Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Dukung Pelestarian Ekosistem Laut, Pupuk Kaltim Bersama Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Ghurnita Samudra Murti

Iwan Supriyatna

Minggu, 13 November 2022 | 14:55 WIB
Dukung Pelestarian Ekosistem Laut, Pupuk Kaltim Bersama Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Ghurnita Samudra Murti
Pupuk Kaltim bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “Ghurnita Samudra Murti”.

Suara.com - Dukung pelestarian budaya dalam rangka membangkitkan kepedulian mengenai pelestarian ekosistem laut, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “Ghurnita Samudra Murti”.

Pertunjukan seni yang menampilkan pesan peruwatan kesadaran untuk menjaga kesucian air dan laut ini menghadirkan kolaborasi antara Gamelan Yugananda, Bumi Bajra, Ayu Laksmi, Alien Child, dan Wayang Sunar di Halaman Pura Dalem Ketewel.

Pentas ini mengambil inspirasi dari mitologi Nangluk Merana dengan memberi pesan bahwa laut adalah sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat, bukan saja nelayan dilihat dari laut yang menyediakan sumber ekonomi, pangan, dan juga peran penting terhadap ketahanan iklim.

"Dukungan Pupuk Kaltim pada kegiatan ini sebagai gerakan budaya untuk melestarikan lingkungan utamanya air sebagai sumber kehidupan karena apabila air tidak dijaga maka kelangsungan kehidupan juga terancam. Dengan gerakan budaya untuk mendukung lingkungan ini perlu dikuatkan dan diadakan di banyak tempat," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Kegiatan ini merupakan langkah aktif Pupuk Kaltim sebagai BUMN yang harus memberikan kontribusi positif kepada negara. Rahmad berpendapat menjaga lingkungan merupakan kewajiban bersama dan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip industri hijau berbasis environment, social and governance (ESG) secara berkesinambungan.

“Melestarikan air ini sama dengan melestarikan kehidupan. Melalui penampilan tadi, seluruh generasi utamanya generasi muda dapat diajari untuk melindungi lingkungan. Fungsi gunung, air sungai dan laut dapat dipahami dengan seksama,” terangnya.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana mengungkapkan pentingnya menjaga kelesetarian ekosistem laut agar laut memberikan manfaat dan sumber kehidupan masyarakat.

Ekosistem laut seperti pantai yang tidak dijaga, bahkan praktik pembabatan hutan mangrove hanya demi pembangunan tempat untuk menikmati sunset atau sunrise dapat membuat laut menjadi sumber bencana bagi masyarakat.

“Laut sangat penting terhadap sistem kepercayaan dan kehidupan masyarakat Bali. Laut punya dua wajah “Buto” dan “Dewa”. Dalam wajah “buto” ini seperti penderitaan yang disebabkan wabah, bencana, dan lain lain itu bersumber dari laut.

baca juga

Sementara itu, wajah Dewa Laut itu dilihat bahwa sumber kehidupan itu ada di dalam dasar samudranya laut,” ujar Ari yang juga merupakan Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud.

Namun demikian, Ari menjelaskan saat ini laut tengah terancam. Terumbu karang yang melindungi masyarakat selama jutaan tahun sudah rusak dijarah, juga hutan mangrove yang sudah banyak dibabat demi mendapatkan tempat untuk menikmati sunset ataupun sunrise.

Bahkan, laut telah menjadi tempat pembuangan sampah raksasa. Tidak mengherankan di Bali dalam beberapa waktu belakangan terjadi banjir bandang. Hal itu memperlihatkan ada yang salah dalam pengelolaan sistem lingkungan saat ini.

“Maka dari itu kami memantapkan diri, dan mengajak semua pihak untuk menjaga air dari hulu ke hilir yang merupakan warisan dari leluhur kita. Kerusakan satu sisi saja akan berdampak pada sisi yang lain baik itu di hulu, tengah atau hilir. Di hilir seperti saat ini, kami coba berkegiatan untuk mendorong upaya memperkuat ekonomi pesisir, ajakan menjaga ekologi pesisir, dan membangkitka budaya pesisir dengan pagelaran seni,” ujar Ari.

Adapun, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki yang turut hadir dalam pertunjukan tersebut menyampaikan, masalah lingkungan terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Upaya-upaya penyadaran dalam pelestarian lingkungan perlu terus dilakukan. Hal itu menurutnya akan mampu memaksimalkan potensi alam Indonesia dalam menghidupi masyarakat lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wujudkan SDM Unggul di Indonesia Timur, Program Vokasi Pupuk Kaltim Luluskan 49 Peserta

Wujudkan SDM Unggul di Indonesia Timur, Program Vokasi Pupuk Kaltim Luluskan 49 Peserta

Bisnis | Sabtu, 12 November 2022 | 13:48 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Siap Dukung Terwujudnya Jawa Timur Mandiri Benih

Jaga Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Siap Dukung Terwujudnya Jawa Timur Mandiri Benih

Bisnis | Jum'at, 11 November 2022 | 06:29 WIB

Pupuk Kaltim Pastikan Penerapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha

Pupuk Kaltim Pastikan Penerapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 08:20 WIB

Terkini

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:28 WIB

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga

Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:18 WIB

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:13 WIB

×