Temui Peternak Ayam, Mendag Ungkap Kenaikan Harga Pakan Dipengaruhi Impor

M Nurhadi
Temui Peternak Ayam, Mendag Ungkap Kenaikan Harga Pakan Dipengaruhi Impor
Peternak ayam petelur di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. [FOTO: Riswan Efendi/TIMES Indonesia]

Kenaikan harga pakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komponennya antara lain bungkil kedelai dari minyak kedelai yang berasal dari impor dan jagung," kata Mendag.

Suara.com - Mendag Zulkifli Hasan bertemu pelaku usaha peternak ayam untuk membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang.

Mereka adalah peternak yang berasal dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar); Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan); serta perwakilan peternak dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah sentra lainnya untuk membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang.

“Gejolak harga tersebut disinyalir terjadi akibat kendala distribusi yang kurang merata serta kondisi supply-demand, yaitu produksi lebih besar dibandingkan permintaan,” kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Jumat (2/9/2022).

Turut hadir pula Ketua Umum Gopan Herry Dermawan dan Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko.

Baca Juga: Jaksa Beberkan Peran Eks Mendag Lutfi Terkait Kasus Korupsi Minyak Goreng

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini Rp14.000/kg- Rp17.000/kg, atau sangat rendah di bawah harga keekonomian yang seyogianya berkisar Rp21.000/kg-Rp23.000/kg. Sedangkan rata-rata harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran berkisar Rp33.000/kg-Rp36.000/kg.

Menurut Zulkifli, dalam pertemuan tersebut para peternak menyampaikan gejolak harga yang terjadi saat ini dianggap belum pernah berpihak kepada peternak.

Ketika harga berada di atas harga acuan yang diatur dalam Permendag Nomor 07 Tahun 2020, peternak seringkali dimintai keterangan oleh satgas pangan POLRI. Sedangkan ketika harga di bawah harga acuan, peternak merasa belum pernah diberikan bantuan yang konkret oleh Pemerintah.

Selain itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, perlu adanya penyesuaian harga acuan karena sudah terjadi penyesuaian harga akibat kenaikan biaya logistik dan pakan.

“Kenaikan harga pakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komponennya antara lain soy bean meal (SBM) atau bungkil kedelai hasil olahan sisa/ampas minyak kedelai yang berasal dari pasokan impor dan jagung. Harga SBM saat ini mulai menurun seiring penurunan harga gandum, namun masih cenderung tinggi,” kata Mendag.

Baca Juga: Harga Telur Naik, Mendag dan Mensos Saling Menyerang Akibat Beda Pendapat

Menindaklanjuti hasil pertemuan, Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan rencananya untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan terintegrasi guna membahas upaya peningkatan harga ayam di peternak.