Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gegara BBM Naik, Harga Cabai di Pasar Tradisional Kian Terasa Pedas

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 05 September 2022 | 22:09 WIB
Gegara BBM Naik, Harga Cabai di Pasar Tradisional Kian Terasa Pedas
Seorang penjual bahan pangan, seperti cabai di pasar tradisional di Jakarta. Sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan harga yang signifikan. [Suara.com/Fadil]

Suara.com - Belum juga sempat turun ke harga normal, kini komoditas berbagai jenis cabai yang dijual di sejumlah pasar tradisional di DKI Jakarta terpantau makin mahal usai pemerintah menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada akhir pekan lalu.

Dari pantauan Suara.com pada Senin (5/9/2022), harga cabai di Pasar Minggu, Jakarta Selatan rata-rata mengalami kenaikan Rp5.000 per kilogram.

Sedangkan untuk harga merah cabai merah keriting dijual Rp80.000 per kilogram atau naik Rp5.000 dari harga sebelumnya berada pada kisaran Rp75.000 per kilogram.

Begitu juga dengan harga jual cabai merah besar, harganya juga mengalami kenaikan yang hampir sama, yakni Rp5.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit merah juga mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 dari sebelumnya Rp55.000 per kilogram kini harganya menjadi Rp60.000 per kilogram.

Sementara untuk harga cabai merah terpantau relatif stabil pada kisaran Rp50.000 per kilogram, juga untuk bawang merah harganya stabil di angka Rp40.000 per kilogram.

Sedangkan di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan sejumlah komoditas juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah besar yang harganya naik Rp15.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Untuk harga cabai rawit merah harganya juga melonjak Rp8.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Begitu juga dengan harga cabai rawit hijau yang naik menjadi Rp10.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram.

Harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi sebesar Rp9.000 kini dibandrol menjadi Rp74.000 per kilogram.

Untuk komoditas bawang merah juga naik menjadi Rp30.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp25.000 per kilogram. Sementara harga bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 per kilogram menjadi Rp30.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Cabai Merah di Banda Aceh Kembali Turun, Sempat Melambung Rp 150 Ribu per Kg

Harga Cabai Merah di Banda Aceh Kembali Turun, Sempat Melambung Rp 150 Ribu per Kg

Sumbar | Senin, 05 September 2022 | 20:22 WIB

Daftar Harga Bahan Pokok yang Ikut Melejit Imbas BBM Naik, Cabai Keriting 1 Kg Tembus Rp79 Ribu

Daftar Harga Bahan Pokok yang Ikut Melejit Imbas BBM Naik, Cabai Keriting 1 Kg Tembus Rp79 Ribu

Bisnis | Senin, 05 September 2022 | 18:36 WIB

Update Harga Pangan di Sumsel Setelah Kenaikan BBM: Cabai, Bawang Ikut Merangkak Naik

Update Harga Pangan di Sumsel Setelah Kenaikan BBM: Cabai, Bawang Ikut Merangkak Naik

Sumsel | Senin, 05 September 2022 | 16:21 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB