Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
Ketergantungan Impor LPG Indonesia terus meningkat karena kebutuhan yang ikut melonjak. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ketergantungan impor LPG naik dari 80,58 persen menjadi 83,97 persen pada 2026.
  • Kebutuhan LPG meningkat menjadi 26 ribu metrik ton per hari, jauh di atas produksi domestik.
  • Pemerintah mencari sumber impor di luar Timur Tengah untuk menjaga ketahanan pasokan

Suara.com - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi  (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan impor LPG pada 2026 akan melonjak, seiring kebutuhan dalam negeri yang tinggi.

Sesditjen Migas Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, menjelaskan pada 2025 kebutuhan impor LPG tercatat sebesar 80,58 persen dari total kebutuhan, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 83,97 persen. 

"Sementara itu pada tahun 2026 hingga Februari ketergantungan impor LPG meningkat menjadi 83,97 persen dari total kebutuhan," ujarnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (8/4/2026). 

Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Rizwi memaparkan, kebutuhan LPG pada 2025 mencapai 25 ribu metrik ton per hari, sementara pada Januari hingga Februari 2026 meningkat 1.000 metrik ton menjadi 26 ribu metrik ton per hari. 

Tercatat hingga akhir Februari 2026 total impor LPG mencapai 1,31 juta ton, masih jauh dari tingkat produksi nasional yang hanya mencapai 0,13 juta ton. 

"Bahwa produksi dalam negeri masih jauh dibawah kebutuhan, sehingga impor LPG tetap mendominasi pasokan nasional," jelasnya. 

Sementara itu guna memastikan stok LPG tetap aman di tengah situasi di Timur Tengah yang memanas, pemerintah menjadikan negara-negara di luar kawasan tersebut sebagai alternatif utama untuk pemenuhan impor. 

"Maka negara-negara lain selain daripada Timur Tengah menjadi alternatif paling dominan untuk diupayakan importasi LPG  di tahun 2026," kata Rizwi. 

Kemudian pemerintah juga mendorong kilang LPG swasta untuk memprioritaskan pasokan bagi Pertamina Patra Niaga guna memastikan distribusi lebih terfokus pada kebutuhan masyarakat.

baca juga

"LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg yang dimana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," pungkas Rizwi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:58 WIB

RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton

RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 14:32 WIB

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:21 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×