SuaraSumedang.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjelaskan, harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini Rp14.000 per kilogram-Rp17.000/kg, atau sangat rendah di bawa harga keekonomian yang seharusnya berkisar Rp21.000-Rp23.000/kg.
Sedangkan untuk rata-rata harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran berkisar Rp33.000-Rp36.000/kg. Hal ini, disampaikannya saat bertemu pelaku usaha peternak ayam untuk membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang.
Adapun para peternak ayam itu, berasal dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar); Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan); serta perwakilan peternak dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah sentra lainnya untuk membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang.
"Gejolak harga tersebut disinyalir terjadi akibat distribusi yang kurang merata serta kondisi supply-demand, yaitu produksi lebih besar dibandingkan permintaan," kata Mendag Zulkifli Hasan, Jumat (2/9/2022).
Menurut Zulkifli, dalam pertemuan itu para peternak menyampaikan gejolak harga yang terjadi saat ini dianggap belum pernah berpihak kepada peternak.
Ketika harga berada di atas harga acuan yang diatur dalam Permendag Nomor 7/2020, peternak kerapkali dimintai keterangan oleh satgas pangan Polri.
Sedangkan, ketika harga di bawah harga acuan, peternak merasa belum pernah diberikan bantuan yang konkret oleh Pemerintah.
Tak hanya itu, kata Mendag Zulkifli Hasan, perlu adanya penyesuaian harga acuan karena sudah terjadi penyesuaian harga akibat kenaikan biaya logistik dan pakan.
"Kenaikan harga pakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komponennya antara lain soy bean meal (SBM) atau bungkil kedelai hasil olahan sisa/ampas minyak kedelai yang berasal dari pasokan impor dan jagung."
Baca Juga: Apa Keuntungan Membeli Rumah Bekas Dibanding Properti Baru? Ini Penjelasannya
"Harga SBM saat ini, mulai menurun seiring penurunan harga gandum, namun masih cenderung tinggi," kata Mendag.
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menyampaikan rencananya untuk bertemu perusahaan-perusahaan terintegrasi guna membahas upaya peningkatan harga ayam di peternak.
Selain itu, dikatakan Mendag, Kementerian Perdagangan juga tengah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memobilisasi daging ayam ras dari wilayah surplus (harga anjlok), ke wilayah defisit (harga tinggi) melalui subsidi angkut, dan tol laut serta mendorong penerapan rantai pasok dingin (yang diawali dengan perdagangan ayam tanpa bulu di wilayah DKI Jakarta).
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, Bapanas kini memegang kewenangan mengenai distribusi dan stabilisasi pangan harga pokok.
Per 30 Agustus 2022 harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran tercatat sebesar Rp35.000 per kg, turun 0,8 persen dibandingkan minggu lalu (Rp35.100 per kg), dan turun 2,78 persen dibandingkan bulan lalu (Rp36.000 per kg).
Sedangkan harga ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp18,670 per kg turun 10,3 persen dibandingkan minggu lalu (Rp20,820 per kg), dan turun 8,8 persen dibandingkan bulan lalu Rp20,480 per kg.