Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:33 WIB
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
Mari menilai rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang saat ini berada di level 40,46 persen masih tergolong rendah dan kompetitif dibandingkan dengan banyak negara lain.. [Ist]
baca 10 detik
  • Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menyatakan rasio utang Indonesia terhadap PDB 40,46% masih relatif rendah dibandingkan negara maju.
  • Mari menyarankan fokus pada Debt Service Ratio dan efektivitas penggunaan utang untuk memicu pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Peningkatan utama adalah perluasan basis pajak dan perbaikan administrasi perpajakan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber utang.

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, memberikan pandangannya terkait kondisi fiskal Indonesia, khususnya mengenai posisi utang negara.

Ia menilai rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang saat ini berada di level 40,46 persen masih tergolong rendah dan kompetitif dibandingkan dengan banyak negara lain.

Mari menekankan bahwa masyarakat perlu melihat konteks yang lebih luas dalam menilai kesehatan ekonomi nasional, mengingat banyak negara maju justru memiliki rasio utang yang jauh melampaui angka 100 persen dari PDB mereka.

"Mengenai utang, kalau kita lihat 40 persen dari PDB, sebetulnya relatif rendah ya dibanding dengan banyak negara lain, apalagi negara maju yang sudah di atas 100 persen," ujar Mari di kantor DEN, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Menurut Mari, rasio utang terhadap PDB bukan satu-satunya tolok ukur yang harus diperhatikan. Ia mendorong publik untuk mencermati indikator lain yang lebih substansial, seperti Debt Service Ratio (DSR) atau rasio layanan utang.

Indikator DSR dianggap lebih akurat dalam mencerminkan kapasitas pemerintah untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang tepat waktu.

Selain itu, aspek krusial yang harus dievaluasi adalah efektivitas penggunaan dana utang tersebut bagi pertumbuhan ekonomi.

"Semua negara juga berutang. Yang penting utang itu digunakan untuk menghasilkan pertumbuhan (growth) atau tidak, sehingga bisa membayar kembali utangnya," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Meski menilai posisi utang saat ini masih aman, Mari mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh lengah. Ia menegaskan bahwa meningkatkan penerimaan negara (revenue) dari sektor non-utang tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan Kementerian Keuangan.

baca juga

Beberapa langkah strategis yang menjadi "pekerjaan rumah" (PR) penting adalah:

  • Perluasan Basis Pajak (Tax Base): Menjangkau potensi pajak baru guna mendiversifikasi sumber pendapatan.
  • Perbaikan Administrasi Perpajakan: Meningkatkan kepatuhan dan efisiensi pengumpulan pajak di lapangan.
  • Optimalisasi Belanja: Menekan ketergantungan pada utang dengan memastikan setiap pengeluaran pemerintah lebih efisien dan tepat sasaran.

"Bagaimana program fiskal untuk mendapatkan revenue dari sumber lain, bukan hanya dari utang. Itulah mengapa program peningkatan pendapatan, baik dari perluasan basis pajak maupun perbaikan administrasi, menjadi sangat penting," tambah Mari.

Dari sisi pengeluaran (expenditure side), DEN menyoroti adanya ruang besar untuk melakukan pembenahan. Mari menilai efisiensi belanja pemerintah adalah kunci agar stabilitas fiskal tetap terjaga tanpa harus menambah beban utang secara berlebihan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:05 WIB

Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 21:56 WIB

Pakai APBN! Danantara Masih Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh

Pakai APBN! Danantara Masih Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif

Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:51 WIB

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:57 WIB

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:39 WIB

Terkini

Urutan Pemakaian Viva Anti Wrinkle Cream agar Hasil Optimal dan Kerutan Tersamarkan

Urutan Pemakaian Viva Anti Wrinkle Cream agar Hasil Optimal dan Kerutan Tersamarkan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Dokter Piprim: MPASI Usia 4 Bulan Bisa Dipertimbangkan dalam Kondisi Tertentu

Dokter Piprim: MPASI Usia 4 Bulan Bisa Dipertimbangkan dalam Kondisi Tertentu

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Mykonos Baby Love Wanginya seperti Apa? Ini Notes dan Review Pembelinya

Mykonos Baby Love Wanginya seperti Apa? Ini Notes dan Review Pembelinya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Siapa Stephanie Giscka? Ini Profil dan Pekerjaan Mentereng Pacar Baru Teuku Ryan

Siapa Stephanie Giscka? Ini Profil dan Pekerjaan Mentereng Pacar Baru Teuku Ryan

Entertainment | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Cara Mendapatkan Kacamata Gratis dari BPJS Kesehatan, Ini Syaratnya

Cara Mendapatkan Kacamata Gratis dari BPJS Kesehatan, Ini Syaratnya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Timnas Indonesia Terancam Satu Grup dengan Raksasa Asia

Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Timnas Indonesia Terancam Satu Grup dengan Raksasa Asia

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:15 WIB

DPR: UU Cipta Kerja Tak Diskriminasi Perempuan dalam Perlindungan Lingkungan Hidup

DPR: UU Cipta Kerja Tak Diskriminasi Perempuan dalam Perlindungan Lingkungan Hidup

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Disokong Lift hingga Layar Digital, Sekolah Negeri di Jakarta Bersolek Bak Luar Negeri

Disokong Lift hingga Layar Digital, Sekolah Negeri di Jakarta Bersolek Bak Luar Negeri

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Pemerintah Didesak Tarik Pajak dari Orang Super Kaya Ketimbang UMKM, Potensi Rp 142,2 T per Tahun

Pemerintah Didesak Tarik Pajak dari Orang Super Kaya Ketimbang UMKM, Potensi Rp 142,2 T per Tahun

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Grand Hotel De Djokja Hadirkan Pengalaman Gastronomi Nusantara dalam WIG 2026

Grand Hotel De Djokja Hadirkan Pengalaman Gastronomi Nusantara dalam WIG 2026

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:08 WIB

×