Daftar Stasiun Pemberhentian Kereta Cepat, Tidak Bisa Langsung ke Pusat Kota

M Nurhadi
Daftar Stasiun Pemberhentian Kereta Cepat, Tidak Bisa Langsung ke Pusat Kota
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) menjalani uji operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/11/2022). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom].

Stasiun pemberhentian Kereta Cepat Jakarta - Bandung menuai kritik lantaran lokasinya yang jauh dari pusat kota. Penumpang harus beralih ke moda transportasi pengumpan.

Suara.com - Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2023 kini menuai polemik tersendiri. Pasalnya daftar stasiun pemberhentian kereta cepat disebut tak bisa menjangkau pusat kota Jakarta dan Bandung dengan mudah. Itu artinya, penumpang kereta cepat mesti beralih moda transportasi setidaknya dua kali jika lokasi tujuan berada di pusat kota. 

Empat stasiun yang bakal menjadi pemberhentian kereta cepat adalah Stasiun Halim Perdanakusumah di Jakarta Timur, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang di Bandung Barat, dan Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung.

Dengan demikian, jika penumpang turun di Stasiun Tegalluar perlu setidaknya dua moda transportasi tambahan untuk mencapai pusat kota Bandung. Begitu pula jika turun di Stasiun Halim, penumpang memerlukan transportasi tambahan untuk sampai di pusat Kota Jakarta. 

Untuk memecahkan masalah ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menyiapkan dua kereta api yang berfungsi sebagai kendaraan pengumpan atau feeder bagi para penumpang yang turun dari kereta cepat. Di Jakarta feeder bakal menggunakan kereta Light Rail Transit (LRT). Sementara di Bandung, kendaraan pengumpan akan diakomodasi melalui KA Feeder KCJB. Kereta tersebut membutuhkan waktu 18 menit untuk sampai ke Stasiun Bandung. 

Baca Juga: Mulai Beroperasi Mulai Juli 2023, Berikut Empat Fakta Menarik LRT Jabodebek

Saat ini LRT ditargetkan beroperasi pada akhir Desember 2022. Pembangunannya telah mencapai lebih dari 90%. Sementara itu, pembangunan sarana-prasarana KA Feeder terus dikebut di Stasiun Padalarang. Di stasiun Cimahi dan Bandung, pembangunan ruang tunggu KA Feeder telah rampung 100%. 

Kereta Argo Parahyangan Berhenti Beroperasi?

Kereta Cepat memunculkan wacana baru yakni penyetopan operasional KA Argo Parahyangan yang selama ini menjadi andalan mobilitas warga Bandung ke Jakarta atau sebaliknya. Selanjurnya muncul wacana baru bahwa Argo Parahyangan bakal dialihfungsikan sebagai kereta kargo. 

Isu alih fungsi KA Argo Parahyangan ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, isu kabar angin tersebut santer beredar di media sosial saat pembangunan KCJB mencapai tahap akhir November 2022 lalu. 

Menanggapi hal ini PT KAI pun buka suara. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan PT KAI masih berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait hal tersebut. Ia mengatakan KAI saat ini masih mengoperasikan KA Argo Parahyangan seperti biasa. PT KAI sebagai perusahaan BUMN terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

Baca Juga: Anies Baswedan Sindir Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Netizen: Halus Banget, Pak!

"KAI juga masih fokus mempersiapkan hadirnya layanan kereta api cepat Jakarta - Bandung beserta KA Feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung bagi pelanggan kereta cepat yang ingin melanjutkan perjalanannya ke berbagai wilayah lainnya," ujarnya awal pekan ini.