Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

FSPPI Siap Dukung Strategi Pengembangan Pupuk Indonesia Grup

Iwan Supriyatna

Selasa, 15 November 2022 | 06:55 WIB
FSPPI Siap Dukung Strategi Pengembangan Pupuk Indonesia Grup
Federasi Serikat Pekerja Pupuk Indonesia (FSPPI) memastikan dukungan dalam mendorong pengembangan bisnis Pupuk Indonesia Grup.

Suara.com - Federasi Serikat Pekerja Pupuk Indonesia (FSPPI) memastikan dukungan dalam mendorong pengembangan bisnis Pupuk Indonesia Grup, melalui beragam strategi yang digagas perusahaan dalam menghadapi tantangan industri masa kini. Hal ini ditegaskan FSPPI dalam Rapat Kerja Tahun 2022, yang digelar di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Direksi bersama Manajemen Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim, serta perwakilan serikat pekerja di lingkungan Pupuk Indonesia Grup. Rapat kerja ini dirangkai seminar korporasi dengan narasumber Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman, bersama Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Ketua Presidium FSPPI sekaligus Ketua Umum Korps Karyawan Pupuk Kaltim (KKPKT) Satriyo Wahyu Harsoyo, mengungkapkan seminar korporasi ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap strategi bisnis perusahaan, agar kedepan mampu berkontribusi lebih optimal melalui peningkatan kinerja secara signifikan.

Hal ini terus didorong FSPPI bagi seluruh serikat pekerja di lingkungan Pupuk Indonesia Grup, sehingga karyawan tidak sekadar menuntut hak atas kesejahteraan namun turut memahami dengan baik langkah perusahaan dalam menentukan arah pengembangan bisnis yang dijalankan.

"Dari kegiatan ini, karyawan dapat memahami dengan baik arah perkembangan perusahaan dari berbagai sisi, sehingga kedepan dapat terus memacu kinerja dalam mendorong kemajuan Pupuk Indonesia grup," ujar Satriyo.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, menyampaikan apresiasi atas inisiasi FSPPI dalam mendorong karyawan untuk terus meningkatkan semangat pengabdian guna mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Dikatakan Rahmad, FSPPI sebagai representasi keluarga besar di lingkungan Pupuk Indonesia Grup sudah sepatutnya saling dukung dalam meningkatkan perfoma perusahaan, agar capaian target yang ditetapkan mampu terealisasi dengan baik.

"Salah satu upaya yang bisa dilakukan diantaranya melalui community based working partner, yang berbasiskan pada kolaboratif dan produktif. Hal ini diwujudkan dengan saling dukung antar perusahaan di lingkungan PI Grup, dan serikat pekerja diharap berperan aktif membangun hal tersebut," terang Rahmad.

Dilanjutkan Rahmad, core value kolaboratif merupakan salah satu nilai yang harus ditingkatkan oleh seluruh karyawan di lingkungan PI Grup, guna mendorong kemajuan perusahaan agar semakin terdepan. Meski terkadang memiliki cara pandang berbeda terhadap sesuatu, namun hal itu jangan sampai menciptakan jarak antara satu dengan lainnya untuk saling berkolaborasi mencapai tujuan bersama.

"Kolaborasi inilah yang harus terus dibangun serikat pekerja dengan manajemen, agar ada kontinuitas operasi yang baik sehingga aktivitas produksi tidak terganggu. Kebersamaan yang kolaboratif dan produktif itu harus terjaga dengan baik di lingkungan PI Grup," tambah Rahmad.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman, dalam paparannya mengungkapkan new development strategy PI Grup berisi empat pengembangan utama yang akan menjadi tulang punggung peningkatan profitabilitas Pupuk Indonesia di masa datang. Diantaranya proyek pabrik amoniak dan urea, proyek pabrik NPK, pabrik Adjacent Chemical serta proyek green and blue ammonia. Hal ini ditandai dengan dimulainya konstruksi pabrik soda ash dan pabrik Pusri IIIB pada 2023 mendatang.

"Dari pengembangan tersebut, Pupuk Indonesia kedepan tidak hanya sebagai produsen pupuk dalam negeri, tapi juga disiapkan menjadi perusahaan adjacent chemical dan energi sebagai bentuk transformasi dalam meraih masa depan," kata Bakir.

Pengembangan blue dan green ammonia juga telah ditetapkan dalam roadmap dekarbonisasi Pupuk Indonesia yang terbagi dalam tiga tahap, meliputi jangka pendek (2023-2030), jangka menengah (2030-2040) hingga jangka Panjang (2040-2050).

Untuk jangka pendek, Pupuk Indonesia mulai memanfaatkan sumber energi terbarukan sekaligus mengurangi emisi dari hydropower yang diperoleh dari PLN. Sumber energi ini mulai menggantikan pemakaian minyak atau gas bumi sebagai sumber pembangkit listrik pada pabrik pupuk.

"Pupuk Indonesia juga akan melakukan revamping untuk meningkatkan efisiensi energi dan penurunan emisi karbon, serta memanfaatkan pabrik eksisting untuk green ammonia. Tidak hanya itu, emisi karbon juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan produk soda ash," papar Bakir.

Lalu pada jangka menengah, Pupuk Indonesia akan mulai mengembangkan blue ammonia. Dimana karbon yang terbentuk dari proses produksi ammonia dapat diinjeksi ke dalam tanah, melalui Carbon Capture Storage (CCS). Injeksi karbon ini akan lebih efisien jika dilakukan pada reservoir sumur minyak ataupun gas tua di Indonesia.

"Saat ini kita sudah melakukan feasibility study dengan sejumlah perusahaan dari Jepang untuk hal tersebut," lanjut Bakir.

Sedangkan periode jangka panjang, Pupuk Indonesia akan melakukan pengembangan pabrik baru green ammonia dengan skala komersil, yang diproduksi menggunakan sumber energi terbaru seperti pembangkit tenaga air (hydro power) dan geothermal demi mewujudkan industri ramah lingkungan.

"Pupuk Indonesia optimis akan menjadi pemain utama di sektor ini, karena didukung fasilitas dan sangat berpengalaman dalam pengelolaan produksi serta penyimpanan ammonia," pungkas Bakir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dekatkan Diri dengan Petani, Pupuk Kaltim Gelar Festival Pangan Lokal 2022

Dekatkan Diri dengan Petani, Pupuk Kaltim Gelar Festival Pangan Lokal 2022

Bisnis | Minggu, 13 November 2022 | 15:15 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem Laut, Pupuk Kaltim Bersama Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Ghurnita Samudra Murti

Dukung Pelestarian Ekosistem Laut, Pupuk Kaltim Bersama Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Ghurnita Samudra Murti

Bisnis | Minggu, 13 November 2022 | 14:55 WIB

Wujudkan SDM Unggul di Indonesia Timur, Program Vokasi Pupuk Kaltim Luluskan 49 Peserta

Wujudkan SDM Unggul di Indonesia Timur, Program Vokasi Pupuk Kaltim Luluskan 49 Peserta

Bisnis | Sabtu, 12 November 2022 | 13:48 WIB

Terkini

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 23:33 WIB

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB