Jangan Senang Dulu, Tren Surplus Neraca Perdagangan RI Timbulkan Kekhawatiran

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 17 Oktober 2022 | 13:40 WIB
Jangan Senang Dulu, Tren Surplus Neraca Perdagangan RI Timbulkan Kekhawatiran
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Jumat (26/5).

Suara.com - Indonesia kembali mencatatkan nilai surplus neraca perdagangan pada bulan September 2022 dimana angkanya mencapai USD4,99 miliar atau setara Rp77 triliun dengan kurs Rp15.500.

Tetapi jika dilihat lebih dalam tren surplus ini mengalami penurunan yang terus menerus hingga saat ini, sejak mencatatkan 29 kali surplus beruntun.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan tren penurunan surplus perdagangan terjadi akibat moderasi pada harga komoditas ekspor utama terutama CPO dipasar internasional dan koreksi pada harga batubara dibanding bulan sebelumnya.

"CPO sangat terkait dengan ancaman resesi global yang menurunkan permintaan bahan baku terutama untuk industri pengolahan. Terkait batubara meski krisis energi tengah berlangsung di zona Eropa, namun ancaman resesi membuat proyeksi kebutuhan batubara ditahun depan bisa menurun," papar Bhima kepada suara.com, Senin (17/10/2022).

Sehingga kata dia price reversal dari harga komoditas bisa menekan surplus perdagangan pada bulan Oktober mendatang.

Sementara dari sisi impor migas tidak bisa hanya dilihat menurun dibandingkan posisi bulan sebelumnya (Agustus 2022), tapi jika dibandingkan satu tahun terakhir, fakta bahwa impor migas naik 83,5 persen year on year perlu diwaspadai meski ada kebijakan kenaikan harga BBM, kenaikan defisit migas tetap tinggi.

Menurut Bhima per Januari-September 2022 defisit migas menembus USD18,8 miliar, bahkan melebihi posisi Januari-Desember 2021 yang sebesar USD13,2 miliar.

"Perlu diwaspadai dampak dari penurunan surplus perdagangan yang berlanjut terhadap stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Semakin turun pendapatan ekspor sementara kebutuhan impor migasnya meningkat, maka rupiah berisiko alami pelemahan secara kontinu," katanya.

Sehingga kata dia perlu dicari langkah-langkah mitigasi dengan peningkatan porsi ekspor produk industri pengolahan non-komoditas, seperti pencarian pasar alternatif yang masih cukup tahan terhadap ancaman resesi.

baca juga

"Di Asean ada Vietnam dan Filipina, Afrika Utara, dan Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan pada konsumsi migas dengan percepatan transisi energi, memperbesar industri substitusi impor didalam negeri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantab! Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 29 Bulan Berturut-turut

Mantab! Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 29 Bulan Berturut-turut

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 13:02 WIB

Biarpun Ekspor dan Impor Lesu, Neraca Dagang RI Tetap Untung Rp 77 Triliun di September 2022

Biarpun Ekspor dan Impor Lesu, Neraca Dagang RI Tetap Untung Rp 77 Triliun di September 2022

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 12:43 WIB

Pengusaha Sawit Minta Mendag Jamin Keberlanjutan Usaha

Pengusaha Sawit Minta Mendag Jamin Keberlanjutan Usaha

Tantrum | Senin, 26 September 2022 | 15:40 WIB

Terkini

Suyudi: Polisi Kuat Bukan karena Ditakuti, tapi Dipercaya

Suyudi: Polisi Kuat Bukan karena Ditakuti, tapi Dipercaya

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Efisiensi dan Asas Keadilan Jadi Alasan BGN Ubah Insentif Dapur MBG jadi Rp2.000 per Porsi

Efisiensi dan Asas Keadilan Jadi Alasan BGN Ubah Insentif Dapur MBG jadi Rp2.000 per Porsi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Dikabarkan Jadi KSP Gantikan Dudung, Listyo: Ya Mudah-mudahan Tak Meleset

Dikabarkan Jadi KSP Gantikan Dudung, Listyo: Ya Mudah-mudahan Tak Meleset

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Lapor Polisi Malah Rumah Diserang! Aksi Brutal Perusakan di Bekasi Viral di Medsos

Lapor Polisi Malah Rumah Diserang! Aksi Brutal Perusakan di Bekasi Viral di Medsos

Bekaci | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Tangis di Balik Pintu Kelas

Tangis di Balik Pintu Kelas

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

×