Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Studi: 77% Organisasi di ASEAN Fokus Pada Keberlanjutan

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 17 Oktober 2022 | 12:51 WIB
Studi: 77% Organisasi di ASEAN Fokus Pada Keberlanjutan
Kyndryl Ecosystm Sustainability Study. (Dok. Kyndryl)

Ketika inisiatif keberlanjutan belum cukup matang, beberapa industri memimpin dengan menggunakan strategi mereka, terutama untuk inisiatif mereka. Media-Telekomunikasi serta Energi-Utilitas misalnya, adalah salah satu industri yang paling matang mengingat insentif untuk mengadopsi praktik berkelanjutan berkenaan dengan biaya dan untuk kelangsungan hidup di masa depan.

Industri yang telah memulai langkah-langkah kecil yang ramah lingkungan juga telah menemukan beberapa keberhasilan awal dan termasuk industri ritel, di mana telah ada fokus pada pengurangan penggunaan plastik dalam kemasan dan pengadaan secara lokal untuk mengurangi jejak karbon.

“Dalam ekonomi yang berkembang saat ini, relevansi dan keberhasilan organisasi akan diukur baik dari segi keuangan dan aspek iklim. Hal ini telah mendorong organisasi untuk menunjuk Chief Sustainability Officers dan menyoroti semakin pentingnya keterampilan tenaga kerja dalam keberlanjutan di masa depan. Studi ini menyoroti bagaimana kekurangan data secara konsisten bisa menghambat perencanaan keberlanjutan sebuah organisasi,” kata Ullrich Loeffler, CEO Ecosystm, dalam keterangan tertulis.

“Meskipun keberlanjutan merupakan bagian integral dari banyak bisnis di ASEAN, masih banyak yang perlu dilakukan untuk membangun kompetensi keberlanjutan dan sepenuhnya memahami apa yang dapat diakses oleh organisasi data dan mengidentifikasi kesenjangan data untuk mendukung tujuan keberlanjutan perusahaan,” katanya lagi.

“Karena ASEAN diprediksi menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, sekarang ada tanggung jawab besar bagi bisnis di kawasan ini untuk menyeimbangkan keharusan jangka panjang dari masa depan yang bebas emisi karbon (net-zero future) dengan kebutuhan jangka pendek untuk menjaga bottom line-nya,” kata Sean Lee, Managing Director, Kyndryl Indonesia.

“Saya sangat percaya bahwa keberhasilan keberlanjutan terletak pada seberapa baik suatu organisasi dapat mengintegrasikan orang, proses, dan teknologinya untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan ini, kita perlu menempatkan orang-orang sebagai pusatnya dan menanamkan prinsip-prinsip keberlanjutan di semua tingkat budaya organisasi,” lanjut Sean Lee.

Di Kyndryl, strategi LST adalah inti dari misi organisasi untuk menjadi perusahaan yang digerakkan oleh tujuan (purpose-driven). Fokus strategis Kyndryl adalah untuk terus mengembangkan bisnis Cloud-nya agar bisa memungkinkan peningkatan efisiensi energi sekitar 22-39%. Perusahaan juga akan melanjutkan ekspansi energi terbarukan di seluruh portofolionya, menumbuhkannya hingga 75% dalam beberapa tahun ke depan untuk semua pusat datanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Ingatkan Pentingnya Ketahanan ASEAN untuk Cegah Dampak Negatif Global

Sri Mulyani Ingatkan Pentingnya Ketahanan ASEAN untuk Cegah Dampak Negatif Global

Bisnis | Minggu, 16 Oktober 2022 | 22:08 WIB

Indonesia Ajak Negara ASEAN Fokus Pulihkan Pendidikan

Indonesia Ajak Negara ASEAN Fokus Pulihkan Pendidikan

| Jum'at, 14 Oktober 2022 | 12:50 WIB

Bangga Banget, Begini Kisah Prita Kemal Gani Bawa PR Indonesia ke Tingkat ASEAN

Bangga Banget, Begini Kisah Prita Kemal Gani Bawa PR Indonesia ke Tingkat ASEAN

Lifestyle | Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:01 WIB

Terkini

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:10 WIB

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:03 WIB

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:35 WIB

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:25 WIB

'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250

'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:09 WIB