Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Jaringan Pipa Druzhba Dihentikan Usai Laporan Serangan Roket, Krisis Energi Eropa Makin Dekat?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 16 November 2022 | 10:34 WIB
Jaringan Pipa Druzhba Dihentikan Usai Laporan Serangan Roket, Krisis Energi Eropa Makin Dekat?
Perbatasan Polandia dan Belarusia di desa Tolcze, bagian timur laut Polandia. (Wojtek RADWANSKI / AFP)

Suara.com - Eropa Timur dan Tengah dipastikan akan kesulitan memenuhi kebutuhan minyak mereka dalam beberapa pekan ke depan usai pasokan pipa Druzhba dihentikan untuk sementara. Hal ini dikonfirmasi oleh operator di Hongaria dan Slovakia.

Kabar ini disampaikan usai adanya laporan ledakan di sebuah desa di Polandia timur dekat perbatasan Ukraina yang menimbulkan kewaspadaan di antara negara-negara NATO.

Perusahaan minyak dan gas MOL Hongaria mengatakan mitranya dari Ukraina memberi tahu perusahaan bahwa roket Rusia menghantam pembangkit listrik dekat perbatasan Belarusia yang menyediakan listrik untuk stasiun pompa, dan hal ini menyebabkan penghentian.

Transpetrol Slovakia juga turut mengkonfirmasi hal ini dengan menyampaikan alasan teknis dari Ukraina meski tak menyinggung serangan roket.

Jaringan pipa Druzhba berasal dari Rusia yang terbelah di Belarusia ke Ukraina, di mana ia terbelah lagi, memasok beberapa negara di Eropa Timur dan Tengah yang bergantung pada minyak tersebut, termasuk kilang di Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko yang terkurung daratan.

"Alasan penangguhan pasokan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Ukraina," kata Transpetrol dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa mereka mengharapkan lebih banyak informasi tentang penyebab penutupan tersebut.

Sementara, operator saluran pipa Ceko, MERO, masih memastikan adanya gangguan dalam aliran minyak melalui jalur Druzhba, kata seorang juru bicara pada Selasa (15/11/2022). 

Operator pipa Polandia PERN mengatakan pada Selasa (15/11/2022) malam bahwa minyak mengalir secara normal melalui bagian jalur Polandia.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengadakan pertemuan dewan pertahanan pada Selasa (15/11/2022) setelah pengiriman Druzhba ditangguhkan, kata kepala pers Orban kepada kantor berita negara MTI.

Monopoli pipa milik negara Rusia, Transneft, telah diberitahu oleh Ukraina bahwa pasokan ke Hongaria untuk sementara dihentikan, kata kantor berita RIA mengutip Transneft.

Harga minyak melonjak karena berita tersebut, dengan patokan Brent naik 0,8 persen pada hari itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Buatan Rusia Jatuh di Polandia, Rupiah Melemah

Rudal Buatan Rusia Jatuh di Polandia, Rupiah Melemah

Jawa Tengah | Rabu, 16 November 2022 | 10:32 WIB

Biden: Rudal yang Hantam Polandia Kemungkinan Bukan Milik Rusia

Biden: Rudal yang Hantam Polandia Kemungkinan Bukan Milik Rusia

News | Rabu, 16 November 2022 | 10:19 WIB

Akhiri Perang Ukraina, PM Spanyol Desak Presiden China Xi Jinping Pengaruhi Vladimir Putin

Akhiri Perang Ukraina, PM Spanyol Desak Presiden China Xi Jinping Pengaruhi Vladimir Putin

Batam | Rabu, 16 November 2022 | 10:10 WIB

Fakta-fakta Rudal Rusia Hantam Polandia: Joe Biden Rapat Darurat di Bali, NATO Sebut Insiden Tragis

Fakta-fakta Rudal Rusia Hantam Polandia: Joe Biden Rapat Darurat di Bali, NATO Sebut Insiden Tragis

Sulsel | Rabu, 16 November 2022 | 10:02 WIB

BREAKING NEWS: Rusia Diberitakan Serang Negara NATO Polandia, Tombol Perang Dunia Ketiga Pecah?

BREAKING NEWS: Rusia Diberitakan Serang Negara NATO Polandia, Tombol Perang Dunia Ketiga Pecah?

| Rabu, 16 November 2022 | 07:05 WIB

Moldova Ikut Alami Pemadaman Listrik akibat Serangan Rudal Rusia

Moldova Ikut Alami Pemadaman Listrik akibat Serangan Rudal Rusia

News | Rabu, 16 November 2022 | 07:50 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB