Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Padahal Saingan, Ternyata Ini Alasan Kenapa Indomaret dan Alfamart Selalu Berdampingan

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 18 November 2022 | 18:28 WIB
Padahal Saingan, Ternyata Ini Alasan Kenapa Indomaret dan Alfamart Selalu Berdampingan
Ilustrasi Indomaret dan Alfamart

Suara.com - Pernahkah kamu memperhatikan, di mana ada Indomaret, di dekat sana juga selalu ada Alfamart, atau sebaliknya?

Banyak orang heran dengan fenomena ini. Kedua minimarket ini sama-sama menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Layanan tambahan yang diberikan pun tak jauh berbeda, yaitu melayani jasa transfer e-commerce, beli token listrik dan pulsa, hingga perantara jasa pengiriman.

Nah, logikanya, kalau keduanya sama-sama menyediakan produk dan jasa yang sama, bukankah mereka seharusnya adalah rival? Tapi, kenapa selalu dibangun berdekatan?

Sering kali terjadi, kalau di satu tempat sudah ada gerai yang satu, tak lama gerai yang lain juga akan buka dalam jarak hanya beberapa ratus meter dari sana. Bahkan, tak jarang bersebelahan atau berseberangan.

Ternyata, ada alasan di balik keputusan yang dianggap aneh oleh banyak orang awam ini. Mengutip Instagram @bisnismillenial, Jumat (18/11/2022), inilah alasan mengapa Indomaret dan Alfamart selalu berdampingan.

1. Adu Keunggulan

Jarak yang berdekatan ini tujuannya adalah untuk adu keunggulan. Bagi para ibu-ibu yang merupakan target pasar utama mereka, perbedaan harga sekecil apapun akan sangat diperhatikan. Begitu pula kalau ada promo atau diskon.

Nah, lokasi yang berdekatan membuat kedua brand ini mengadu kekuatan dan keunggulan untuk menjaring konsumen lewat persaingan yang cukup sengit.

2. Ekspansi Pasar

Keduanya menggunakan teori lokasi industri yang disebut Hotelling Theory. Teori ini menjelaskan dua persamaan jenis ekonomi yang saling berdekatan dengan tujuan untuk menguasai pasar seluas-luasnya.

Teori ini memfokuskan pada pemilihan lokasi, yang mana hal tersebut dipengaruhi oleh dua faktor: lokasi produsen lain dan perilaku konsumen untuk dicari titik keseimbangan atau equilibrium, dimana dia bisa merebut pasar dari kompetitor yang lebih dulu ada di lokasi tersebut. Ketika persentase keuntungan sudah 50:50, maka selanjutnya tinggal bagaimana konsumen memilih akan membeli produk yang mana.

3. Hemat Biaya Riset

Setiap kalikita akan membangun bisnis, diperlukan riset mendalam, terutama untuk memastikan apakah potensi pasar di sana bagus dan lolos uji kelayakan bisnis.

Ketika bisnis yang sama sudah berdiri di satu lokasi dan survive, maka bisa dipastikan bahwa potensi pasarnya bagus. Dengan begitu, si rival tak perlu lagi melakukan riset mendalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicari Pemiliknya, Kucing Ini Malah Santuy Sembunyi di Minimarket

Dicari Pemiliknya, Kucing Ini Malah Santuy Sembunyi di Minimarket

Jogja | Jum'at, 18 November 2022 | 16:21 WIB

Cara Buka Indomaret Pakai Nama Sendiri Siapkan Biaya Minimal Rp 190 Juta

Cara Buka Indomaret Pakai Nama Sendiri Siapkan Biaya Minimal Rp 190 Juta

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 23:38 WIB

Harga Rokok di Minimarket Hingga Kaki Lima di Bogor Naik, Berikut Daftarnya

Harga Rokok di Minimarket Hingga Kaki Lima di Bogor Naik, Berikut Daftarnya

Bogor | Kamis, 10 November 2022 | 07:30 WIB

Terkini

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:42 WIB

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB