Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Padahal Saingan, Ternyata Ini Alasan Kenapa Indomaret dan Alfamart Selalu Berdampingan

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 18 November 2022 | 18:28 WIB
Padahal Saingan, Ternyata Ini Alasan Kenapa Indomaret dan Alfamart Selalu Berdampingan
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart

Suara.com - Pernahkah kamu memperhatikan, di mana ada Indomaret, di dekat sana juga selalu ada Alfamart, atau sebaliknya?

Banyak orang heran dengan fenomena ini. Kedua minimarket ini sama-sama menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Layanan tambahan yang diberikan pun tak jauh berbeda, yaitu melayani jasa transfer e-commerce, beli token listrik dan pulsa, hingga perantara jasa pengiriman.

Nah, logikanya, kalau keduanya sama-sama menyediakan produk dan jasa yang sama, bukankah mereka seharusnya adalah rival? Tapi, kenapa selalu dibangun berdekatan?

Sering kali terjadi, kalau di satu tempat sudah ada gerai yang satu, tak lama gerai yang lain juga akan buka dalam jarak hanya beberapa ratus meter dari sana. Bahkan, tak jarang bersebelahan atau berseberangan.

Ternyata, ada alasan di balik keputusan yang dianggap aneh oleh banyak orang awam ini. Mengutip Instagram @bisnismillenial, Jumat (18/11/2022), inilah alasan mengapa Indomaret dan Alfamart selalu berdampingan.

1. Adu Keunggulan

Jarak yang berdekatan ini tujuannya adalah untuk adu keunggulan. Bagi para ibu-ibu yang merupakan target pasar utama mereka, perbedaan harga sekecil apapun akan sangat diperhatikan. Begitu pula kalau ada promo atau diskon.

Nah, lokasi yang berdekatan membuat kedua brand ini mengadu kekuatan dan keunggulan untuk menjaring konsumen lewat persaingan yang cukup sengit.

2. Ekspansi Pasar

Keduanya menggunakan teori lokasi industri yang disebut Hotelling Theory. Teori ini menjelaskan dua persamaan jenis ekonomi yang saling berdekatan dengan tujuan untuk menguasai pasar seluas-luasnya.

Teori ini memfokuskan pada pemilihan lokasi, yang mana hal tersebut dipengaruhi oleh dua faktor: lokasi produsen lain dan perilaku konsumen untuk dicari titik keseimbangan atau equilibrium, dimana dia bisa merebut pasar dari kompetitor yang lebih dulu ada di lokasi tersebut. Ketika persentase keuntungan sudah 50:50, maka selanjutnya tinggal bagaimana konsumen memilih akan membeli produk yang mana.

3. Hemat Biaya Riset

Setiap kalikita akan membangun bisnis, diperlukan riset mendalam, terutama untuk memastikan apakah potensi pasar di sana bagus dan lolos uji kelayakan bisnis.

Ketika bisnis yang sama sudah berdiri di satu lokasi dan survive, maka bisa dipastikan bahwa potensi pasarnya bagus. Dengan begitu, si rival tak perlu lagi melakukan riset mendalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicari Pemiliknya, Kucing Ini Malah Santuy Sembunyi di Minimarket

Dicari Pemiliknya, Kucing Ini Malah Santuy Sembunyi di Minimarket

Jogja | Jum'at, 18 November 2022 | 16:21 WIB

Cara Buka Indomaret Pakai Nama Sendiri Siapkan Biaya Minimal Rp 190 Juta

Cara Buka Indomaret Pakai Nama Sendiri Siapkan Biaya Minimal Rp 190 Juta

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 23:38 WIB

Harga Rokok di Minimarket Hingga Kaki Lima di Bogor Naik, Berikut Daftarnya

Harga Rokok di Minimarket Hingga Kaki Lima di Bogor Naik, Berikut Daftarnya

Bogor | Kamis, 10 November 2022 | 07:30 WIB

Terkini

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB