Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Kinerja Pabrikan Rokok Besar Anjlok di Kuartal III 2022

Iwan Supriyatna

Kamis, 03 November 2022 | 16:13 WIB
Kinerja Pabrikan Rokok Besar Anjlok di Kuartal III 2022
Ilustrasi Rokok (pixabay)

Suara.com - Tekanan global yang mengerek harga-harga barang, serta kenaikan cukai rokok tinggi pada 2022 bikin emiten-emiten rokok gagal mengebul. Kuartal III-2022, laba bersih dua pabrikan rokok besar kompak terjun payung.

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat penurunan laba hingga 11,6% (yoy), sedangkan laba PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terkontraksi hingga 63,92% (yoy).

Melansir laporan keuangan Kuartal III-2022, laba Gudang Garam menurun 63,92% (yoy) menjadi Rp1,49 triliun dibandingkan periode serupa tahun lalu senilai Rp4,13 triliun.

Padahal, emiten rokok asal Kediri ini turut mencatat peningkatan pendapatan yang tumbuh 1,99% (yoy) dari Rp92,07 triliun pada kuartal III-2021 menjadi Rp93,91 triliun.

Sayang peningkatan pendapatan GGRM gagal diimbangi oleh beban usaha dan biaya penjualan yang membengkak. Beban usaha perseroan menanjak 7,50% (yoy) menjadi Rp5,73 triliun.

Sementara beban pokok penjualan meningkat 5,58% (yoy) menjadi Rp86,23 triliun yang utamanya disumbang kenaikan pos pita cukai, PPN, dan pajak rokok dengan peningkatan 5,94% (yoy) menjadi Rp74,34 triliun

Situasi serupa juga dialami oleh Sampoerna. Presiden Direktur HMSP Vassilis Gkatzelis mengatakan, menurunnya performa perseroan adalah imbas kenaikan cukai rokok yang tinggi dan jauh di atas angka inflasi.

“Kami tidak dapat meneruskan sepenuhnya beban cukai yang meningkat kepada konsumen,” ungkap Vassilis.

Laba Sampoerna tercatat melorot 11,7% (yoy) menjadi Rp4,9 triliun pada kuartal III-2022. Seperti Gudang Garam, Sampoerna juga sejatinya mencatatkan peningkatan pendapatan 15% (yoy) menjadi Rp72,52 triliun namun profitabilitasnya tergerus. Pasalnya, beban perusahaan tercatat melonjak tinggi.

Pada kuartal III-2022, beban pokok perseroan naik 18,58% (yoy) menjadi Rp70,98 triliun, sedangkan beban umum terkatrol 22,46% (yoy) menjadi Rp1,69 triliun.

Sementara beban penjualan meningkat 0,4% (yoy) menjadi Rp4,71 triliun, yang utamanya juga didorong kenaikan pos pita cukai yang terkerek 23,89% (yoy) dari Rp40,63 triliun pada kuartal III-2021 menjadi Rp50,34 triliun pada kuartal III-2022.

Besarnya beban emiten-emiten rokok besar ini juga diakibatkan makin lebarnya selisih tarif cukai antargolongan, terutama di segmen golongan II yang mencapai 40% dengan golongan I. Dalam situasi daya beli yang melemah, para perokok dewasa akhirnya memiliki preferensi untuk beralih kepada produk rokok yang lebih murah.

Saat ini, pabrikan Golongan I merupakan salah satu kontributor utama penerimaan negara. Hingga Juli 2022, pangsa pasar rokok Golongan 1 mencapai 61% dari total industri rokok di Indonesia.

Hal ini diamini Direktur Gudang Garam Heru Budiman. Ia mengatakan, naiknya cukai tidak diikuti dengan kenaikan harga rokok. Pasalnya, produsen rokok itu masih menguatirkan daya beli masyarakat.

"Cukai itu kalau kami langsung teruskan ke konsumen, maka profit tidak akan turun. Tetapi, di sisi konsumen, ini akan mengakibatkan perokok mencari rokok yang harganya lebih murah atau downtrading," ujarnya baru-baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digitalisasi Jadi Kunci Hambatan Akses Pasar Pelaku UMKM

Digitalisasi Jadi Kunci Hambatan Akses Pasar Pelaku UMKM

Bisnis | Selasa, 01 November 2022 | 19:22 WIB

Ada Ancaman Resesi di Tahun Depan, Petani Tembakau Minta Cukai Rokok Tak Naik Lagi

Ada Ancaman Resesi di Tahun Depan, Petani Tembakau Minta Cukai Rokok Tak Naik Lagi

Bisnis | Selasa, 01 November 2022 | 18:25 WIB

Dingkap dr.Zaidul Akbar Buah Hijau Ini Bisa Atasi Paru-Paru yang Rusak Akibat Sering Konsumsi Makanan Favorit Jin

Dingkap dr.Zaidul Akbar Buah Hijau Ini Bisa Atasi Paru-Paru yang Rusak Akibat Sering Konsumsi Makanan Favorit Jin

Cianjur | Selasa, 01 November 2022 | 09:30 WIB

Terkini

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:38 WIB

Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!

Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:32 WIB

MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil

MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:29 WIB

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24 WIB

Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:22 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:10 WIB

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:56 WIB

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:15 WIB