Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:33 WIB
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
Mari menilai rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang saat ini berada di level 40,46 persen masih tergolong rendah dan kompetitif dibandingkan dengan banyak negara lain.. [Ist]
  • Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menyatakan rasio utang Indonesia terhadap PDB 40,46% masih relatif rendah dibandingkan negara maju.
  • Mari menyarankan fokus pada Debt Service Ratio dan efektivitas penggunaan utang untuk memicu pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Peningkatan utama adalah perluasan basis pajak dan perbaikan administrasi perpajakan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber utang.

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, memberikan pandangannya terkait kondisi fiskal Indonesia, khususnya mengenai posisi utang negara.

Ia menilai rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang saat ini berada di level 40,46 persen masih tergolong rendah dan kompetitif dibandingkan dengan banyak negara lain.

Mari menekankan bahwa masyarakat perlu melihat konteks yang lebih luas dalam menilai kesehatan ekonomi nasional, mengingat banyak negara maju justru memiliki rasio utang yang jauh melampaui angka 100 persen dari PDB mereka.

"Mengenai utang, kalau kita lihat 40 persen dari PDB, sebetulnya relatif rendah ya dibanding dengan banyak negara lain, apalagi negara maju yang sudah di atas 100 persen," ujar Mari di kantor DEN, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Menurut Mari, rasio utang terhadap PDB bukan satu-satunya tolok ukur yang harus diperhatikan. Ia mendorong publik untuk mencermati indikator lain yang lebih substansial, seperti Debt Service Ratio (DSR) atau rasio layanan utang.

Indikator DSR dianggap lebih akurat dalam mencerminkan kapasitas pemerintah untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang tepat waktu.

Selain itu, aspek krusial yang harus dievaluasi adalah efektivitas penggunaan dana utang tersebut bagi pertumbuhan ekonomi.

"Semua negara juga berutang. Yang penting utang itu digunakan untuk menghasilkan pertumbuhan (growth) atau tidak, sehingga bisa membayar kembali utangnya," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Meski menilai posisi utang saat ini masih aman, Mari mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh lengah. Ia menegaskan bahwa meningkatkan penerimaan negara (revenue) dari sektor non-utang tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan Kementerian Keuangan.

Beberapa langkah strategis yang menjadi "pekerjaan rumah" (PR) penting adalah:

  • Perluasan Basis Pajak (Tax Base): Menjangkau potensi pajak baru guna mendiversifikasi sumber pendapatan.
  • Perbaikan Administrasi Perpajakan: Meningkatkan kepatuhan dan efisiensi pengumpulan pajak di lapangan.
  • Optimalisasi Belanja: Menekan ketergantungan pada utang dengan memastikan setiap pengeluaran pemerintah lebih efisien dan tepat sasaran.

"Bagaimana program fiskal untuk mendapatkan revenue dari sumber lain, bukan hanya dari utang. Itulah mengapa program peningkatan pendapatan, baik dari perluasan basis pajak maupun perbaikan administrasi, menjadi sangat penting," tambah Mari.

Dari sisi pengeluaran (expenditure side), DEN menyoroti adanya ruang besar untuk melakukan pembenahan. Mari menilai efisiensi belanja pemerintah adalah kunci agar stabilitas fiskal tetap terjaga tanpa harus menambah beban utang secara berlebihan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:05 WIB

Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 21:56 WIB

Pakai APBN! Danantara Masih Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh

Pakai APBN! Danantara Masih Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif

Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:51 WIB

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:57 WIB

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:39 WIB

Terkini

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:06 WIB

Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya

Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:56 WIB

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:34 WIB

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:23 WIB