Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Benua Eropa Terancam Membeku di 2023, Krisis Energi Menghantui

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 13 Desember 2022 | 10:17 WIB
Benua Eropa Terancam Membeku di 2023, Krisis Energi Menghantui
Selat Dardanella merupakan salah satu batas pemisah antara benua Eropa dan Asia.

Suara.com - Benua Eropa terancam 'membeku' karena menghadapi krisis energi pada tahun depan, kondisi ini bertambah buruk dengan adanya ancaman resesi ekonomi global.

Itulah peringatan yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang pada hari Senin mengadakan konferensi pers bersama untuk menjelaskan skala tantangan tersebut.

Mengutip CNN, Selasa (13/12/2022) laporan baru dari IEA menemukan bahwa Eropa dapat menghadapi kekurangan gas alam sebesar 27 miliar meter kubik pada tahun 2023. Itu setara dengan hampir 7% dari konsumsi tahunan kawasan tersebut.

IEA meyebut tiga risiko yang dapat menyebabkan kekurangan pertama adalah Rusia, yang mengirimkan sekitar 60 miliar meter kubik gas ke Uni Eropa selama tahun 2022, dapat menghentikan aliran seluruhnya tahun depan. Suhu di awal musim dingin mungkin tidak bertahan lama; cuaca beku sudah mencengkeram Eropa Utara. Dan pasar gas alam dapat terguncang jika ekonomi China kembali melaju dengan cepat karena pembatasan Covid dicabut.

"Kami mungkin punya masalah," kata Birol.

Dalam penilaiannya, IEA menemukan bahwa kesenjangan pasokan sebesar 57 miliar meter kubik dapat muncul tahun depan.

"Sekitar 30 miliar dari itu harus ditanggung oleh tindakan Eropa “yang sudah terlihat bergerak,” kata Birol.

Tapi itu masih bisa meninggalkan defisit. Uji tekanan IEA mengasumsikan bahwa aliran pipa gas Rusia ke Eropa berhenti sepenuhnya sejak awal 2023, bahwa impor gas alam cair China kembali ke level 2021 dan bahwa fasilitas penyimpanan Eropa hanya terisi 30% pada akhir musim dingin ini.

Kekurangan yang tersisa dapat dikurangi jika upaya lebih lanjut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi, mendorong penerapan energi terbarukan, meningkatkan penggunaan pompa panas, dan mendorong perubahan perilaku lainnya, menurut IEA.

Kebijakan yang diusulkannya akan menelan biaya sekitar €100 miliar ($106 miliar).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Lagi Pakai LPG, Warga Bekasi Kini Bisa Memasak Pakai Jargas

Tak Lagi Pakai LPG, Warga Bekasi Kini Bisa Memasak Pakai Jargas

Bisnis | Minggu, 11 Desember 2022 | 11:09 WIB

Pasokan Gas Alam Dialihkan ke Eropa, Negara-negara di Asia Kena Dampaknya

Pasokan Gas Alam Dialihkan ke Eropa, Negara-negara di Asia Kena Dampaknya

Video | Minggu, 11 Desember 2022 | 11:05 WIB

Jaringan Pipa Druzhba Dihentikan Usai Laporan Serangan Roket, Krisis Energi Eropa Makin Dekat?

Jaringan Pipa Druzhba Dihentikan Usai Laporan Serangan Roket, Krisis Energi Eropa Makin Dekat?

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 10:34 WIB

Terkini

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:02 WIB

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:21 WIB

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:14 WIB

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:01 WIB

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:57 WIB

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:53 WIB

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:40 WIB

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:38 WIB