Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Terbaru Glints, Daftar 15 Startup di Indonesia yang Lakukan PHK

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:06 WIB
Terbaru Glints, Daftar 15 Startup di Indonesia yang Lakukan PHK
Ilustrasi PHK Karyawan. [Envato]

Suara.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan rintisan atau startup hingga perusahaan unicorn terus terjadi. Terbaru, startup pencari kerja Glints memangkas karyawannya di masa sulit ini.

Startup yang berbasis di Singapura itu berencana melakukan PHK sebanyak 18% dari 1.100 karyawan. Artinya, ada 198 karyawan yang menjadi korban PHK startup.  

Menurut manajemen, keputusan PHK ini setelah mempertimbangkan kondisi industri hingga bisnis perusahaan.

"Kami memberhentikan karyawan berdasarkan kondisi pasar dan prioritas bisnis," kata co-founder perusahaan Oswald Yeo dalam pidatonya kepada staf, seperti dikutip dari Tech in Asia, Jumat (9/12/2022).

Dengan aksi itu, Glint masuk daftar perusahaan-perusahaan startup maupun unicorn yang melakukan PHK. Adapun, berikut daftar startup RI yang melakukan PHK:

GoTo

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 1.300 karyawan atau 12% dari total karyawan GoTo.

Pengumuman ini diumumkan manajemen GoTo setelah adanya  pertemuan dengan karyawan karyawan yang bartajuk Townhall.

Dalam pertemuan itu, CEO Grup GoTo Andre Soelistyo, manajemen GoTo menyebut tantangan makro ekonomi global, jadi alasan melakukan PHK

baca juga

Grab Kitchen

Grab Kitchen Anak usaha Grab Indonesia menyusul pesaingnya PT GoTo Gojek Tokopedia untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawannya.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, alasan PHK ini karena bisnis  bisnis Grab Kitchen tidak sesuai harapan manajemen. Maka itu, perusahaan mau tak mau menutup layanan yang dimulai sejak 2018 itu.

Dia melanjutkan, jumlah karyawan yang terkena PHK itu tidak besar, hanya berjumlah belasan karyawan.

Sayur Box

Tidak jauh dari Glints, startup Sayurbox juga ikutan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada  Selasa (6/12/2022) lalu. Startup yang bergerak di bisnis e-grocery, karyawan yang terdampak PHK mencapai 5 persen dari jumlah secara keseluruhan.

Saat ini, Sayurbox memiliki 800 karyawan sehingga jumlah yang terdampak PHK berkisar 40 orang.

Ajaib

Badai PHK juga menyasar ke Startup di bidang investasi, Ajaib di mana, sebanyak 57 pegawai di-PHK. Alasan PHK ini, untuk mempersiapkan perusahaan dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan Indonesia melalui layanan jasa keuangan digital.

Tidak hanya PHK, Ajaib juga memangkas gaji jajaran manajemen hingga para pendiri tidak akan dibayar.

Tanihub

Startup di sektor pertanian Tanihub juga terimbas kabar PHK. Kabar ini karena, startup itu menutup dua gerainya di Bandung dan Bali.

LinkAja

Tidak hanya sektor swasta, PHK juga menyasar pada anak usaha BUMN LinkAja. Setidaknya, ada ratusan karyawan yang terkena PHK massal agar perusahaan bisa tumbuh sehat, optimal, dan positif.

Shopee Indonesia

E-commerce Shopee Indonesia merampingkan sejumlah karyawan pada September 2022 lalu. Namun tidak tahu pasti berapa jumlah karyawan yang di-PHK. Akan tetapi, kabarnya e-commerce itu melakukan PHK ke banyak karyawan di semua lini usaha.

JD.ID

Sebelum Shopee, e-commerce JD.Id juga mengambil upaya PHK pada karyawannya. Upaya ini, demi mempertahankan eksistensi perusahaan dengan kondisi pasar Indonesia. Sampai saat ini, belum diketahui berapa banyak karyawan yang terimbas PHK.

Ruangguru

Setelah GoTo mengumumkan PHK, Ruangguru menyusul mengikuti langkah itu. Startup di sektor pendidikan itu melakukan PHK ratusan pegawai. kabar itu diumumkan oleh Tim Corporate Communication Ruangguru.

 MPL

Perusahaan rintisan game Mobile Premier League atau MPL justru memberhentikan operasionalnya di Indonesia sejak Mei lalu. Sekitar 100 karyawan terdampak dari aksi startup itu.  

Pahamify

Mengikuti jejak Ruangguru, Startup bidang edukasi technology juga melakukan PHK sejumlah karyawannya. Aksi ini dilakukan untuk keberlangsungan bisnis usaha. Sayangnya, manajemen tidak memberikan secara rinci berapa jumlah karyawan yang terkena PHK.

Zenius

Startup sektor pendidikan jadi yang terbanyak melakukan PHK. Selain Ruangguru dan Pahamify, Zenius ikut melakukan PHK sekitar 800 Karyawan.

Fabelio

E-commerce sektor furniture Fabelio juga melakukan hal yang serupa yaitu PHK. Bahkan kabarnya, Startup memaksa karyawannya agar mengundurkan diri supaya bisa mendapatkan bayaran penuh.

Uang Teman

Fintech pinjam meminjam Uang Teman telah duluan melakukan PHK pada akhir tahun 2020. Tidak jelas berapa banyak karyawan yang di-PHK. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pepsi PHK Massal Ratusan Karyawan, Krisis 2023 Bener-bener Terjadi?

Pepsi PHK Massal Ratusan Karyawan, Krisis 2023 Bener-bener Terjadi?

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2022 | 10:41 WIB

Glints Lakukan PHK Massal, Karyawan Dapat Benefit Lebih Besar dari UU Tenaga Kerja

Glints Lakukan PHK Massal, Karyawan Dapat Benefit Lebih Besar dari UU Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2022 | 17:01 WIB

Perusahaan Sayurbox PHK Massal Karyawan

Perusahaan Sayurbox PHK Massal Karyawan

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2022 | 16:38 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×