Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Logam Mulia Berkilauan, Emas Naik 1 Persen, Perak Melesat 5 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 13 September 2022 | 08:56 WIB
Logam Mulia Berkilauan, Emas Naik 1 Persen, Perak Melesat 5 Persen
Ilustrasi emas (Pexels/Michael Steinberg)

Suara.com - Harga emas melonjak sekitar 1 persen dan perak melesat lebih dari 5 persen pada perdagangan hari Senin karena didukung pelemahan dolar.

Selain itu, para investor juga sedang menunggu data inflasi utama untuk isyarat pada laju kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Mengutip CNBC, Selasa (13/9/2022) hrga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD1.728,57 per ounce setelah melesat ke level tertinggi sejak 30 Agustus di USD1.734,99.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melambung 7 persen menjadi USD1.740,6 per ounce.

"Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi, yang mendukung euro dan menekan dolar dan sebagian bertanggung jawab atas penguatan di pasar emas," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Indeks Dolar (Indeks DXY) mundur, membuat emas lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Investor bersiap untuk pembacaan Indeks Harga Konsumen AS hari Selasa yang kemungkinan akan menunjukkan harga Agustus naik pada kecepatan 8,1 persen sepanjang tahun, dibandingkan angka 8,5 persen untuk Juli.

"Kita mungkin melihat posisi trader untuk laporan inflasi Amerika yang menguntungkan besok, yang dapat memberikan dorongan lebih besar lagi jika kita melihat pelemahan lebih lanjut," kata Craig Erlam, analis OANDA.

Emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai inflasi, tetapi kenaikan suku bunga diterjemahkan menjadi opportunity cost yang lebih tinggi untuk memegang logam kuning, yang tidak memberikan imbal hasil.

baca juga

Pergerakan emas tampaknya dibayangi oleh perak, yang biasanya mengikuti bullion tetapi juga dapat dipengaruhi oleh isyarat ekonomi mengingat kegunaan industrinya.

Sementara itu harga perak di pasar spot meroket lebih dari 5 persen ke level tertinggi sejak 17 Agustus di USD19,80 per ounce.

Sedangkan paladium melejit 3,7 persen menjadi USD2.253,55 per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak 12 Agustus, dan platinum melesat 2,5 persen menjadi USD903,16.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasangan Asal Inggris Ini Temukan Emas Senilai 4,2M di Bawah Rumah

Pasangan Asal Inggris Ini Temukan Emas Senilai 4,2M di Bawah Rumah

Depok | Senin, 12 September 2022 | 18:40 WIB

Sebanding dengan Menyedekahkan Emas! Tidak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Keistimewaan  Membaca Surat Al Fatihah

Sebanding dengan Menyedekahkan Emas! Tidak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Keistimewaan Membaca Surat Al Fatihah

Bandung | Senin, 12 September 2022 | 11:02 WIB

Masuk Awal Pekan, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp 947.000/Gram

Masuk Awal Pekan, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp 947.000/Gram

Bisnis | Senin, 12 September 2022 | 08:53 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB