Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Dolar AS Langka Dimana-mana, Rupiah Makin Anjlok

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 18 November 2022 | 09:57 WIB
Dolar AS Langka Dimana-mana, Rupiah Makin Anjlok
Pembeli menghitung uang pecahan 100 dolar AS di Ayumas Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (19/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan peredaran dolar AS sangat langka saat ini. Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga mengalami hal yang sama.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menyebut, kelangkaan dolar AS ini sudah bisa diprediksi usai Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mulai menaikkan suku bunga acuannya.

Hal ini berimbas pada, bank sentral di dunia termasuk Indonesia yang mulai ikut-ikutan menaikkan suku bunga acuannya.

"Sehingga ini mendorong arus balik dari beberapa negara emerging market termasuk Indonesia termasuk negara maju juga di Eropa dan sebagainya itu masuk kembali ke AS," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang ditulis Jumat (18/11/2022).

Aksi investor asing itu membuat pergerakan dolar AS perkasa terhadap mata uang negara berkembang maupun maju.

Berdasarkan data BI, nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) tercatat 106,28 pada 16 November 2022 atau mengalami penguatan sebesar 11,09% (ytd) selama tahun 2022.

"Ini akhirnya menyebabkan adanya dolar shortage atau kelangkaan dolar di negara-negara emerging market termasuk negara maju," ucap dia.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menjelaskan, kuatnya posisi dolar AS dipengaruhi oleh kenaikan agresif Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

"Oleh karena itu, dampak kenaikan The Fed sangat kuat didorong dolar AS sangat strong terhadap berbagai mata uang dunia," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/11/2022).

Selain itu, tutur Perry, ketidakpastian global membuat investor masih pikir-pikir lagi buat melakukan investasi. Ditambah lagi, ketidakpastian itu membuat investor kembali menarik dananya di sejumlah negara.

baca juga

"Itu faktor beri pelemahan mata uang terhadap seluruh mata uang dunia rupiah tak terkecuali," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ini Penyebab Rupiah Tak Berdaya Lawan Dolar AS

Ternyata Ini Penyebab Rupiah Tak Berdaya Lawan Dolar AS

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 20:10 WIB

Tak Berdaya, Kamis Sore Rupiah Ditutup Tembus Level Rp15.663

Tak Berdaya, Kamis Sore Rupiah Ditutup Tembus Level Rp15.663

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 18:20 WIB

Gubernur BI: Transaksi Digital Banking Meroket, Jumlah Uang Kartal Meningkat

Gubernur BI: Transaksi Digital Banking Meroket, Jumlah Uang Kartal Meningkat

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 18:08 WIB

Terkini

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:25 WIB

Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi

Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:22 WIB

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:20 WIB

Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan

Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:14 WIB

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:35 WIB

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:53 WIB

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:52 WIB

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:43 WIB

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:29 WIB

×