Menindak lanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait mendesaknya peningkatan produksi nasional jagung, telah ditandatangani nota kesepahaman antara Direktur Bayer Indonesia, Patrick Gerlich dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo yang berlangsung kemarin di Jakarta.

Nota kesepahaman berisikan komitmen untuk membangun sinergi melalui pemberdayaan masyarakat pertanian dalam mendukung percepatan peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia.

Sektor pertanian merupakan salah satu prioritas pengembangan oleh pemerintah, mengingat perannya sebagai penopang terbesar ketiga bagi perekonomian Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menyebut, pada triwulan kedua 2022, kontribusi sektor ini pada Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 12,98 persen.

Produksi jagung sebagai salah satu komoditi pertanian, juga tengah menjadi perhatian pemerintah. Pada awal Agustus ini, pemerintah bahkan menyiapkan langkah perluasan lahan tanam jagung sebanyak 141.000 hektar dan penggunaan bibit unggul seperti hibrida dan bioteknologi.

“Di tengah restriksi global, serangan hama hingga isu perubahan cuaca yang masih berlangsung, Indonesia harus mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Tak hanya itu, sebagai salah satu negara dengan lahan pertanian terluas di dunia , Indonesia juga memiliki peluang besar berkiprah dalam sektor pertanian global. Karenanya, pengembangan sektor pertanian nasional harus terus diperkuat. Komitmen kerja sama yang terjalin bersama Bayer, menjadi langkah konkret dan tindak lanjut dari arahan presiden terkait penguatan produksi pangan nasional. Kami menilai model program ‘Better Life Farming’ menjadi solusi tepat, dan telah terbukti mampu memberdayakan petani serta dapat diimplementasikan di seluruh wilayah pertanian Indonesia. Kami atas nama Kementerian Pertanian maupun seluruh Bangsa Indonesia berterima kasih dan mendukung jalannya program, bersama-sama kita memberikan kehidupan Indonesia yang lebih baik sehingga terlepas dari tantangan-tantangan global yang ada,” ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

‘Better Life Farming’ merupakan program pemberdayaan berkelanjutan yang diinisiasi Bayer untuk meningkatkan sektor pertanian sekaligus menaikkan kesejahteraan petani Indonesia. Model ‘Better Life Farming’ diterapkan melalui tiga pendekatan utama, yaitu: kemitraan dengan pelaku bisnis di sepanjang rantai nilai; pengembangan ekosistem pendukung bisnis pertanian melalui pembentukan one stop solution center bagi petani sebagai penggerak ekonomi desa; serta pemberdayaan petani melalui akses kepada teknologi pertanian mutakhir. Sejak digagas pada 2020 lalu, ‘Better Life Farming’ telah menjangkau sekitar 800.000 keluarga petani di 15 provinsi di Indonesia.

“Bayer memahami urgensi peningkatan sektor pertanian dalam negeri, khususnya di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis pangan saat ini. Sebagai perwujudan dari visi perusahaan ‘Health for All, Hunger for None’, ‘Better Life Farming’ memberdayakan para petani dengan memberikan akses terhadap inovasi terbaik, pengetahuan yang relevan, serta jaringan kemitraan yang luas. Kami sangat antusias dengan kemitraan yang terjalin bersama Kementerian Pertanian, dan optimis kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih optimal. Bukan hanya penguatan ekosistem pertaniaan, tetapi lebih lanjut juga mampu mensejahterakan para petani Indonesia, serta berkontribusi meningkatkan ekonomi bangsa,” kata Direktur Bayer Indonesia, Patrick Gerlich.

Sebelumnya pada awal Agustus, pemerintah menegaskan upaya penguatan sektor pertanian. Salah satunya untuk peningkatan produksi komoditas jagung; termasuk menyiapkan strategi “Roadmap Jagung 2022-2024” guna memenuhi kebutuhan jagung di dalam dan luar negeri.

Upaya peningkatan produksi jagung nasional tersebut dijalankan melalui 2 langkah penting: ekstensifikasi (perluasan lahan) dan intensifikasi (peningkatan produktivitas) pertanian. Langkah intensifikasi inilah yang menjadi sorotan utama Bayer melalui program ‘Better Life Farming’.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Negara Agraris dan Nasib Petani yang Tragis

Indonesia Negara Agraris dan Nasib Petani yang Tragis

Your Say | Rabu, 17 Agustus 2022 | 19:22 WIB

Pembangunan Bendung Talake Disebut Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian di PPU

Pembangunan Bendung Talake Disebut Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian di PPU

Kaltim | Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:10 WIB

BUMN dan Swasta akan Diberi Tugas Bantu Ketahanan Pangan Indonesia

BUMN dan Swasta akan Diberi Tugas Bantu Ketahanan Pangan Indonesia

| Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:24 WIB

Terkini

OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon

OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB

Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:59 WIB

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:53 WIB

J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026

J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:49 WIB

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:42 WIB

Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:34 WIB

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23 WIB

Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:18 WIB

Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat

Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:02 WIB